”Reshuffle” Kecewakan Paguyuban Pasundan BANDUNG, (PR).- Tokoh-tokoh masyarakat Sunda yang tergabung dalam Paguyuban Pasundan menyatakan kekecewaannya terhadap hasil /reshuffle/ kabinet. Terutama, dengan dicopotnya Yusuf Anwar dari Menteri Keuangan dan Andung Nitimihardja dari Menteri Perindustrian, dua putra yang "kebetulan" berasal dari Jawa Barat.
Kedua mantan menteri tersebut, dinilai mempunyai kinerja yang tidak kalah baik dengan menteri yang dipertahankan dalam kabinet. Sekalipun belakangan presiden menjelaskan bahwa /reshuffle/ didasarkan pada prinsip /the right man on the right place/, alasan tersebut tidak cukup memuaskan. "Dalam /reshuffle/, presiden terlalu kompromis dengan tuntutan partai yang menjadi mitra koalisinya. Dua menteri asal Jabar tersebut mungkin kurang mendapat /back up/ partai-partainya, jadi harus lengser," ujar Sekjen PB Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.si., di sela-sela acara "Silaturahim Sambung Rasa" Keluarga Besar Paguyuban Pasundan, di Bale Pananjung Bandung, semalam. Menurutnya, keluarga besar Paguyuban Pasundan akan tetap mendukung kedua mantan menteri tersebut, karena selama kiprah mereka secara langsung atau tidak langsung, telah mengangkat harkat dan martabat warga Jawa Barat. Apalagi dicopotnya Yusuf Anwar dan Andung Nitimihardja, bukan berdasarkan buruknya kinerja mereka. Siapa pun paham persoalan krisis ekonomi yang dihadapi Indonesia, bukanlah pekerjaan ringan yang bisa dibereskan dalam waktu setahun. "Mungkin, kedua putra Jabar ini lebih merupakan orang yang tepat, tapi tidak berada dalam waktu yang tidak tepat," katanya. Ditambahkan, kondisi tersebut memberikan pelajaran bahwa masyarakat Sunda harus bersatu dan bahu-membahu, memberikan dukungan terhadap warganya yang tengah "manggung" di arena nasional. Dalam acara yang dipimpin oleh Ketua DPD RI, Ginandjar Kartasasmita, juga dihadiri tokoh-tokoh masyarakat Sunda. Di antaranya, Menteri PPN/Ketua Bappenas Paskah Suzetta, mantan Menkeu Yusuf Anwar, mantan Menperin Andung Nitimihardja, mantan Gubernur Jabar Nuriana, Sekda Pemprov Jabar Setia Hidayat, Wali Kota Cimahi Itoc Tochija, dan Sekretaris Militer Presiden Mayjen Tubagus Hasanudin, dan tokoh PSSI Nugraha Besoes. Selain itu, tampak hadir juga Ketua DPD Golkar Jabar Uu Rukmana, Ketua Kadin Jabar Iwan Dermawan Hanafi, tokoh pengusaha Sutisno, dalang Asep Sunandar Sunarya, Miftah Faridl, juga sesepuh Jabar Popong Otje Djundjunan, dan tokoh-tokoh Jawa Barat lainnya. Menanggapi dukungan moril terhadapnya, Yusuf Anwar mengemukakan rasa terima kasih. Menurutnya, sejak naik menjadi Menteri Keuangan sampai lengsernya, dia merasakan betul dukungan dari masyarakat Sunda. Begitupun mantan Menteri Perindustrian Andung Nitimihardja, menyatakan hal serupa. Menurutnya, masalah dilengserkannya dari jabatan bukanlah hal yang terlalu dipusingkan untuknya. Namun, diakuinya dia merasa terharu dengan dukungan dari masyarakat Jabar. Sementara Paskah Suzetta mengatakan, kiprahnya di nasional, tak lepas dari berbagai dorongan para seniornya. Dia menyebutkan nama beberapa tokoh Sunda, yang menurutnya telah membuatnya bisa berhasil, baik dalam hal bisnis maupun dalam dunia politik. Sementara, Ginandjar Kartasasmita menanggapi anggapan beberapa pihak yang meragukan kompetensi Paskah menjadi Kepala Bappenas, sebagai anggapan orang yang tidak mengenal Paskah. Hal serupa, menurutnya pernah terjadi saat dia menjabat Kepala Bappenas. "Dulu, saya menjadi insinyur pertama menjadi Ketua Bappenas, dan ini banyak dipertanyakan banyak pihak. Biasanya untuk jabatan itu selalu diisi oleh Doktor ekonomi dari Berkeley. Tapi terbukti saya mampu menjalankannya, apalagi seorang Paskah Suzeta yang sudah berpengalaman dalam mengurusi anggaran di Komisi IX dan Komisi XI DPR-RI," katanya. Perhatikan Jabar Acara yang diselingi dengan suguhan bajigur, bandrek, dan penganan khas Sunda lainnya, juga diwarnai dengan ungkapan keinginan agar pemerintah pusat bisa lebih memberi perhatian kepada kepentingan Jabar. Dengan menggunakan ungkapan-ungkapan dalam bentuk lelucon, mereka mengungkapkan kekecewaannya dengan kurangnya perhatian terhadap Jawa Barat. "Alam Jawa Barat itu tadinya subur, sekarang banyak yang rusak. Dan rusaknya itu sebagian besar oleh RI, karena itu sudah sewajarnya jika RI sekarang yang kembali membenahinya," ujar Uu Rukmana. Sementara, Popong Otje Djundjunan menjelaskan arti kata Sunda. Menurutnya, ada 25 arti kata Sunda. Dia menjelaskan 3 arti, pertama Sunda berarti /moncorong/. Maksudnya, orang Sunda selalu memberikan cahaya atau obor pada sekitarnya. Sunda juga berarti putih dan bersih. Artinya bahwa orang Sunda tidak pernah berprasangka buruk kepada orang lain. "/Nu goreng hate mah tong jadi urang Sunda/," ujar Popong. Yang terakhir, Sunda bermakna /alus/ atau bagus. Artinya, apa yang dilakukan oleh orang Sunda hanya demi kebaikan. (A-135/CW-3/CW-4)* ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving. http://us.click.yahoo.com/BrzMLB/EbOLAA/E2hLAA/0EHolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

