Nu jadi hébatna deui pan ieu teh anak pulisi, lin? Meureunan bapana baheulana sok mineng masantren.
Pan bapana téh AKP Helmi (mun baheula mah kapten meureun, nya). Ka Pa Helmi mani ku hebat kagungan putra. Cik saha, nya jodona???
 
Wilujeng..!! Pa Helmi...!!
Hayuuu... Mojang US contoan nu kieu, yeuh....
 
Baktos,
Om TEDDY
 
----- Original Message -----
From: sara raka
Sent: Saturday, August 27, 2005 2:45 AM
Subject: Re: [Urang Sunda] Pikiran Rakyat : Riana (14), Mahasiswa Paling Muda UGM

pami ieu mah -insaalloh- sanes moka priangan atanapi indonesia, tapi moka panilih saalam dunya......hehehe
 
insaalloh bakal kapeto janteun moka saeneung2 binTi ( da istri ) salawasna hehehehe  deui....
 
ka ibu-ramana, abdi tumaros kumaha ngatik murangkalih teh meni tiasa janteun kitu?.....
..... atuuuh neng, akang balarea teh bakal leuwih reues pisan pami ditambih iman katut takwana kiat.....  

tuda neng...... seuer moka2 sejenna -nu ancur- nu nyieunan vcd "haneut"......
 
mugi ku ayana moka2 sareng mang jaka panilih teh ,  indonesia aya robihna!!
 
-- pami kang jeung nabi mah gaduh nami almustofa, atawa uswatun hasanah. Pami di sunda mah jalma nu unggul  (bibit pialuseun/unggul, kanggge nyeting nagri pikahareupen jaga) kiwari teh namina moka atawa jaka panilih.
 
hehehe......
 
panilih urang jeung Gusti kacida bedana,  ....muhun atuh....
 
matakna abdi mah bade numut weh ka nabi Muhammad saw - jalmi pilihan atawa panilih. Sanes ka mirza gulamun ahmadun....
 
sakieu heula..
  
Om TEDDY <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Nu kieu nu kudu di contoan....
Geus mah pinter... geulis... jeung teu hayang bobogohan sagala. Langsung
Nikah wae...

Tah, cik sing jadi conto jang mojang US.

Baktos,
Om TEDDY
----- Original Message -----
From: "Ikmal" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>; <[email protected]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, August 26, 2005 7:52 PM
Subject: [Urang Sunda] Pikiran Rakyat : Riana (14), Mahasiswa Paling Muda
UGM


> Kenging ti PR...  mangga nyanggakeun.....
>
> baktos,
> ikmal (ASMI....)
>
> Date: Thu, 25 Aug 2005
>
> Riana (14), Mahasiswa Paling Muda UGM
> USIANYA baru 14 tahun lebih tiga bulan. Dengan usia seperti itu, Riana
> Helmi mestinya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP), atau
> paling tidak, kelas satu sekolah menengah atas (SMA).
> Gadis lulusan SMA III Sukabumi ini memang masih "anak baru gede' (ABG)
> tetapi dia adalah mahasiswa termuda sepanjang sejarah Universitas Gadjah
> Mada (UGM) Yogyakarta. Gadis berkacamata ini tercatat sebagai mahasiswa
> Fakultas Kedokteran angkatan 2005/2006.
> Riana putri pertama pasangan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Helmi S.H. (staf
> pengajar Sekolah Calon Perwira Polri Sukabumi) dan Rofi'ah (wiraswasta)
> masuk UGM melalui jalur penelusuran bakat skolastik (PBS), yaitu jalur
> khusus hasil seleksi yang dilakukan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
> Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas).
> Meski masih muda, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oleh gadis
> berwajah imut tersebut, membuktikan dia memiliki kemampuan lebih dibanding
> anak sebayanya. Dengan tangkas, remaja kelahiran Aceh 22 Maret 1991 ini
> menjawab semua pertanyaan yang diajukan kepadanya, mulai dari pertanyaan
> soal riwayat hidup, masak, hobi, hingga seputar masalah Aceh. Semua
> dijawab
> dengan ringkas dan jelas.
> Bercerita soal perjalanan sekolahnya, Riana yang saat itu mengenakan
> kerudung warna putih dan dipadu jaket almamater UGM, mengaku bersyukur
> diterima di Fakultas Kedokteran UGM yang selama ini diimpikannya. Alasan
> pilihan jurusan yang diinginkan juga cukup simpel, "Anak kecil juga kalau
> ditanya banyak yang bercita-cita jadi dokter. Kesan itu yang terus ada
> dalam hati saya. Syukur alhamdulillah akhirnya kesampaian gitu," tuturnya.
> Riana masuk sekolah dasar (SD) pada usia empat tahun. Karena masih muda
> itu, pada awalnya dia hanya dianggap sebagai "anak bawang". Sekolah dasar
> diselesaikannya di SD Ciwaringin 4, kemudian pindah sekolah, karena
> ayahnya
> pindah tugas. Akhirnya dia menamatkan sekolah di SD Sriwedari, Sukabumi.
> Ketika SMP dan SMA, dia mengikuti program akselerasi atau percepatan.
> Masing-masing jenjang ditempuhnya selama dua tahun.
> "Awal masuk SD sebagai 'anak bawang', tetapi bisa mengikuti pelajaran,
> jadi
> jalan terus. Kalau SMP dua tahun itu enak, bisa ngirit waktu. Masuk SMA
> juga ikut program akselerasi, sehingga bisa selesai cepat," tuturnya.
> Berbeda dengan anak seusianya yang senang bermain, Riana lulusan SMP
> Negeri
> 1 Sukabumi tahun 2003, lebih senang belajar dan membaca buku ketimbang
> bermain. Sejak SD, dia sudah menyukai pelajaran matematika dan mengaku
> malas jika belajar secara hafalan, apalagi menggambar. "Daripada hafalan,
> lebih baik eksak, lebih suka yang pasti-pasti," kata Riana yang selalu
> menjadi paling kecil di kelasnya.
> Dianggap sebagai anak paling kecil dia tidak merasa kecil hati. Anak
> sulung
> dari tiga bersaudara itu merasa senang. Justru karena umurnya yang masih
> muda itu banyak yang ingin berteman dengan dia.
> Dalam menjalani kehidupannya, Riana yang mengaku biasa saja bisa diterima
> di UGM, kadang masih seperti anak-anak, tetapi kadang merasa dewasa.
> Perasaan itu dialami ketika bicara dengan teman seusianya, karena apa yang
> dibicarakannya kadang tidak nyambung.
> Riana juga layaknya remaja lainnya, sesekali membaca novel Harry Poter,
> dan
> novel Islam. Bahkan, dia juga ikut nimbrung menonton Akademi Fantasi
> Indosiar (AFI) kendati tidak begitu memfavoritkan salah satu peserta AFI.
> Dia beralasan karena semuanya memiliki kekurangan dan kelebihan.
> Seiring dengan semangatnya menuntut ilmu, Riana yang bercita-cita menjadi
> dokter ahli kandungan ini mengaku lebih mementingkan kuliah, dibanding
> kuliah sembari pacaran. "Yang ada dalam pikiran saya saat ini adalah terus
> belajar dan lulus. Saya tidak ingin pacaran. Kalau bisa langsung nikah
> saja," ujarnya sembari tersenyum.
> Hal lain yang masih menjadi impiannya adalah belajar memasak. "Saya kan di
> sini kos, jadi harus bisa masak. Kalau masak sendiri kan bisa enak," tutur
> Riana yang ditunggui ibunya selama menjalani orientasi pengenalan kampus
> (ospek).
> Ada satu keinginan lainnya yang belum tercapai, yakni belum memiliki Surat
> Izin Mengemudi (SIM). Usianya yang belum 17 tahun tidak memungkinkan dia
> memiliki kartu tanda penduduk (KTP) apalagi SIM. Identitas yang dia
> kantongi hanya kartu mahasiswa yang dikeluarkan UGM. "Kan Riana belum
> umur17. Jadi belum punya KTP dan SIM. Kalau mau pergi kemana-mana lebih
> banyak jalan kaki atau diantar. Kalau soal kuliah insya Allah lancar,"
> ungkap Riana.(Nurhandoko/"PR")***
>
>
>
>
>
> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>

Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke