Tong ceurik euy ewueh gunana. Nu penting mah saha wae anu salah seret ka pangadilan, lamun salah panjarakeun, sakitu wae. Gitu aja kok repot.
 
Kahatur ka putrana Bapak Kaplwil, ulah sok mentang-mentang jadi anak panggede atuh. Jaman atos berubah cep, ulah sok jago!

MANG N'JUH <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kapolwil Bogor Menangis

Bogor, Warta Kota

 

Berita Terkait:

• Aiptu Wawan Dilarang Banyak Bicara
• Polda Jabar Utus Tim Selidiki Kasus Kapowil Bogor

Kapolwil Bogor Kombes Bambang Wasgito dilaporkan menangis dan minta maaf kepada keluarga Kanit Intelkam Polsekta Bogor Utara Aiptu R Wawan Setiawan (52).

Hal itu dilakukan ketika Bambang menjenguk Wawan di ruang Azalia RS Azra, Jalan Pajajaran, Bogor Utara, Minggu (11/9) malam. Aiptu Wawan terkapar hingga tak sadarkan diri setelah dihajar oleh Kapolwil sehari sebelumnya. "Kapolwil semalam menjenguk Pak Wawan. Sambil menangis dia minta maaf atas kejadian tersebut. Dia berpesan agar keluarga tidak menerima wartawan untuk diwawancara atau diliput," kata salah seorang sanak famili Wawan di RS Azra, Senin (12/9).

Menurut keluarga Wawan yang tak mau dikutip namanya, pernyataan maaf Kapolwil menunjukan semakin jelas bahwa pelaku penganiayaan terhadap Wawan Kapolwil dia sendiri. "Permintaan maaf itu kami artikan dia pelakunya. Tidak mungkin dong kalau tidak bersalah harus minta maaf, apalagi sambil menangis sehingga memberikan kesan dia menyesal telah melakukan tindakan tersebut," ujarnya.

Sejak Wawan dirawat di rumah sakit, baik di RSU PMI maupun Azra, banyak polisi yang mengaku menjadi korban tindakan Kapolwil Bogor itu menjenguk Wawan. "Mereka tadi pada berdatangan. Mereka mengaku turut sedih atas kejadian itu karena mereka juga pernah menjadi korban. Dan mereka tidak bisa berbuat apa-apa," imbuhnya.

Wawan sendiri menderita luka parah dan tak sadarkan diri karena dipukuli banyak orang. Para penganiaya terdiri atas anak Kapolwil Tri Riyanto Adika Putra alias Rian, ajudan, sopir, dan Kapolwil Kombes Bambang sendiri. Setelah dirawat di RSU PMI, Wawan dievakuasi ke RS Azra atas perintah Kapolwil sendiri. Ruangan tempat merawat bambang seharga Rp 600.000 per malam karena termasuk ruang VIP. Sedangkan biaya VIP di RSU PMI seharga Rp 500.000.

Kasus ini bermula pada kasus perkelahaian antara Rian dan musuh-musuhnya di Perumahan Vila Indah Pajajaran, Sabtu (10/9) siang. Aiptu Wawan yang tengah berpatroli lantas melerai. Tapi Rian menuding Wawan membela musuhnya sehingga ia mengadu ke bapaknya. Saat itu juga, Wawan dipanggil balik ke kantor dan dipukuli oleh Kapolwi. Belum puas menghajar anak buahnya sendiri di kantor, Kapolwil membawa Wawan ke rumah dinas untuk "dipermak" lagi.

Berdasarkan hasil rontgen, ternyata ada pendarahan di pembuluh otak Wawan. Keluarga Wawan khawatir hal itu akan menimbulkan gegar otak. Wawan sempat pulih dan melihat-lihat sekitarnya terutama kepada istrinya yaitu Muryati (50) yang yang setia mendampinginya.

"Pak Wawan sempat siuman, tapi sebentar dan tidak banyak bicara. Dia hanya melihat-lihat sekitarnya terutama kepada istrinya. Dan setelah itu dia tidak sadarkan lagi. Jadi kami sangat khawatir dengan kondisinya sekarang ini," tuturnya.

Penjagaan di RS Azra diperketat. Setiap sudut dan ruangan di rumah sakit itu terlihat ada anggota berpakaian preman, terutama di dekat pintu masuk Ruang Azalia yang merawat Wawan.

Kapolwil cuti

Dari Mapolwil Bogor di Jalan Kapten Muslihat, diperoleh informasi bahwa mulai kemarin Kombes Bambang Wasgito tidak masuk kerja alias cuti. Dia cuti ke Makassar untuk ngunduh mantu di sana. "Memang benar Pak Kapolwil mulai hari ini cuti. Surat pengajuan cutinya sudah dilayangkan seminggu lalu. Katanya beliau ngunduh mantu," kata seorang staf.

Kapolda Jabar, Irjen (Pol) Drs Edi Darnadi SH mengatakan, pihaknya sedang mengusut kasus ini. Ia mengutus Kabid Propam Polda Jabar, Kombes (Pol) Istoto Sukismo berangkat ke Bogor. "Kabid Propam dan beberapa anggota Paminal dan Propam berangkat ke Bogor untuk melakukan penyelidikan," kata Edi Darmadi didampingi Kabid Humas, Kombes (Pol) Drs Muryan Faisal Saladin.

Menurut Muryan, kasus ini ditangani serius oleh Polda Jabar.  Sub Bidang Pengawasan Internal (Subid Paminal) Propam Polda Jabar sudah pula menghubungi Kapolsek Bogor Utara. Namun pihak Paminal tidak mendapatkan jawaban yang jelas. "Ketika saya kontak Kapolseknya banyak menyatakan ’Siap....Siap...’" tanpa ada jawaban yang jelas sehingga hasil kontak itu tidak ada kejelasan," kata Muryan.

Tim utusan Kapolda yang dipimpin Kombes Istoto tiba di RS Azra pukul 15.30 WIB dan bekerja hingga pukul 17.00. Ia didampingi Kapolresta Bogor AKBP Irlan dan Kasubag Reskrim Polwil Bogor Kompol Ferdy Sambo. Namun, wartawan sulit mewawancarainya karena Istoto segera meninggalkan rumah sakit tersebut.

Secara terpisah, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Aryanto Budihardjo, menegaskan bahwa kasus ini diambil-alih oleh Divisi Propam Mabes Polri. Menurut Aryanto, sejumlah pihak dimintai keterangan untuk mendapatkan penjelasan mengenai kasus tersebut, termasuk Aiptu Wawan Setiawan. "Korbannya akan dipanggil lebih dulu. Setelah itu ada pemeriksaan lanjutan terhadap pihak-pihak lainnya," ujar Aryanto di Mabes Polri, Senin (12/9).

Beberapa sumber menyebutkan, orang pertama  yang dipanggil ke Mabes Polri adalah Kapolresta Bogor, AKBP Irlan, bersama seorang bintara yang bertugas di Polsekta Bogor Utara. Bintara itulah yang mengetahui kronologi kasus tersebut.
Kasus ini mencoreng nama baik Polri. Apalagi korbannya juga seorang anggota Polri.

Sementara Ketua Komis A DPRD Kota Bogor, John Lahay, menilai tindakan Kapolwi merupakan bentuk arogansi. "Di militer itu tidak ada aturan yang menyebutkan jika bawahannya salah harus dipukul tapi dihukum atau ankum. Itupun kalau ada kaitannya dengan pekerjaan," kata John yang pernah berdinas di Paspampres.

Untuk memperbaiki tindakan yang salah, lanjut John, atasan tidak perlu melakukan pemukulan. "Setiap instansi ada aturannya masing-masing. Militer, misalnya, mengenal istilah ankum. Jadi sangat disayangkan tindakan arogansi ini. Terlebih itu dilakukan oleh Kapolwil terhadap bawahannya," ujarnya.

Beberapa Kasus Kombes Bambang Wasgito

Pemukulan terhadap Aiptu Wawan juga menambah panjang lembaran kasus yang menimpa Kombes Bambang Wasgito. Bambang pernah diisukan memeras sejumlah pedagang obat China di Tamansari, Jakarta Barat. Bambang yang saat itu menjabat Kapolres Metro Jakbar diperiksa oleh Divisi Propam Mabes Polri.

Buntutnya, mantan Kapolres Bogor itu dicopot dan ditarik ke Mabes. Bambang juga pernah dijerat isu terima upeti dari sejumlah bandar judi sehingga dia dipanggil. Setelah dicopot dari jabatan Kapolrestro Jakbar, Bambang malah dipromosikan menjadi Kapolwil Bogor, menggantikan Kombes Anton Bahrul Alam. Bambang juga pernah disidang oleh Kode Etik ketika terjadi kekerasan penanganan kasus unjuk rasa di TPST Bojong. (Akn/Wid/Tat)


Yahoo! for Good
Click here to donate to the Hurricane Katrina relief effort.

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




SPONSORED LINKS
Corporate culture Business culture of china Organizational culture
Organizational culture change Organizational culture assessment Jewish culture


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke