Baraya urang du'keun kusarerea mudah-mudahan ieu panemu teh sing ditanggapi ku pamarentahan urang tur geuwat aya anu ngarealisasikeunnana sugan bae atuh lamun harga diesel muri balik deui ka Rp. 3.500 /liter mah harga salapan bahan pokok teh bisa tarurun deui.
 
Cag ah,
--WAG--
 
Sirsak dan Srikaya Bisa Dijadikan Biodiesel

Bogor, 10 Oktober 2005 14:52
Direktur Eksekutif Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI) Dr Ir Didiek Hadjar Goenadi, MSc, APU mengungkapkan, untuk mengatasi krisis BBM, pihaknya mengembangkan bahan bakar alternatif berupa biodiesel.

Menurutnya, selain kelapa sawit dan jarak pagar, biodiesel bisa memanfaatkan buah sirsak, srikaya, kapuk dan kelapa.

"Salah satu keunggulan Indonesia adalah kemampuannya menghasilkan BBM yang bisa ditanam, yakni Biofuel. Biodiesel dan Bioetanol, kedua bahan bakar ini dihasilkan dari berbagai tanaman yang ada di Indonesia. Dengan kemampuan seperti itu, maka tidak ada alasan untuk tidak mengembangkan energi biodiesel ini," kata Didiek, Senin di Bogor.

Berkaitan dengan terus dikembangkannya biodiesel menjadi bahan bakar altenatif pengganti BBM, kata dia, pihaknya bekerja sama dengan Litbang Departemen Pertanian (Deptan), bulan lalu mengadakan "Round Table Discussion" tentang Biodiesel.

Ia mengungkapkan bahwa biodiesel ini adalah bahan bakar cair yang diformulasikan khusus untuk mesin diesel yang terbuat dari minyak nabati (bio-oil), tanpa perlu memodifikasi mesin dieselnya. Untuk pemakaian biodiesel ini, bisa "pure Biodiesel" maupun sebagai bahan substitusi pada petrodiesel, dengan campuran antara 5 sampai 20 persen.

"Berbagai kendaraan, mulai dari truk, bus, traktor, hingga mesin-mesin industri bisa menggunakan bahan bakar biodiesel ini," katanya.

Bahkan, menurut dia, sebuah mobil Toyota Innova keluaran terbaru, dengan mesin commond real-nya pun bisa menggunakan Biodiesel ini.

Salah satu mobil Toyota Innova milik para peneliti memperlihatkan bahwa sudah mampu menempuh jarak 9.195 km dengan menggunakan bahan bakar biodiesel.

Pada "round table discussion" lalu, tidak berbeda dengan penjelasan Diediek Hadjar Goenadi, seorang peneliti dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Tjahjono Herawan juga mengungkapkan berbagai kelebihan yang dimiliki biodiesel ini.

Menurut dia, biodiesel ini mampu mengurangi emisi CO, PM dan yang pasti bebas sulfur.

Dibandingkan dengan solar, emulsi buang biodiesel ini jauh lebih bagus, dan hal ini disebabkan biodiesel tidak mempunyai sulfur dan karbon oksida.

Untuk biodiesel 100, menurut Tjahjono, 100 persen ramah lingkungan. Sedangkan untuk biodiesel 10, itu tergantung pada kualitas solarnya.

"Biodiesel ini sudah diujicobakan pada berbagai kendaraan. Mulai dari Panther, truk Mitsubishi, Dyna hingga Toyota Innova dengan mesin commond real-nya. Dengan kecepatan konstan, konsumsi bahan bakar biodiesel dan solar hampir sama," kata Tjahjono.

Sementara itu, Sekjen Forum Biodiesel Indonesia, Bambang Tribudiman mengungkapkan bahwa untuk masalah harga, biodiesel lebih murah dibandingkan dengan solar.

Untuk harga solar industri, per liternya Rp 5.300 (sebelum kenaikan BBM per 1 Oktober 2005) sedangkan untuk harga biodiesel murni, hanya Rp 3.500 per liter.

Selain itu, kelebihan lainnya adalah biodiesel bisa diproduksi secara industri rumahan (home industry), dengan menggunakan mesin esterifikasi. [TMA, Ant]


kamurer <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


kumincir wrote:
> Poekeun sigana mah juragan persiden teh... ceuk uing mah mending
> langsung bae dipake memener sarana2 sakola dasar...
>

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke