Duh!!! aya-aya bae. Seueur pisan nu resep ngageunjleungkeun
atuh nya! Padahal naon untungna pikeun maranehna. Ayeunamah, tamengna
sewang-sewangan bae. Sing pada kiat!!
Aldo Desatura <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
saha nu ti paseh tadi
teh????............
Diduga Terkait Kelompok Patenggeng
MUI Sumedang Kaji Ajaran
Husnul Huluq
Warga Padanaan Antisipasi Serangan
Nuri, "Ajaran
Husnul Huluq tidak Menyimpang dari Islam"
SUMEDANG, (PR).-
Sejak
Jumat pekan kemarin, hingga Rabu (23/11), sejumlah warga di
Desa
Padanaan, Kec. Paseh, Kab. Sumedang, menjadi hati-hati
menerima
orang-orang luar tak dikenal. Bahkan, sejumlah masyarakat
Desa
Padanaan terkesan seperti tengah bersiaga mengantisipasi
kemungkinan
adanya serangan dari orang luar.
RERUNTUHAN bangunan
bambu bekas padepokan kelompok Majelis Taklim
Husnul Huluq, di Kp.
Citatah Ds. Padanaan Kec. Paseh Kab. Sumedang
masih dibiarkan berantakan
hingga Rabu (23/11). Padepokan tersebut
dibongkar ratusan warga, Jumat
(18/11) karena dicurigai
menyimpang.*NURYAMAN/"PR"
Sikap siaga dan
kehati-hatian sebagian masyarakat Desa Padanaan dalam
beberapa hari
terakhir, menurut Kepala Desa Padanaan, Toto Supriatna,
dan seorang tokoh
masyarakat Enceng Supriatna (67), terkait dengan
telah dibubarkannya
kelompok Majelis Taklim Husnul Huluq di Dusun
Citatah, Desa Padanaan,
pekan kemarin.
"Masyarakat di sini, sampai sekarang menjadi sangat
waspada dan
hati-hati menerima kedatangan orang luar yang belum dikenal.
Mereka
khawatir, kelompok Husnul Huluq yang telah dibubarkan dan
padepokannya
(bangunan tempat aktivitas Husnul Huluq -red.) dibongkar
masyarakat di
sini, tidak terima serta mengundang orang luar menyerang ke
desa ini,"
ujar Enceng Supriatna.
Supriatna dan beberapa warga
Desa Padananan menyebutkan, sempat ada
isu, orang-orang kelompok Husnul
Huluq mengancam akan mendatangkan
orang luar Sumedang ke Desa Padanaan
untuk melawan masyarakat yang
kontra terhadap Husnul
Huluq.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Padanaan yang juga
mengaku
sebagai anggota penasihat Majelis Taklim Husnul Huluq, Drs.
Nuri
Jalaludin menyatakan, pihaknya termasuk para anggota kelompoknya
itu,
tidak pernah ada yang mengungkapkan ancaman seperti
itu.
"Kami sih, sedikit pun tidak memiliki niat melakukan
perlawanan,
apalagi meminta bantuan orang luar. Semua yang telah
terjadi,
sepenuhnya kami serahkan kepada Allah. Jadi, kalau benar ada
ancaman
terhadap masyarakat seperti itu, hanya isu yang tidak benar,"
ujarnya.
Nuri Jalaludin menjelaskan, ajaran Islam yang diyakini
kelompok Husnul
Huluq tidak menyimpang atau berlawanan dengan ajaran
Islam. Nuri
membantah tudingan bahwa kelompoknya mendapat ajaran serta
meyakini
jika semua yang ada di muka bumi milik Allah dan halal atau
boleh
diambil siapa saja. Hal itu tidak pernah diajarkan, diyakini,
apalagi
dilakukan kelompok Husnul Huluq dalam perilaku hidup
sehari-hari.
"Itu hanya isu yang dibesar-besarkan. Awalnya begini, di
tanah wakaf
yang dijadikan padepokan pesantren Husnul Huluq, di Citatah
kan ada
pohon mangga dan kolam yang sebelumnya diurus oleh
seseorang.
Belakangan, setelah tanah wakaf yang ada pohon mangga dan
kolam itu
kami jadikan pesantren, buah mangga dan ikan-ikan di kolam itu
diambil
oleh santri-santri kami," ungkapnya.
Tetapi, lanjutya,
entah siapa awal penebar isunya, akhirnya di
masyarakat Padanaan
berkembang isu, bahwa anggota Majelis Taklim
Husnul Huluq, menghalalkan
mengambil harta kekayaan orang
lain.Padahal, kami mengajarkan mengambil
barang atau harta orang lain,
dosa hukumnya.(A-91)***
Wassallam
" Just because you smart don't think the other
one is stupid ..."