------------------------------- Pesan Awal -------------------------------
Judul Surat: Re: [Baraya_Sunda] Flu Burung
Dari:        "Ade Indrawan" <[EMAIL PROTECTED]>
Tanggal:     Sen, 19 September 2005, 15:27
Kepada:      [email protected]
--------------------------------------------------------------------------

ieu aya informasi ngenaan flu burung
mugi2 aya mangpaatna


PROSEDUR TETAP PENANGANAN FLU BURUNG
DI RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Jakarta

1. LATAR BELAKANG
Flu Burung merupakan infeksi oleh virus influenza A subtipe H5N1
(H=hemagglutinin; N= neuraminidase) yang pada umumnya menyerang unggas,
burung, ayam dan dapat menyerang manusia (penyakit zoonosis) yang sejak
akhir tahun 2003 menyerang Asia Timur dan Selatan.
Virus jenis ini juga menyerang ternak ayam Indonesia sejak bulan Oktober
2003 sampai Februari 2004, dan dilaporkan sebanyak 4,7 juta ayam mati. Bulan
Juli 2005 di Indonesia ditemukan satu penderita dewasa meninggal karena flu
burung (WHO), walaupun pada saat yang bersamaan dan gejala yang sama
ditemukan juga dua anak yang meninggal.
Sampai dengan tanggal 6 Februari 2004 telah ditemukan sebanyak 20 penderita
Avian Influenza H5N1 (Vietnam 15; Thailand 5) dan menimbulkan kematian pada
16 orang (Vietnam 11;Thailand 5) (Case Fatality Rate = 80%). Dan ditakutkan
penderita kasus Flu Burung ini akan meningkat menjadi pandemi seperti yang
telah terjadi 1 abad yang lalu.
2. TUJUAN

2.1. TUJUAN UMUM

Sebagai pedoman bagi petugas medis, paramedis dan non-medis dalam penanganan
Flu Burung di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso
Jakarta, dan deteksi dini kasus Flu Burung.

2.2. TUJUAN KHUSUS

> Memberikan petunjuk pemeriksaan penderita Flu Burung di Instalasi Rawat
Darurat (IRD) maupun Poliklinik.
> Memberikan petunjuk alur penerimaan penderita Flu Burung di RSPI-SS kepada
petugas kesehatan
> Memberikan petunjuk pemeriksaan dan pemberian terapi di ruang perawatan
> Memberikan petunjuk pemeriksaan radiologi terhadap penderita Flu Burung
> Memberikan petunjuk pemeriksaan laboratorium terhadap penderita Flu Burung
> Memberikan petunjuk pemulangan penderita Flu Burung yang dirawat dan
tindak lanjutnya )
> Memberikan petunjuk penanganan penderita Flu Burung yang meninggal dunia

3. BATASAN

> FLU BURUNG adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza A subtipe
H5N1 yang menyerang burung/ungggas/ayam yang dapat menyerang manusia dengan
gejala demam > 38oC, batuk, pilek, nyeri otot, nyeri tenggorokan dan pernah
kontak dengan binatang tersebut dalam 7 hari terakhir.
> PNEUMONIA adalah infeksi parenkim paru yang disebabkan oleh bakteri,
virus, jamur, parasit dan tidak termasuk oleh mikobakterium tuberkulosis.
> RESPIRATORY DISTRESS adalah keadaan gagal napas, yang ditunjukkan oleh
keadaan klinis seperti sesak napas, sianosis, kesadaran menurun, syok, dan
pada pemeriksaan analisis gas darah menunjukkan tekanan parsial artei O2
(PaO2) < 50 mmHg dan tekanan parsial arteri CO2 (PaCO2) > 50 mmHg.
> PEMERIKSAAN LABORATORIUM SEDERHANA adalah pemeriksaan laboratorium yang
meliputi pemeriksaan darah lengkap (hemoglobin, hitung lekosit, hitung jenis
lekosit, trombosit, laju endap darah).

4. ASAL PENDERITA
> Penderita yang dirujuk ke RSPI-SS adalah penderita yang oleh Petugas
Kesehatan dari Rumah Sakit yang merujuk sudah dapat diidentifikasi bahwa
penderita tersebut adalah kasus Flu Burung.
> Rumah Sakit yang melakukan rujukan sebaiknya menghubungi petugas Triage
RSPI-SS untuk mempersiapkan segala sesuatunya dalam rangka penerimaan
penderita tersebut termasuk pengiriman kendaraan ambulans untuk penanganan
kasus ini ke rumah sakit yang merujuk tersebut. Prosedur selanjutnya akan
ditangani oleh petugas yang menjemput pasien tersebut hingga masuk keruang
isolasi.
> Penderita yang datang sendiri dan diduga menderita gejala-gejala Flu
Burung diarahkan untuk ke ruang Triage Instalasi Rawat Darurat (IRD)
RSPI-SS.
> Penderita yang datang sendiri ke Poliklinik Penyakit Paru/Penyakit
Dalam/Penyakit Anak, setelah dilakukan pemeriksaan dan diduga menderita Flu
Burung dirujuk ke Triage Instalasi Rawat Darurat.

5. TEMPAT PENDAFTARAN PENDERITA (TPP)
> Adalah tempat yang disediakan oleh Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr.
Sulianti Saroso untuk melakukan pendaftaran penderita dalam rangka
pemeriksaan kesehatan oleh tim Medis Rumah Sakit.
> Pada TPP tersebut harus ditempatkan petugas yang telah dilatih untuk
melakukan seleksi terhadap seluruh penderita yang mengalami keluhan/gejala
sesuai gejala Flu Burung.
> Petugas TPP tersebut akan mengarahkan penderita yang telah dicurigai
menderita gejala Flu Burung tersebut untuk diperiksa di ruang Triage IRD.

6. TRIAGE INSTALASI RAWAT DARURAT :
> Rawat darurat (Emergency) adalah suatu keadaan dimana penderita memerlukan
pemeriksaan dan tindakan medis segera dan apabila tidak segera dilakukan
dapat berakibat fatal bagi penderita.
> Triage adalah ruangan yang mempunyai fungsi untuk melakukan seleksi
terhadap penderita Flu Burung, dimana semua petugas telah melakukan Standard
Universal Precaution.
> Seleksi pertama dilakukan oleh Perawat yang telah dilatih dengan
berpedoman pada gejala-gejala Flu Burung dan faktor risikonya, sekaligus
melakukan pemeriksaan awal sebelum dokter yang bertugas melakukan
pemeriksaan lanjutan.
> Seleksi kedua adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter Triage, yang
melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik sesuai standar pelayanan medik
mengenai Flu Burung yang ada.
> Jika diperlukan pemeriksaan penunjang diagnostik, maka dokter segera
melakukan (oleh petugas Khusus) pemeriksaan laboratorium sederhana dan Foto
Toraks pada penderita tersebut.
> Dari hasil pemeriksaan diagnostik fisik dan penunjang tersebut, dokter
dapat memulangkan atau segera merawat penderita tersebut sesuai indikasi.
> Untuk penderita yang akan dirawat, maka dokter Triage segera melaporkan
hal rencana perawatan penderita tersebut pada dokter Konsulen jaga pada hari
itu, dan dokter Triage harus mencatat kasus tersebut dalam formulir AI-1.

7. GEJALA FLU BURUNG :
> Demam > 38oC
> Nyeri tenggorokan
> Batuk, pilek, bersin, mialgia
> Pada keadaan yang berat timbul respiratory distress akibat pneumonia
virus.
> Adanya kontak dalam 7 hari terakhir dengan unggas di peternakan terutama
jika unggas tersebut menderita sakit/mati.

8. LABORATORIUM
> Petugas laboratorium telah melakukan standar universal precaution.
> Spesimen darah (EDTA, Beku / Serum) dapat diambil di triage instalasi
rawat darurat atau diruang perawatan. Spesimen darah, usap tenggorokan
dikirim oleh petugas laboratorium atau oleh petugas yang ditunjuk ke Badan
Litbangkes untuk konfirmasi diagnosis.
> Rutin :
o Darah Lengkap: hemoglobin, hitung lekosit, hitung jenis lekosit,
trombosit, laju endap darah.
o Albumin/Globulin
o SGOT/SGPT
o Ureum, Kreatinin
o Creatine Kinase
> Analisis Gas Darah.
> Mikrobiologi :
o Pemeriksaan gram dan basil tahan asam
o Kultur Sputum/Usap tenggorokan
> Pemeriksaan Serologi :
Dapat dilakukan Rapid test terhadap virus Influenza walaupun mungkin
hasilnya tidak terlalu tepat, dan deteksi antibodi (ELISA) serta deteksi
antigen (HI, IF/FA)

9. RADIOLOGI
> Petugas Instalasi Radiologi telah mempersiapkan diri dengan Standar
Universal Precaution sebelum melaksanakan tugasnya.
> Pemeriksaan akan dilakukan dalam 24 jam dengan menggunakan dua pesawat
radiologi, satu pada ruang Instalasi Radiologi dan satu lagi adalah pesawat
radiologi yang bergerak dan berada di dalam ruangan perawatan (untuk kasus
rawat inap).
> Pemeriksaan Foto Toraks dengan gambaran infiltrat yang tersebar di paru
adalah menunjukan bahwa kasus ini adalah pneumonia.

10. DEFINISI KASUS

a. Kasus Observasi
> Panas > 38oC DAN
> >1 gejala berikut:
- Batuk
- Radang tenggorokan
- Sesak napas
yg pemeriksaan klinis dan laboratoriumnya sedang berlangsung

b. Kasus Possible (kasus tersangka)
> Demam > 38oC DAN
> > 1 gejala
- batuk,
- nyeri tenggorokan
- sesak napas
> DAN salah satu di bawah ini:
- hasil tes laboratorium positif untuk virus influenza A tanpa mengetahui
subtypenya
- kontak 1 minggu sebelum timbul gejala dengan penderita yang confirmed
- kontak 1 minggu sebelum timbul gejala dengan unggas yang mati karena sakit

- bekerja di laboratorium 1 minggu sebelum timbul gejala yang memproses
sampel dari orang atau binatang yang disangka terinfeksi Highly Pathogenic
Avian Influenza

c. Kasus Probable
> Kasus Possible DAN
> Hasil laboratorium tertentu positif untuk virus influenza A (H5) seperti
tes antibodi spesifik pada 1 spesimen serum

d. Kasus Confirmed ? Kasus Pasti
> Hasil biakan virus positif Influenza A (H5N1) ATAU
> Hasil dengan pemeriksaan PCR positif untuk influenza H5 ATAU
> Peningkatan titer antibodi spesifik H5 sebesar > 4 x
> Hasil dengan IFA positif untuk antigen H5

11. RAWAT INAP
> Rawat Inap adalah pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Penyakit Infeksi
Prof. Dr. Sulianti Saroso, dimana penderita menginap sedikitnya 1 (satu)
hari berdasarkan rujukan dari Triage Instalasi Rawat Darurat.
> Petugas perawatan telah melakukan Standar Universal Precaution.
> Semua penderita yang telah memenuhi kriteria Flu Burung dan telah
dilakukan seleksi pada Triage Instalasi Rawat Darurat.
> Perawatan dilakukan paling sedikit 1 minggu di ruang isolasi

12. PENANGANAN
> Penderita dirawat di ruang isolasi selama 7 hari (masa penularan) karena
ditakutkan adanya transmisi melalui udara
> Oksigenasi, jika terdapat sesak napas dan cenderung ke arah gagal napas
dengan mempertahankan saturasi O2 > 90 %
> Hidrasi, yaitu pemberian cairan parenteral (infus), atau minum yang
banyak.
> Terapi simptomatis untuk gejala flu, seperti analgetika/antipiretika,
dekongestan, antitusif.
> Amantadine/Rimantadine (obat penghambat hemaglutinin) diberikan pada awal
infeksi, sedapat mungkin dalam 48 jam pertama selama 3-5 hari dengan dosis
5mg/kgBB/hari dibagi dalam 2 dosis. Bila berat badan > 45 kg diberikan 100
mg 2 kali sehari. Pada orang lanjut usia dan penderita penurunan fungsi hati
atau ginjal dosis harus diturunkan.
> Oseltamivir (obat penghambat neuraminidase) diberikan untuk anak < 15 kg
adalah 30 mg 2 kali sehari; berat badan >15--23 kg adalah 45 mg 2 kali
sehari; berat badan >23--40 kg adalah 60 mg 2 kali sehari; dan berat badan
>40 kg adalah 75 mg 2 kali sehari. Dosis untuk penderita berusia > 13 tahun
adalah 75 mg 2 kali sehari. Harus diberikan dalam waktu 36 jam setelah onset
influenza. Pemberian dilakukan selama 5 hari.
> Foto toraks ulang
> Laboratorium
> Pada kasus dengan respiratory distress, maka dilakukan pengobatan sesuai
prosedur RDS sebagimana lazimnya, dan penderita dimasukkan ke ruang
perawatan intensif (ICU).
> Selanjutnya dapat dirawat di ruang perawatan biasa, jika:
> Hasil usap tenggorokan negatif dengan PCR atau biakan
> Setelah hari ke 7 demam, KECUALI
> Demam berlanjut sampai 7 hari à sesuai pertimbangan dokter yang merawat à
penanganan adalah kasus demi kasus

13. KRITERIA MERAWAT DI ICU

> Frekuensi napas lebih dari 30 kali/menit (pada anak > 40 kali/menit)
> Dispnu (sesak napas)
> Ratio PaO2 / FiO2 < 250
> Foto Toraks: penambahan infiltrat > 50%, atau mengenai banyak lobus paru.
> Tekanan Sistolik < 90 mmHg, tekanan diastolik < 60 mmHg.
> Membutuhkan ventilator mekanik
> Syok septik
> Membutuhkan vasopressor (dopamin/dobutamin) > 4 jam
> Fungsi ginjal memburuk (serum kreatinin > 4 mg/dl).

> Tata laksana penerimaan penderita di ruang perawatan intensif (ICU):
> Pemberitahuan penderita masuk diperoleh perawat jaga ICU dari dokter jaga
di triase/IGD, dokter jaga isolasi rawat inap, dokter jaga konsulen sesuai
indikasi / anjuran.
> Perawat ICU memberi tahu dokter konsulen ICU
> Perawat ICU mempersiapkan tempat tidur dan peralatan serta respirator jika
diperlukan
> Perawat ICU melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital.
> Penanganan penderita dilakukan bersama-sama oleh dokter konsulen ICU dan
dokter spesialis penyakit dalam/paru atau spesialis lainnya jika diperlukan.

14. PEMULANGAN PENDERITA RAWAT INAP DAN FOLLOW-UP

14.1. PULANG KERUMAH (indikasi pulang perawatan)
> Penderita tidak demam selama 72 jam.
> Tidak batuk.
> Perbaikan foto toraks.
> Laboratorium yang sebelumnya abnormal menjadi normal kembali.
14.2. FOLLOW UP (TINDAK LANJUT) :
> Penderita rawat inap yang telah pulang ke rumah diwajibkan untuk melakukan
follow-up di Poliklinik Penyakit Paru/Penyakit Dalam/Penyakit Anak/Instalasi
Rawat Darurat.
> Pemeriksaan ulang/kontrol dilakukan satu minggu setelah pulang,
pemeriksaan kontrol dilakukan foto toraks dan uji lain yang abnormal.

15. PENANGANAN JENASAH PENDERITA FLU BURUNG

> Seluruh petugas pemulasaran jenasah harus mempersiapkan standar universal
precaution.
> Jika diperlukan untuk memandikan jenasah atau perlakuan khusus terhadap
jenasah maka hanya dapat dilakukan oleh petugas khusus dengan tetap
memperhatikan standar universal precaution.
> Jenasah penderita flu burung ditutup dengan bahan yang terbuat dari
plastik (tidak dapat ditembus oleh air). Dapat juga jenasah ditutup dengan
bahan kayu atau bahan lainnya yang tidak mudah tercemar
> Jenasah tidak boleh lebih dari 4 jam disemayamkan di dalam pemulasaran
jenasah.

16. PENCEGAHAN

> Orang yang berisiko mendapat flu burung atau yang terpajan harus mendapat
pencegahan dengan oseltamivir 75 mg dosis tunggal selama 1 minggu.
> Jika vaksin untuk flu burung ini telah tersedia, dapat diberikan pada
orang yang berisiko:
> Semua orang yang diduga kontak dengan unggas atau peternakan unggas yang
terinfeksi dengan avian influenza (H5N1), terutama:
a. orang yang bertugas memisahkan unggas yang sakit atau yang terlibat dalam
pemusnahan unggas, dan
b. orang yang hidup dan bekerja di peternakan unggas dimana telah dilaporkan
terdapat/dugaan H5N1 atau di tempat pemisahan.
> Tenaga kesehatan yang menangani kasus influenza H5N1 pada manusia.
> Tenaga kesehatan yang bekerja pada sarana pelayanan darurat di daerah
terjadinya influenza H5N1 pada burung.

17. KEWASPADAAN UNIVERSAL STANDAR

> Cuci tangan
Cuci tangan dilakukan di bawah air mengalir dengan menggunakan sabun dan
sikat selama kurang lebih 5 menit, yaitu dengan menyikat seluruh permukaan
telapak tangan maupun punggung tangan.
Hal ini dilakukan sebelum dan sesudah memeriksa penderita.
> Pakaian yang digunakan adalah pakaian bedah atau pakaian sekali pakai.
> Memakai masker N95 atau minimal masker bedah.
> Menggunakan pelindung wajah / kaca mata goggle (bila diperlukan)
> Menggunakan apron/gaun pelindung
> Menggunakan sarung tangan
> Menggunakan pelindung kaki (sepatu boot).




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help tsunami villages rebuild at GlobalGiving. The real work starts now.
http://us.click.yahoo.com/T8WM1C/KbOLAA/E2hLAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke