Waah, kitu geuning??? ngerakeun !!. Jauh pisan tina kahayang atuh. Ngaronjatkeun bangsa kahareup teh sidik gumantung kana "kualiti" anak bangsa anu bakal jadi penerus. Lamun kitu mah kumaha atuh kilangbara ngamajukeun, malah ngaruksak generasi. Araraneh bae ah?? Mana tanggung jawab salaku pendidik calon-calon penerus anu leuwih alus teh??? Ieu teh bukti yen gelar teu jadi jaminan, lamun moral jigah kitu, pamohalan guru jadi tuntunan. Dasar jaman kiwari??? Ajengan ngarogahala santrina, atuh di depag nyayang koruptor, ayeuna guru anu gelarna pangluhurna kitu tapi ahlakna naudzubillah. Ngisinkeun ah ????.

bagja <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


----------  Forwarded Message  ----------

Subject: [jurnalisme] Pelecehan Seksual di Universitas Pendidikan Indonesia
Bandung (help... bantuan kawan semua)
Date: 16/12/05 10:38
From: gretong gretongan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]

Untuk kawan-kawan wartawan, tolong bantu.

  Kepada semua pembaca email ini, polisi, media, NGO/LSM, mohon bantuannya.
Terjadi pelecehan seksual di UPI,  pelakunya adalah seorang dosen (Dr. Iyos
Ana Rosmana M.Pd). Selain dia mengajar di UPI, dia juga mengajar di STPDN
(IPDN) Jatinangor, Akper Bandung, dan beberapa STKIP di Jawa Barat dan
Banten.

  Catatan Dr. Iyos Ana Rosmana MPd. telan mendatangani surat pengakuan di
atas materai, dan pihak rektorat belum mengambil keputusan

Kronologisnya seperti ini:
Sebelum Awal puasa (November) 2005, pada masal pra Penerimaan Anggota Baru
Himpunan Mahsiswa di UPI.   Hernawan Spd. Asisten Dosen dari Dr. Iyos A.
Rosmana, mengajak makan seorang mahasiswi angkatan 2003 (sebutlah "Bunga")
di KOPMA FPIPS UPI. Namun ketika Bunga sedang makan,  Hernawan tidak ada,
justru yang ada Dr. Iyos. Setelah itu ia (bunga) diajak jalan-jalan ke King
Plaza dan dibelikan sebuah sweater berwarna merah muda, dan beberapa tempat
lainnya. Di setiap lampu merah Dr. Iyos, memegang tangan dan hampir bisa
mencium "Bunga". Dengan iming-iming jaminan nilai dan tunjangan hidup
akhirnya "bunga" memberikan apa yang diminta.

Kesepakatan yang terjadi, bahwa apa yang terjadi tidak dibocorkan kepada
siapapuun. Akan tetapi, Dr. Iyos membeberkan kejadian tersebut kepada yang
lainnya ( rekan-rekan dosen, termasuk kepada staf jurusan dimana ia
mengajar). Akhirnya, karena terdesak oleh perilaku Dr. Iyos yang malah
membocorkan hal tersebut. "Bunga" mengadukan apa yang terjadi kepada pihak
Himpunan Mahasiwa tempat ia menjadi anggota. Pihak Himpunan melakukan
advokasi dan melakukan pemboikotan kuliah semua mata kulaih selama satu
minggu atau sampai tuntutan yang diajukan kepada Rektorat dipenuhi.

Tuntutan yang diajukan kepada pihak rektorat UPI, yaitu Dr. Iyos tidak boleh
mengajar lagi di UPI. Atas tuntutan tersebut pihak Jurusan dan Fakultas
tempat Dr. Iyos mengajar ikut terlibat menyelesaikan persoalan tersebut.

Hal yang patut disayangkan adalah Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata  dan Dekan
FPBS Dr. Nenden S, mewanti-wanti agar kasus ini tidak mencuat di media.
Selain hal tersebut di atas.  Sudah seyogyanya kasus  ini ditangani secara
hukum dalam hal ini polisi dan diteruskan kepada tuntutan ke pengadilan.

Dari perkataan seorang dosen, kejadian pelecehan seksual terhadap mahasiswi
ini, bukan pertama kali terjadi. Ditenggarai dilakukan juga oleh beberapa
dosen lainnya di berbagai jurusan di UPI.

Sampai sejauh ini, belum ada pengusutan dari polisi dan media yang
memberitakan hal ini.

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke