Hirup kang soni...hirup ciamis....hirup kusnet...
--- kamalinaan <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > aya ku reueus poe saptu, jaba bisa datang ka hbh > kusnet di wisma > batan cipanas puncak, jaba kang sony asup rubrik > sosok kompas. hehe.. > > > http://www.kompas.com/kompas-cetak/0511/26/Sosok/2236606.htm > > > "Game" Animasi Sony Rosyan > > > Burung raja udang suka makan ikan. Namun, karena > ikan di sungai > banyak diracun atau disetrum listrik, si burung raja > udang terpaksa > makan buah. Ia pun terbang mencari buah di gua-gua, > seperti Gua > Cukang Taneuh di Ciamis dan Sunyaragi di Cirebon. > > Kisah mini yang mengandung pelajaran pengenalan dan > pelestarian > lingkungan itu terangkum dalam game animasi berjudul > Si Jeknyeh > Kalaparan karya Sony Rosyan. Menurut pria kelahiran > 12 Juli 1965 > ini, jeknyeh adalah nama lokal Sunda untuk burung > raja udang. > > Sony tidak sekadar menempelkan nama lokal Sunda. > Sebab, hampir > keseluruhan permainan animasi itu memang bernuansa > Sunda. Mulai dari > penjelasan hingga perintah, Sony mengusahakan > memakai bahasa > tradisional itu. Termasuk juga nama gua-gua tempat > Si Jeknyeh > berburu buah yang semuanya berlokasi di Jawa Barat. > Untuk musik > pengiring, Sony memakai potongan musik kendang dan > kacapi suling. > > "Tujuan utama saya untuk mengenalkan bahasa Sunda > kepada anak-anak," > kata Sony. Memprogram permainan dalam bahasa Sunda > diawali dari > kegelisahan Sony melihat bahasa tradisi itu mulai > ditinggalkan dalam > percakapan sehari-hari. "Banyak anak tetangga saya > yang tidak bisa > bahasa Sunda. Padahal, mereka asli Sunda," tutur > Sony yang tinggal > di Jalan Sekelimus III No 1A, Bandung. > > Menurut Sony, bahasa adalah bagian budaya yang perlu > dilestarikan > agar tidak punah. Alumnus Pendidikan Ahli Teknik > Telekomunikasi > (sekarang Sekolah Tinggi Teknologi Telkom) tahun > 1989 ini > mengatakan, bahasa tradisional suku mana pun perlu > dilestarikan agar > tidak punah. > > Dari kegelisahan > > Menurut Sony, anak-anak suka meniru dan tidak takut > salah. "Anak > saya bisa menghitung satu sampai sepuluh dalam > bahasa Spanyol gara- > gara nonton Dora The Explorer," kata Sony > mencontohkan efektifnya > belajar bahasa pada usia dini. > > Kegelisahan itu mengantarnya pada suatu pertanyaan: > saya bisa > berbuat apa? "Menulis (sastra Sunda), saya enggak > bisa," kata Sony. > Ia sempat merasa tidak bisa berbuat sesuatu yang > berarti untuk > menjawab kegelisahannya. Namun, Sony punya banyak > teman yang > mendorongnya untuk menggunakan talentanya dalam > melestarikan bahasa > Sunda. > > Jadilah, lelaki yang bekerja sebagai Business > Development Officer di > PT Telkom itu mengawinkan teknologi modern dengan > pernik-pernik > tradisi. Si Jeknyeh Kalaparan dan Wanara Mulung > Sentul adalah dua > game berbahasa Sunda di antara belasan game animasi > karyanya yang > lain. > > Suami Kartika (37) dan ayah dari Aridita Yasmina > Dewi (14), Asarela > Orchida Dewi (12), Aurora Rosena Dewi (6), dan > Audira Gladiola Dewi > (2 bulan) ini belajar animasi secara otodidak. > Imajinasinya terlatih > sejak kecil akibat kegemarannya membaca berbagai > buku cerita dan > komik. "Ketika SMA, saya tergila-gila baca (karya) > Khoo Ping Hoo," > ujar anak nomor tiga dari enam bersaudara ini. > > Perkenalannya dengan komputer membuatnya suka > bereksperimen. Ia > sudah suka mencoba-coba membuat animasi sejak > tersedia program > Lotus, yang jika dibandingkan dengan program-program > sekarang sudah > sangat kuno dan ketinggalan. > > Sebelum menciptakan game animasi berbahasa Sunda, > Sony rajin membuat > game dengan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. > Semula, ia hanya > menyimpan game animasi berbahasa Sunda itu. > Keterlibatannya di > mailing list Komunitas Urang Sunda di Internet > (Kusnet) memberinya > banyak teman yang mendorong agar ia memublikasikan > karyanya. > > Tidak memikirkan hak cipta > > Dalam skala terbatas, Sony pun menunjukkan hasil > kerjanya dan > mendapat tanggapan positif. Salah satunya ketika > Kongres Bahasa > Sunda yang diselenggarakan di bulan Juli tahun ini. > Ia dengan senang > hati memberikan kopi game-nya kepada beberapa teman > tanpa pusing > memikirkan soal hak cipta. > > Selain ia sendiri yang hobi main game, anak-anaknya > pun ketularan. > Baginya, game adalah media yang cukup ampuh untuk > menyampaikan > sesuatu. Ia beralasan bahwa pada dasarnya manusia > suka > bermain. "Pada game ada tantangan, bikin penasaran, > dan pembelajaran > kalah atau menang," kata Sony. > > Karena hanya dikerjakan sebagai pengisi waktu luang, > perlu waktu > berbulan-bulan untuk menyelesaikan satu permainan. > Meski demikian, > ia punya mimpi jika hasil karyanya bisa digandakan > lantas dibagikan > kepada khalayak luas. "Kalau bisa, tidak komersial," > harap Sony. > > Namun, sekali lagi, niat seperti itu sering > terkendala banyak hal, > terutama dana. "Di Indonesia sangat banyak bahan > (cerita), tetapi > kita tidak pintar menyajikannya. Selain itu, > penghargaan terhadap > karya yang sudah ada juga kurang," ujar Sony. > > Hal itu tidak membuatnya berhenti berkarya. Di > kepalanya kini ada > imajinasi untuk menghadirkan gedung-gedung tua di > Bandung lengkap > dengan petanya dalam sebuah game animasi. "Akan > sangat bagus kalau > bisa dikerjakan bersama ahli sejarah dan desain," > kata Sony. > (D06/D11) > > > > > __________________________________________________ Apakah Anda Yahoo!? Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam http://id.mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/0EHolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

