Punteun teu disundakeun

Rahasia Qurban


----------------------------------------------------------------

Al-Qur'an menegaskan hakikat Qurban, melalui kisah
Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Isma'il tercinta dalam
surat Al-Shafat, ayat : 102-109. Kisahnya begini; Nabi
Ibrahim berkata kapada Nabi Ismail : "Wahai anakku,
sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku
menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu?" Nabi
Ismail menjawab seketika dengan tenang dan penuh
keyakinan : "Wahai ayahku, laksanakanlah apa yang
diperintahkan (oleh Allah) kepadamu, kau akan
mendapatkanku - insya Allah - termasuk orang-orang
yang sabar". Allah kemudian bercerita : "Tatkala
keduanya telah berserah diri (tunduk pada perintah
Allah) dan Ibrahim membaringkan anaknya (pelipsnya
menimpel di atas tempat penyembelihan), Kami segera
memanggil (dari arah gunung) : wahai Ibrahim, Sudah
kau benarkan (dan kau laksanakan) apa yang kau lihat
dalam mimpimu itu, sesungguhnya demikinlah Kami
memeberi balasan (kepadamu) dan juga kepada
orang-orang yang berbuat baik. Sungguh (perintah
penyembelihan ini) adalah benar-benar ujian (bagi
Ibrahim, di mana dengannya terlihat dengan jelas siapa
yang ikhlash dan siapa yang tidak). Dan kami segera
menebus anak (yang akan disembelih itu) dengan seekor
sembelihan yang besar. Pun Kami abadikan untuk Ibrahim
(pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang
kemudian. Salam sejahtera (dari Kami) buat Ibrahim,
dan sebutan yang baik baginya (dari setiap manusia)".

Ada beberapa hal yang sangat menarik untuk kita
garis-bawahi dari kisah di atas : Pertama, bahwa
ajaran ber-qurban datangnya dari Allah SWT, sebuah
ajaran yang agung, yang membuktikan kedekatan sang
hamba kepada Rab-nya, sebuah proses pendakian yang
suci menuju Allah Yang Maha Agung, Pencipta langit dan
bumi, Pemilik alam semesta dan segala isinya. Itulah
mengapa istilah yang dipakai adalah "qurban" yang
maknanya bearti pendekatan.

Kedua, Apa yang biasa kita buktikan melalui kisah di
atas bahwa berqurban merupakan salah satu proses
pendekatan kepada Allah SWT?

Jawabannya : 
a.     Kepribadian Nabi Ibrahim, yang demikian total
menunjukkan ketaatannya kepada Allah. Tidak terlihat
dalam sikapanya sebuah keraguan, atau keberatan.
Begitu menerima perintah dari Allah untuk menyembelih
anak kesayangannya, Ismail, - anak yang
ditunggu-tunggu kelahirannya sekian lama sampai ia
mencapai usia tua - Nabi Ibrahim langsung mendatangi
Ismail dan menympaikan perintah tersebut. Padahal
secara psikologis Nabi Ibrahim sungguh sangat
membutuhkan seorang keuturunan. Bayangkan, di tengah
pengembaraan yang jauh, di sebuah lembah padang sahara
yang kering, tanpa pohonan dan tanaman, Nabi Ibrahim
hidup. Ditambah lagi usianya yang memang sudah sangat
mebutuhkan seorang anak muda untuk menopang
ketidakmampuannya. Tapi lihatlah, totalitas penyerahan
diri Nabi Ibrahim kepada Sang Pemilik Bumi dan langit.

b.     Kepribadian Nabi Ismail, yang benar-benar
memhami keaguangan perintah Allah. Artinya bahwa
perintah itu harus segera dilaksanakan. Tidak usah
ditawar-tawar dan ditunda-tunda lagi. Seketika ia
berserah diri dengan penuh kesabaran. Sungguh ungkapan
Nabi Ismail dengan panggilan "yaa abati"
mengekspresikan kecintaan nabi Ismail dan kedekatannya
kepada sang ayah, pun juga kepasrahan totalnya
terhadap perintah Allah, dimana dengan ungkapan itu
tergambar dengan jelas bahwa ia tidak merasa kaget
sama sekali. Melainkan langsung menerimanya dengan
lapang dada dan penuh kepasrahan.

c.     Sikap Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, yang tanpa
banyak bicara dan diskusi dalam menerima "isyarat"
yang terlihat dalam mimpinya "ru'ya", di mana kaduanya
langsung bergerak menuju tempat penyembelihan. Nabi
Ismail langsung berbaring, meletakkan pelipisnya ke
bumi. Nabi Ibrahim langsung bergerak untuk
menyembelihnya. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat
mengharukan. Dan dari peristiwa itu terlihat dengan
jelas hakikat kepasrahan dan ketaatan yang hakiki dari
kedua hamba tersebut, kepada Allah, Tuhannya. Allah
seketika menyaksikan kesungguhan kedua hamba itu dalam
mentaati perintah-Nya. Allah berfirman "qad saddaqta
ru'ya", kau telah membenarkan "ru'ya" itu (wahai
Ibrahim), dan kau telah melaksanakannya. Allah
seketika pula menggantikan Nabi Ismail dengan seekor
sembelihan yang besar. Sebab yang paling utama dari
hakikat qurban ini, adalah sejauh mana tingkat
kepasrahan sang hamba kepada Allah SWT, dan sejauh
mana tingkat ketaatannya kepada-Nya, sejauh mana
tingkat ketabahannya dalam menjalani ajaran yang telah
Allah tetapkan. 

Ketiga, bahwa hakikat "qurban" merupakan salah satu
ujian dari Allah, yang dengannya setiap mu'min bisa
mengukur hakikat keimanannya, hakikat ketaatannya
kepada perintah Allah, hakikat kedekatannya kepada
Allah. Sungguh Allah tidak menghendaki dari apa yang
terjadi pada Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, agar kita
menyakiti diri kita dan melukai tubuh kita, sebagai
simbol pendakian rohani kepada Allah. Tidak,
sekali-kali tidak. Melainkan yang Allah kehendaki
adalah totalitas ketaatan kita kepada-Nya, dengan
penuh keikhlasan, ketenangan, kerelaan dan keyakinan.
Karenanya Allah segera menggantinya dengan seekor
sembelihan.

Keempat, bahwa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismali dengan
sikapnya itu, Allah memberi predikat sebagai seoran
"muhsin" (seorang yang berbuat baik), dan siapa saja
yang mengikuti jejak nabi Ibrahim, dengan
menghadiahkan seekor sembelihan qurban, atas dorongan
ketaatan kepada Allah SAW, dan keikhlasannya yang
paling dalam, ia akan termasuk kaum "muhsinin" itu.

Sungguh Allah berjanji begi mereka yang menghadiahkan
kebaikan itu limpahan pahala yang agung di sisi-Nya.
Maka berbahagialah mereka yang berqurban, dan termasuk
dengan qurbannya golongan orang-orang muhsinin. *** 
 



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/f4eSOB/lbOLAA/E2hLAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke