abdi teu terang niat jalmi, ngan niat teh bakal nangtukeun hade gorengna...
 
tapi abdi mah husnudon weh ka aa gym.... tapi insaalloh ari aa gym mah...
 
 
sagala perkara ge gumantung kana kamampuanna..... panginteun -ari tos kajantenan kitu mah- insaalloh aa gym tiasa nandanganna..... mugi2 weh atuh, da tadina ge niatna sae..... eh nya bakal ngengingkeun kasaean deui.....
 
memang ari godaan mah ka saha wae bakal tumiba...
 
panuju pisan aa gym mah netral... insaalloh..
 
ayeuna mah jejerna: nyandak hikmah sanes nu lain2..... pikeun mahasiswa atuh sae daya kritisna masih keneh hirup.... saha deui atuh nu bakal mentog pamarentah iwal ti mahasiswa nu kasep oge pinter lin?... tah nu kieu mahasiswa !!..
 
oge ayeuna mah kumaha carana - ngadumaniskeun/ nyesuaikaeun- antara somasi eta sareng aa gym...oge mahasiswa..
 
nya eta mah operasional diatur kumaha saena.... ulah garihal tur anarkis pan siswa-maha.
 
 
mangga A... insaalloh aa tiasa....
 
melak bonteng bakal jadi bonteng ngan kedah nyaluyukeun sareng "kaayaan aheng" kieu...
 
bajing ge teu salawasna tiasa  lumpat dina dahan kalapa.. nya aya tisoledatna...
 
nu aya mah silih hampura komo keur susah kieu....mari bejoang sami2...peun..
 
mangga...
 
wassalam ww.
 
 
 
 
 


MRachmat Rawyani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Aya serat kanggo Aa Gym, kanggo pieunteungeun urang
sadaya, mugi aya mangpaatna.

baktos,

mrachmatrawyani.



Yth KH Abdullah Gymnastiar

Bismillâhirrahmânirrahîm
Assalâmu'alaikum Warahmatullâhi Wabarâkâtuh,

Bagaimana kabarnya Aa ?.
Semoga Aa dan keluarga dalam keadaan sehat wal afiat,
dan tidak ikut
mengantri minyak tanah ataupun premium apalagi
pertamax, seperti rakyat
kebanyakan.

Aa yang dimuliakan Allah,
Saya termasuk orang yang sering menikmati ceramah Aa.
Di televisi, radio ataupun rekamannya. Tulisan-tulisan
Aa juga sering
saya baca.
Ceramah Aa itu ringan, enak disimak dan menyejukkan. .
Sampai-sampai banyak kaum non-muslim yang juga ikut
mengagumi Aa. Bahkan
teman-teman di Jaringan Islam Liberal juga menjadikan
dakwah Aa sebagai
teladan.
Kata mereka, dakwah Aa sejuk tidak 'brangasan' seperti
FPI ataupun MUI
yang mengeluarkan fatwa yang membakar jenggot mereka.
Aa memang bisa merangkul banyak kalangan.


Tapi beberapa hari ini saya bingung dengan sikap Aa.
Itu terjadi setelah saya menyimak sebuah iklan layanan
masyarakat (?)
tentang BBM; mungkin tepatnya layanan pemerintah; yang
memakai Aa
sebagai narasumber.

Di tengah gejolak menolak kenaikan harga BBM, Aa
meminta rakyat tetap
bersabar dan mau berkorban.

Mungkin Aa mau bercerita behind the scene,
apakah naskah yang Aa baca itu pesanan pemerintah,
atau Aa sendiri memang menyampaikannya dari lubuk hati
Aa yang paling
dalam ?.

Terus terang iklan itu buat saya jadi tidak
menyejukkan.
Iklan itu terlalu menyederhanakan masalah; apa iya
kenaikan BBM cukup
dihadapi dengan bersabar ?.

Saya percaya Aa juga ikut menyimak dari koran dan
televisi ihwal
kesusahan rakyat akibat kenaikkan BBM.
Sebelum BBM naik saja, rakyat sudah menderita. Ibu-ibu
mengantri
berjam-jam hanya untuk bisa membeli 5 liter minyak
tanah. Tetangga saya,
seorang pedagang pecel dan gorengan, harus berkeliling
ke beberapa RW,
menggapai dari pengecer ke pengecer untuk mendapatkan
satu jerigen saja
untuk keperluan dagang. Ketika ada harganya pun sudah
2 ribu rupiah
perliter. Ia terpaksa membeli, kalau tidak berarti tak
ada dagangan dan
tak ada pemasukan.

Aa yang budiman,
Saya juga percaya Aa tahu bahwa kalau harga BBM naik
itu berarti
mendongkrak harga barang-barang yang lain.

Tarif angkutan sudah pasti naik. Tidak
tanggung-tanggung, ORGANDA minta
menaikkan tarifnya 40 persen. Ongkos angkot yang jarak
dekat, semula
Rp.1.200,- menjadi Rp.1.700,-.
Beras, misalnya, sudah melejit jauh sebelum pengumuman
kenaikan BBM.
Belum lagi listrik.
Mungkin Aa baca kalau tahun depan PLN sudah akan
menaikkan tarif listrik
secara berkala.
Itu semua berarti pengeluaran tambahan, sementara
pendapatan rakyat
belum tentu bertambah.
Artinya, jumlah orang miskin akan terus bertambah.
Seperti kata Pak Alwi Shihab, Menko Kesra RI, jumlah
orang miskin
bertambah.

Sementara itu dana kompensasi BBM yang dikucurkan
pemerintah Aa tahu
sendiri kan, gimana jadinya ?.
Sudahlah tak memadai juga tidak menjangkau semua orang
fakir miskin.
Saya bingung, bagaimana satu keluarga bisa hidup
dengan tambahan uang
sebesar 100 ribu rupiah perbulan ?.
Sekedar cerita, ada tetangga saya yang benar-benar
mengandalkan hidup
dari dana kompensasi itu karena suaminya sudah tak
bekerja lagi. Kalau
dihitung-hitung, berarti keluarga itu harus hidup
dengan uang sebesar 3
ribu rupiah perhari. Itu sama dengan satu kali jatah
makan saya di
warteg yang sederhana. Menunya nasi sepiring, 2 potong
tahu, sayur, dan
2 potong gorengan.
Kalau di Dapur Teteh entah bisa dibelikan apa uang
sebesar itu.

Aa juga tahu kan anak-anak harus sekolah. Karena
muslim tak boleh bodoh
dan malas.
Tapi bagaimana bisa menyekolahkan anaknya kalau uang
tak ada ?.

Dana BOS dari pemerintah hanya cukup dipakai membayar
SPP.
Lalu bagaimana dengan seragam sekolah, alat-alat
tulis, tas, dan
buku-buku pelajaran. Itu susah untuk terbeli.

Aa juga pasti tahu kan kalau para guru rajin betul
menjual aneka buku
pelajaran kepada para murid.
Alasannya untuk menambah kesejahteraan mereka.

Belum lagi kalau sakit, A, berat.
Memang ada jaminan kesehatan bagi keluarga miskin.
Tapi bagaimana kalau yang sakit parah, harus opname,
obat-obatnya mahal.
Apakah ada jaminan dari pemerintah ? Bagaimana juga
kalau yang sakit adalah tulang punggung keluarganya,
sang ayah ?.
Siapa yang harus mencari nafkah dan siapa yang harus
menemani sang ayah
di rumah sakit ?.

Saya bersyukur Allah masih berkenan memberi saya
kecukupan rizki, sama
seperti kepada Aa (malah mungkin rizki Aa lebih baik
dari saya).
Ketika BBM dan segala lainnya naik, saya berusaha
bersabar dan hidup
(makin) berhemat.
Tapi buat tetangga-tetangga saya yang miskin, mereka
bingung A, apa yang
mau dihemat ?.

Maka apa cukup menghadapi kenaikan BBM dengan
bersabar, A ?.
Bukankah rakyat harus tahu kenapa kita yang katanya
kaya minyak kok
harus menjual BBM dengan harga mahal ?.
Kenapa juga kaya minyak kok harus mengimpor minyak ?.
Dulu sewaktu Pertamina kaya raya kok rakyat tidak
merasakan sejahtera,
ya A ?.
Tapi begitu pailit (itu juga katanya) rakyat diajak
"bersabar dan
berkorban", seperti anjuran Aa.

Kalau kepala kita benjol kejedot pintu bersabar adalah
jawabannya.
Tapi bagaimana kalau benjolnya karena dipukul orang,
padahal kita tak
bersalah ?.
Rasanya kita harus menuntut keadilan atas pemukulan
tersebut ya, A ?.
Karena kan sabar itu bukan berarti diam dan pasrah,
tapi juga menuntut
hak kita.

Kata Imam an-Nawawi dalam kitab Riyadush Shalihin bab
Sabar; saya
percaya Aa sering membacanya;
sabar itu ada tiga macam; sabar, menghadapi musibah,
sabar menghadapi
kemaksiatan, dan sabar mengerjakan ketaatan.

Nah, menghadapi pemimpin yang suka memiskinkan rakyat
termasuk sabar
menghadapi kemaksiatan ya, A ?.
Artinya, rakyat harus menuntut hak-hak mereka yang
sudah dihalangi oleh
pemerintah.

Pak Revrisond Baswir yang ekonom pernah menulis
artikel Mengapa
Masyarakat (Perlu) Menolak Kenaikan BBM ?.
Beliau bilang alasan kenaikan harga BBM yang diberi
pemerintah kepada
masyarakat itu manipulatif dan menyesatkan.

Ih, ngeri betul ya A ada orang yang suka bohong,
apalagi membohongi
rakyat.
Kata beliau salah satu alasan kenaikan harga BBM
adalah untuk
liberalisasi ekonomi.

Menurut beliau negara Indonesia sudah terikat
perjanjian dengan IMF
untuk melaksanakan konsensus Washington, untuk
menjalankan ekonomi
liberal.
Sebagai unsur dari agenda Konsensus Washington, tujuan
utama kebijakan
peniadaan subsidi BBM pada dasarnya adalah untuk
memperbesar peranan
mekanisme pasar dalam penyelenggaraan perekonomian
Indonesia.

Pada tahap selanjutnya, sejalan dengan dilakukannya
unbundling
PT.Pertamina, sebagaimana terungkap dalam Undang
Undang (UU) Minyak dan
Gas No. 22/2001, kebijakan tersebut diharapkan dapat
merupakan insentif
bagi para investor pertambangan untuk menanamkan modal
mereka di
Indonesia.

Sebagaimana diketahui, sudah sejak lama
perusahaan-perusahaan
multinasional yang bergerak dalam bidang pertambangan
minyak dan gas,
seperti Exxon Mobil, Chevron Texaco, BP Amoco Arco,
Total Fina Elf, dan
Shell, sangat berhasrat untuk memperluas wilayah kerja
mereka di
Indonesia.

Padahal, sesuai dengan UU Pertambangan Minyak dan Gas
No. 44 Prp/ 1960
dan UU Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi
Negara No. 8/1971,
perusahaan-perusahaan multinasional tersebut hanya
diperkenankan
berperan sebagai kontraktor dalam proses eksplorasi
minyak dan gas di
Indonesia.

Itu artinya, kenaikkan harga BBM akan memuluskan
neokolonialisme.

Ih, masa iya kita masih mau dijajah ya, A ?.

Masih kata Pak Revrisond, subsidi apapun yang
diberikan pemerintah
selama ini banyak yang salah sasaran.
Solusinya bukan menghilangkan subsidi secara total,
tapi melakukan
koreksi sistematis atas mekanisme subsidi tersebut.
Logika yang dipakai Pak Revrisond, apakah karena dalam
pemerintahan
banyak korupsi lalu kita bubarkan pemerintahannya ?.
Jawaban Aa kira-kira bagaimana ?.

Pak Revrisond juga bilang kalau negara ini sebenarnya
masih surplus uang
hasil penjualan minyak.
Proyeksi impor migas Indonesia katanya US$ 11, 3
milyar sedangkan ekspor
migasnya malah lebih besar, US$ 19,7
milyar.
Berarti kan masih ada untung, ya A ?.
Kok bisa dibilang tekor sih ?.

Aa yang berhati mulia,
Rasanya rakyat sudah kelewat bersabar, malah cenderung
cuek.
BBM mau naik berapapun rakyat akan terima, meskipun
mereka tahu hidup
mereka bakal makin susah.
Yang berdemo kan cuma mahasiswa.
Wakil rakyat saja juga setuju kenaikan harga BBM,
termasuk dari
partai-partai Islam yang menjanjikan keadilan dan
kesejahteraan.
Jadi anjuran bersabar dari Aa saya khawatirkan malah
menyinggung hati
rakyat miskin.
Dianggap selama ini nggak bersabar, padahal mereka
punya stok kesabaran
yang masya Allah.
Kalau cacing saja diinjak menggeliat, tapi orang
Indonesia malah pasrah.

Aa, menurut saya anjuran sabar itu ada baiknya
ditujukan kepada
presiden, menteri-menteri dan pejabat negara juga
wakil rakyat.
Ajaklah mereka bersabar untuk tidak menaikkan harga
BBM apalagi meminta
kenaikan gaji, atau ingin ngelencer ke daerah atau
keluar negeri.
Minta juga mereka untuk bersabar tidak melakukan
korupsi dan mau
bagi-bagi uang kepada rakyat.
Waktu mereka minta kenaikkan gaji sebenarnya umat
ingin mendengar
teguran Aa supaya para pejabat itu malu pada diri
sendiri dan bisa
menjaga hati.

Aa yang ganteng,
Dalam iklan itu Aa juga minta rakyat berkorban.
Saya lagi-lagi bingung, apa lagi yang mau dikorbankan
?.
Soalnya hidup saja sudah susah.
Ada tetangga saya yang tidak mampu beli beras miskin
(raskin) padahal
harganya hanya seribu rupiah perliter. Ada supir
angkot yang curhat pada
istri saya bahwa ia harus minjem beras 3 liter untuk
makan keluarganya.
Ada juga tetangga ibu saya yang hampir tiap hari
minjem beras pada
tetangga untuk makan.
Jadi, buat rakyat miskin, apa lagi yang harus
dikorbankan, A ?.

Apakah perasaan dan harapan yang kini hanya itu yang
mereka punya juga
harus ikut dikorbankan ?.
Maksudnya, mereka tidak usah berharap bisa hidup
sejahtera di dalam
negeri yang alamnya kaya raya ini ?.
Mohon diterangkan pada kami yang bodoh ini A.

Apa sebaiknya anjuran berkorban itu ditujukan kepada
para pejabat
negara, A ?.
Karena hidup mereka kan selalu makmur. Para pejabat
itu kan banyak yang
hidup dari fasilitas negara.
Mereka tidak terlalu pusing soal harga BBM naik, toh
mereka ada jatah
dari negara.
Rasanya mereka itu yang pantas berkorban untuk rakyat.

Cobalah Aa dengan tim MQ membuat iklan layanan
masyarakat yang
menghimbau pejabat untuk berkorban, rela dipotong
gajinya untuk
disumbangkan kepada fakir miskin, tidak memakai
fasilitas negara kecuali
untuk urusan dinas.

Kalau kami yang bicara rasanya tidak terlalu didengar.
Kami hanya bisa
berdemo dan berdoa.
Tapi Aa kan bisa bicara seperti itu di televisi, di
radio dan menulis di
buku.

Aa Gym yang pandai menjaga hati,
Saya pernah membaca sebuah hadits dari Imam
ath-Thabrani yang berbunyi,
"Barangsiapa yang melihat penguasa yang zhalim, yang
menghalalkan apa
yang diharamkan Allah, melanggar janji Allah dan
menyalahi RasulNya,
berbuat kejam dan aniaya terhadap hamba-hamba Allah
dengan
sewenang-wenang dan ia tidak mau mengubah dengan
kata-kata dan
perbuatan, maka pantaslah Allah memasukkannya ke
tempat yang telah
disediakan Allah baginya (neraka)".
Imam at-Tirmidzi juga meriwayatkan, "Akan datang
penguasa fasik dan
zhalim, maka barangsiapa percaya kepada kebohongannya
dan membantu
kezhalimannya, maka dia bukan dari golonganku dan aku
bukan dari
golongannya, dan dia tidak akan masuk surga".

Wah, ngeri ya A ?.
Bagaimana dengan pemerintah RI ini ?.
Kata mantan Menko Ekuin dan Ketua Bappenas Kwik Kian
Gie, yang namanya
subsidi BBM sebenarnya tak pernah ada.
Artinya itu bohong. Bagaimana ini A ?.
Lalu apa pantas ya A para pejabat negara ini hidup
makmur dengan
penghasilan yang berlimpah plus fasilitas negara,
sedangkan rakyatnya
banyak yang miskin. Malah ada yang busung lapar. Itu
namanya zhalim kan,
ya A.
Betul begitu kan ?.
Mohon dikoreksi bila salah.

Saya terus terang jadi ngeri kalau termasuk ke dalam
golongan yang
disebut dalam dua hadits di atas.
Sudahlah amal ibadah saya banyak cacatnya, ditambah
membantu kezhaliman
lagi.
Amit-amit, na'udzubillahi min dzalik.

Aa Gym yang tinggal di Bandung,
Sebenarnya saya mau menulis banyak kepada Aa.
Tapi saya sudah ngantuk dan capek memikirkan perilaku
para pemimpin di
negeri ini.
Mereka itu merasa pelayan rakyat atau pemilik negara
ini, ya A ?.
Kalau pelayan seharusnya berusaha mensejahterakan
rakyat, bukannya
menambah kesengsaraan rakyat.

Saya berharap Aa senang menerima surat ini, tidak
tersinggung, apalagi
merasa digurui.
Kalau ada sesuatu yang dirasa menyinggung hati Aa
anggaplah itu bagian
amar ma'ruf nahi mungkar.
Karena katanya sekarang banyak dai yang lebih senang
amar ma'ruf
(menyuruh orang berbuat baik) tapi segan ber-nahi
mungkar alias mencegah
kemungkaran.
Karena memang nahi mungkar itu berat, ya A ?.

Orang bisa tersinggung kalau dibilang mungkar.
Padahal seperti kata Aa kita tidak boleh menyinggung
hati orang dalam
berdakwah.
Tapi saya susah melakukan itu. Apalagi kalau melihat
pemimpin yang bebal
dan suka membodohi rakyat. Huh hati saya panas.

Ah, sudah dulu ya A saya mohon pamit.
Sekali lagi mohon maaf atas kelancangan surat ini.
Salam untuk keluarga dan seluruh santri Darut Tauhid.

Kapan-kapan saya ingin menjajal makanan di Dapur Teteh
yang katanya enak
itu, tapi kalau ada uang. Soalnya saya biasa makan di
warteg dekat
kantor. Murah, seporsi hanya 3 ribu sampai 5 ribu
rupiah. Lebih dari itu
rasanya berat buat saya, dan nggak tega melihat orang
makin susah di
jaman ini.
Ah, sudah dulu, nanti nggak ada habisnya.

Jazakallah khairan katsira.
Wassalâmu'alaikum Warahmatullâhi Wabarâkâtuh

M. Iwan Januar
***
Surat Terbuka Untuk Aa Gym
hayatulislam.net
Publikasi 03/10/2005



           
__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com


Yahoo! for Good
Click here to donate to the Hurricane Katrina relief effort.

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




SPONSORED LINKS
Corporate culture Business culture of china Organizational culture
Organizational culture change Organizational culture assessment Jewish culture


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke