Perkawis ngahartoskeun angka "sexratio" memang leres kitu, sapertos SR=100.6 hartosna diantawis 100.6 pameget mungkin 101 pameget aya sasarengan 100 awewe. Namung kedah langkung paos deui upami ngahubungkeun SR eta sareng pasangan kawin, hartosna kedah mung merhatoskeun golongan umur kawin hungkul. Kecuali upami SR eta memang kanggo golongan umur kawin. Masalhna didieu upami SR umum, maksadna kanggo sadaya penduduk. Padahal biasana murangkalih pameget langkung seueur tibatan murangkalih awewe. Oge Sepuh anu tos manula anu seueur teh justru awewe. Kuayana kitu teu gampil mutuskeun awewe langkung seueur tibatan pameget, atanapi sawangsulna. Tiasa janten awewe langkung seueur teh kumargi budak remaja lalaki sifatna rohaka dina lalampahan sadidinten, tiasa janten angka kacilakaan remaja lalaki langkung ageung tibatan remaja awewe. Janten mungkin leres remaja awewe langkung seueur tibatan remaja lalaki, walohualam? Komo deui upami dihubungkeun sareng angka lajang
randa-duda, rame yeuh, gumantung kana kabiasaan daerah-daerah,mana-mana anu angka ceraina ageung (biasana di Pantura P. Jawa), hampir pasti awewe anu tiasa nikah teh langkung seueur dibandingkeun sareng pameget. Mangga aremutan ku sadaya wargi-wargi anu berminat dina widang ieu. Hatur nuhun. Salam abdi kasadayana.
Waluya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Baraya, ari anggota DPR sok ningalian data statistik kitu, atawa tara?. Rada bingung oge kuring mah maca wartos dihandap ieu, bet aya anggota DPR nu nyebatkeun yen di Indonesia awewe langkung seueur ti lalaki, padahal data sensus 2000 ti BPS, sex ratio penduduk indonesia teh 100,6 anu hartina aya 1006 lalaki keur 1000 awewe (sumber :http//www.bps.go.id), anu nunjukkeun yen lalaki teh langkung seueur ti awewe. Paingan atuh.....paingan, nagara teh ramijud wae, da nu saeutik disebut loba, nu loba disebut saeutik ...... heheheheRibut "Poligami" di Komisi I DPR RI
Hidayatullah.com--Anggota Komisi I DPR dalam rapat dengar pendapat
umum dengan aktivis dan pengurus institusi pembela hak asasi manusia
(HAM) di DPR Jakarta, Kamis, sempat bersilang pendapat soal poligami
yang dikaitkan dengan hak asasi perempuan.
Awal mula silang pendapat itu dipicu oleh pernyataan Ketua Komnas
Perempuan Tati Trisnawati yang mengatakan bahwa poligami tidak sesuaidengan upaya penegakan hak-hak perempuan untuk memperoleh hak
politik, ekonomi, sosial dan budaya.
Kedatangan Tati ke DPR itu terkait dengan upaya Komisi I DPR untuk
mendapat masukan dari masyarakat sebelum DPR meratifikasi Konvensi
Internasional Hak Sipil, Politik, dan Konvensi Internasional Hak
Ekonomi, Sosil dan Budaya.
Menurut Tati, poligami merupakan bukti bahwa hak-hak perempuan masih
belum dihormati dan dipenuhi. Dia berharap bahwa dengan meratifikasi
kedua konvensi itu, hak-hak perempuan akan lebih dihormati.
Setelah mendengar konsep poligami itu digugat oleh Tati, anggota
Komisi I DPR dari Fraksi PPP Usamah Muhammad Al Hadar menyatakan
bahwa poligami bukan hal yang negatif.
"Saya setuju poligami," kata Usamah. Poligami, tambahnya, baru
menjadi problem ketika dipraktekkan secara keliru. "Jika suami
mengabaikan hak istri pertama, di situ poligami menjadi problem,"
kata Usamah.
Tapi kalau suami dapat bertindak adil, poligami baik-baik
saja. "Jangankan istri dua, empat pun boleh. Ini diatur Quran," kata
Usamah.
Usamah menambahkan, jumlah wanita di Indonesia sekarang lebih banyak
dari jumlah pria. "Kalau satu pria kawin satu, ada yang enggak
kebagian," katanya.
Setelah Usamah selesai berbicara, Wakil Ketua Komisi I DPR Effendy
Choirie berseloroh: "Pak Usamah ini anak buahnya Hamzah Haz. Kalau
anak buah Gus Dur, berbeda."
Tindakan berpoligami juga dibela AM Fatwa dari Fraksi Partai Amanat
Nasional (PAN). Pendapat Fatwa juga tidak jauh berbeda dari argumen
Usamah. "Poligami itu tidak jadi masalah sebagai konsep tapi kalau
prakteknya lain, itu letak masalahnya," katanya.
Tristanti Mitayani dari Fraksi PAN yang perempuan mengatakan bahwa
dia tidak keberatan dengan poligami asal disetujui oleh istri tua.
"Kalau istri tua mau dimadu ya nggak apa-apa," katanya. Tristanti
akan menentang poligami yang dilakukan dengan cara melanggar hak-hak
perempuan, dalam hal ini hak istri tua. "Saya sendiri tidak keberatan
dengan poligami," kata Tristanti sebagaimana dikutip Antara.
Atas nama HAM, para aktifis perempuan acap kebakaran jenggot dengan
praktek poligami. Beberapa tahun lalu, sebua LSM sempat mengeluarkan
laporan tokoh-tokoh politik `berperilaku buruk'.
Menariknya, dalam laporan itu, mereka memasukkan beberapa calon
anggota dewan dari partai Islam sebagai `berperilaku buruk' hanya
karena diantara mereka mempraktekkan poligami. Di sisi lain, mereka
tak pernah mengeluarkan tokoh-tokoh "berperilaku buruk" karena
terbiasa bebas maksiat atau berselingkuh.
Di Indonesia praktek poligami memang tak dilarang. Namun tak semua
umatnya mempraktekannya kecuali sedikit saja.
Sebelumnya, Praktek poligami sudah biasa terjadi di kalangan kiai-
kiai di pesantren NU dan tak pernah ada masalah. Namun poligami tiba-
tiba diributkan orang setelah masuknya paham gender dari Barat.(ant/hid/ch
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "urangsunda" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

