Etamah sanes kanggo kesehatan meureun Da eta mah doyan sanes kitu kang... -----Original Message----- From: padjar [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, September 08, 2005 2:57 PM To: [email protected] Subject: Re: [Urang Sunda] Kualitas sperma
Satuju kang Supriyadi. Saur dokter Boyke, sareng dokter Wimpie nu ahli seksiologi tea, hubungan suami istri anu sehat (hartosna pan ngaluarkeun sperma) minimal opat (4) kali saminggu. Manfaatna: kahiji, sehat kana awak. Kadua, sehat kana hubungan/harmonisasi kaluarga. Eta mung frekwensi wae, kumaha mun sadinten tiasa sabaraha ronde, dua ronde minimal (hehehe), dikalikan opat dinten jadi 8 kali.......hehehe punten ah ----- Original Message ----- From: "durahman" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, September 08, 2005 2:30 PM Subject: Re: [Urang Sunda] Kualitas sperma > supriyadi endang wrote: > > >ah... saur saha iyeu teh, saur abdi upami kaluar > >sperma sehari 1 kali ( tiap dinten ) eta langkung sae > >eta jalmi tiasa awet ngora. > > > > > Enyaan etateh, kang. Bisa dipertanggungjawabkeun henteu teorina. Dan > numutkeun buku TAO OF SEX mah henteu kitu. Mangga geura baca artikel > diteoh ieu; > > "Pengiritan" mani memang menjadi inti dalam seni di atas ranjang a la > tao. Namun, banyak yang salah paham tentang hal ini, dan menganggap > tao tak memperbolehkan pria orgasme. Padahal, orgasme adalah > pengalaman psikis, dan ejakulasi adalah pengalaman badani. Keduanya > bisa datang bersamaan, juga bisa tidak, orgasme tanpa ejakulasi. > > Kesalahpahaman ini jugalah yang dialami Kaisar Kuning, yang ingin > berhenti bersanggama dalam rangka pengiritan mani. Tapi, Gadis > Sederhana Su Nu Ching, menjelaskan duduk soalnya. "Sebagai manusia, > kita tak boleh melakukan sesuatu yang diatur alam. Menghentikan > berhubungan intim adalah melawan kehendak alam. Jika yin dan yang > tidak mengadakan kontak, keduanya tak dapat saling menyelaraskan dan > melengkapi. Kita bernapas untuk menukar udara yang kotor dan > menggantinya dengan yang segar. Jika tongkat giok (penis) tidak aktif, > maka akan mengalami atrofi, penyusutan salah satu organ atau jaringan > sel. Itulah sebabnya, gerbang permata > (vagina) harus selalu dikunjungi, dilatih secara konsisten. Jika seorang > pria dapat selalu mengendalikan ejakulasi, ia dapat memperoleh manfaat > besar untuk kesehatannya." > > Tapi, adakah kenikmatan seksual tanpa ejakulasi? Barangkali itulah > yang ada di kepala Anda, yang juga menjadi kerisauan Kaisar Kuning, > ketika akan mempraktekkan hal ini. Tapi, pertanyaan itu terjawab oleh > penasihat kaisar, Peng-Tze yang ditanyakan Gadis pelangi, sebagaimana > tersurat dalam Secrets of the Jade Bedroom: "Tak ada kenikmatan yang > terganggu. *Setelah ejakulasi, seorang pria akan merasa lelah, > telinganya berdengung, mata mengantuk, dan ingin segera tidur. Ia juga > merasa haus. lemas dan kaku. Ejakulasi memang memberikan kenikmatan > ataqpi cuma sesaat, selanjutnya diikuti penderitaan yang > berkepanjangan. Ini kenikmatan yang artidisial, sementara*. _Tetapi, > jika seorang pria mau mengatur ejakulasinya seminim mungkin dan > menahan maninya, maka tubuhnya akan menjadi kuat dan pikirannya tak > bercecababg, jernih. Dengan sesekali menghindari diri dari sensasi > nikmat sesaat ejakulasi, cinta si pria terhadap pasangannya akan > bertambahy besar, ia seakan tidak akan pernah cukup memasuki "gerbang > permata". Bukankah ini akan menjadi kenikmatan seks yang tak ada > taranya?" > > _Masih ragu? Baik. Sebagai perbandingan, pakar seks David Rauben dalam > bukunya Everything You Ever Wanted to Know about Sex mengatakan > seorang pria, setelah ejakulasi kedua, otomatis tak akan bisa lagi > mengadakan hubungan seksual, dan butuh waktu yang panjang. Ini karena > energi yang telah habis. Sementara wanita tidak demikian. Nah, pria > yang tak berejakulasi, akan dapat melakukan terus hubungan itu, semau > dia suka, dua atau tiga, bukan masalah. "Api yang teta panas meski > telah mendidihkan air dua kali." > > Bercinta menurut tao, bukan pada romantika semata, tapi teknik yang > benar. Bukan seperti bermain bola, hanya mencari kemenangan, tapi > harus tetap memperagakan teknik yang hebat dengan mengikuti aturan > bermain. Tao menjelaskan ini dengan istilah "strategi di tempat > tidur". Sebuah novel erotis di zaman Dinasti Ming, Player Mat of the > Flesh karya Lee Yu > menjelaskan: "Dalam hal seks, yang menjadi daya tarik utama pria > bukankah gunung dan lembah wanita tapi keingintahuan tentang ukuran dan > daya letus dan tahan tongkat giok. Siapa yang akan menang dan kalah di > tempat tidur tak ubahnya seperti di medan perang, mengetahui kekuatan > sendiri sama pentignnya dengan meneropong > kekuatan musuh." > > Nah, banyak pria yang merasa, hanya butuh waktu lima menit untuk > menaklukkan "gerbang permata". Padahal, ternyata, sebelum waktu itu, > tongkat giaoknya sudah memuntahkan lahar, dan energinya terbuang sia- > sia, karena "api" tak dapat memanaskah air. Untuk itu, tao mengajarjan > teknik pengiritan mani, yang secara sederhana akan kami jelaskan lagi, > bagaimana mempraktekkan "kontak tanpa kebocoran". Tunggu lagi, ya? > (CN02) > > > > > > Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id > > Yahoo! Groups Links > > > > > > Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/0EHolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

