|
BEKASI--MIOL: Kepala Seksi Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Yasni Rufaidah, menyebutkan, sebanyak 158 warga di sejumlah tempat di Bekasi menderita penyakit kusta dan perlu penanganan serius.
Kemungkinan, jumlah penderita kusta yang disebabkan kuman Microbacterium Lepra (ML) bisa bertambah dan kini dalam penelitian tim Dinas Kesehatan setempat, kata Rufaidah, Rabu (31/8).
"Seluruh kecamatan Kota Bekasi masuk kategori endemis terhadap penyakit kusta," katanya.
Penularan penyakit kusta kepada orang lain membutuhkan waktu cukup lama. Tetapi bila terlambat mengobati bisa berakibat cacat fisik dan bukan mustahil dikucilkan masyarakat sekitarnya.
Gejala awal orang yang terserang penyakit kusta sulit dikenali, karena ciri-cirinya seperti panu di kulit dan tidak terasa ketika disentuh dengan tangan atau benda.
Ia mengharapkan, bagi warga yang mengalami kelainan pada kulit dengan ciri-ciri seperti di atas segera memeriksakan diri di puskesmas terdekat tanpa dipungut biaya pengobatan atau ke dokter spesialis kulit.
Penyakit kusta itu muncul akibat kurangnya kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan. Padahal petugas Dinas Kesehatan Kota Bekasi seringkali mengimbau masyarakat agar menjalani pola hidup bersih. Tetapi, bagi penderita penyakit kusta tidak perlu panik dan gelisah karena jenis penyakit itu dapat diobati kendati membutuhkan waktu cukup
lama, bahkan di masa mendatang penderita tidak dapat menular kepada orang lain karena penderita sudah cacat dan tereliminasi dari kehidupan sehari-hari.
"Bila penderita sudah cacat berarti enggan berbaur ditengah-tengah masyarakat, maka penyakitnya tidak bisa menular ke orang lain karena tidak bersentuhan," ujar Yasni. (Ant/OL-06) |