Punten pisan teu disundakeun. Mugi aya mangpaatna


If the Prophet had merely given food to the beggar, he
would have been training the beggar to be a beggar; by
giving him some advice and capital instead, he
assisted the beggar to become self reliant. 

Krisis moneter dan ekonomi yang di Indonesia sejak
Juli 1997 belum sirna. Dampaknya terus menerpa
masyarakat. Kenaikan harga BBM 1 Oktober 2005 adalah
puncak segala nestapa itu.

Negeri yang kaya sumber daya alam, termasuk BBM,
dililit masalah. Daya beli dan kualitas hidup
masyarakat merosot. Untuk mengatasi kesulitan hidup
warga miskin, pemerintah menyediakan dana kompensasi
BBM Rp 17,8 triliun.

Tahu ada kompensasi BBM minat masyarakat untuk
mengklaim diri â?miskinâ? melonjak. Data terakhir,
jumlah penduduk miskin di Indonesia 15,5-15,7 juta
orang.

Isu kemisk
inan

Tingginya indeks kebutuhan pokok hari-hari ini membuat
pemerintah dan masyarakat bingung. Pemerintah
khawatir, bagaimana menjamin dana kompensasi BBM benar
tiba di tangan warga yang berhak, tanpa diselewengkan.

Pada sisi lain ada disparitas angka orang miskin yang
tidak pernah sinkron di negeri ini. Apabila kedua
faktor ini harus diartikulasikan, pemerintah tidak
seluruhnya mendalami akar persoalan yang dialami
warganya.

Selisih angka orang miskin berdampak signifikan pada
alokasi anggaran dan akuntabilitas penggunaan dana
negara. Tetapi, hal yang perlu dicermati adalah
mestikah pemerintah terus menjadi Sinterklas?

Sindrom ketergantungan

Sindrom ketergantungan (dependency syndrome) ialah an
attitude and belief that a group cannot solve its own
problems without outside help. It is a weakness that
is made worse by charity.

Sindrom yang menempel pada penerima bantuan adalah
kapan bantuan serupa tiba, berapa jumlahnya. Hal ini
disebabkan mindset penerima bantuan tidak terfokus
pada potensi diri, tetapi lebih terarah kepada uluran
tangan agen-agen pembangunan.

Membantu orang tidak berdaya secara berkelanjutan
identik dengan merusak mentalitas dan cara memahami
hidupnya. Dengan demikian, apakah kriteria bagi orang
miskin Indonesia itu (standar BPS atau BKKBN), yang
dioperasionalisasikan di era Orde Baru, masih relevan
saat ini?

Kita memakai ukuran yang tidak pas dengan realitas
sosial ekonomi masyarakat, justru merusak orientasi
nilai penerima bantuan sendiri. Yang memprihatinkan,
apakah kriteria orang miskin pernah direvisi,
sementara tingkat inflasi dan perubahan harga serba
meroket.

Jika tolok ukur ini tidak relevan, bantuan akan
meleset dari target sebab data-data baru itu
representatif. Pihak Bappenas dan instansi terkait
bertanggung jawab mengevaluasi validitas tolok ukur
kemiskinan, sebelum paket bantuan digulirkan.

Bantuan lebih baik tidak dalam bentuk uang, tetapi
program sebab sifatnya permanen. Dari cara mendata,
menjustifikasi data-data sensus, kesudahannya membuat
analisis mengenai kemiskinan bertambah problematik.
Sebab jika benar 15,5-15,7 juta orang miskin itu ada,
derajat pemahaman seperti apakah kemiskinan dan orang
miskin perlu dituangkan dalam komposisi strategi
nasional yang utuh.

Terkesan hingga kini, kemiskinan selalu ditautkan
materi. Yang paling dasar dan harus cepat dibenahi,
mentalitas miskin, baik karena kebijakan negara,
lingkungan, keluarga, dan masyarakat. Simtom
kemiskinan selama ini diperlakukan merata dan
terapinya seragam, dari Sabang hingga Merauke.
Pola-pola pendekatan ini belum berubah. Sayang, saat
krisis ekonomi melanda, kebijakan klasik serupa masih
dipertahankan.

Martabat bangsa

Ilustrasi tentang The Prophet and the Rope mungkin
bisa mencairkan kebuntuan paradigma, pemberian dana
kompensasi BBM per keluarga miskin Rp 100.000 ialah
kelanjutan model karitas; berdampak permanen pada
mentalitas masyarakat.

Batu penjuru kekuatan sebuah bangsa terletak pada,
bagaimana mengilhami prinsip hidup memberdayakan
potensi warga. Godaan yang membahayakan, jika bantuan
justru menciptakan ketergantungan dan terkonstruksinya
mental pengemis. The dignity of the nation is really
under threat, kata cerdik pandai.

Penulis : John Haba (PMB LIPI)
Sumber : Kompas (4 Oktober 2005) 



Baktos Ti Pribados, 
Runa Inawan - KUSnet

http://inawan.blogs.friendster.com
[email protected]
www.urang-sunda.or.id
[EMAIL PROTECTED]
"Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan 
kata-kata yang lemah lembut"(Umar bin Khattab) "





__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam  
http://id.mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help tsunami villages rebuild at GlobalGiving. The real work starts now.
http://us.click.yahoo.com/T8WM1C/KbOLAA/E2hLAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke