Air Wudlu, Padang Mahsyar dan Kebersihan

---------------------------------------------------------------


Tanya: 
1. Benarkah air wudlu pada badan yang tidak
dikeringkan, akan merupakan pendingin bagi kita di
padang mahsyar nanti? 
2. Bagaimana hubungan hal itu dengan kebersihan,
keawetan (tahan lama) rukuh (mukena); karena kalau
tidak dikeringkan, rukuh terutama pada bagian kepala,
sering basah dan akan menjadi cepat kotor. Untuk itu
setiap kali menjemur rukuh, tidak sempat; bila
diangin-anginkan di kamar, bisa mengundang nyamuk dan
tidak sedap dipandang mata. 
3. Bagaimana biar air wudlu dikeringkan dengan handuk
sehingga rukuh tetap kering dan bisa dilipat rapi? 
Atas penjelasan dan jawaban, saya ucapkan banyak
terima kasih.

Ibu Siti Robiyah
SD Popongan I, Banyuurip, Purworejo

Jawab:
Bu Siti, Islam, bukanlah agama yang ingin menyusahkan
orang. Bahkan sebaliknya. Saya sudah pernah
menyampaikan firman Allah:

"Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak
menghendaki kesukaran bagimu" (QS 2. Al-Baqarah: 185)

Karena agama Islam itu mudah, jangan dipersulit. Kalau
dipersulit kitalah nanti yang kuwalahan (tidak dapat
mengatasi). Sesuai sabda Rasulullah Saw. --yang juga
pernah saya kemukakan:

"Sesungguhnya agama itu mudah. Dan tidak seorang pun
yang mempersulit agama kecuali pastilah ia
dikalahkannya..." (HR al-Bukhari dari Abu Hurairah
r.a.). Artinya, yang mempersulit itu sendiri akan
kuwalahan.

Tapi juga jangan dipermudah, wong sudah mudah.
Sekarang mengenai pertanyaan Bu Siti, perlu saya
kemukakan bahwa: "mengeringkan air wudlu dari anggota
wudlu", memang ada yang memakruhkannya (artinya
sebaiknya tidak dilakukan). Yaitu dari kalangan
Syafi'i. Tapi ada juga yang mengatakan tidak makruh
(dari kalangan Maliki, Hanafi, dan Hanbali).

Perbedaan ini karena adanya perbedaan pendapat dari
beberapa hadis yang sampai kepada mereka, para ulama
itu. Tapi yang saya ketahui mereka yang berpendapat
bahwa mengeringkan "air wudlu" itu makwruh, dalil
mereka adalah hadis tentang sifat mandi dan wudlu
Rasulullah Saw. yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan
Muslim dari Sayyidatina Maimunah r.a.

Di akhir hadis yang menceritakan mandi dan wudlu Nabi
ini, Sayyidatina Maimunah mengatakan: 'Kemudian aku
berikan sapu tangan kepada beliau (tentunya untuk
ngelap), mengeringkan anggota badan beliay yang basah
dan beliau menolaknya.'"

Jadi pendapat mereka yang memakruhkan, setahu saya,
bukan dengan alasan "air itu nanti akan menjadi
pendingin di padang mahsyar".

Hadis populer yang menghubungkan soal wudlu dengan
Hari Kemudian, adalah hadis sahih yang menceritakan
keterangan Rasulullah Saw/. bahwa kelak di hari kiamat
umat beliau (umat Islam) akan datang dengan ciri
kecermelangan di tubuh-tubu mereka yang timbul dari
bekas wudlu. Karenanya, kata Rasulullah:

"Barangsiapa di antara kalian bisa memanjangkan
kecermelangannya, silakan melakukannya" (HR al-Bukhari
dari Nu'aim bin Mujmir r.a)

Maksud beliau dengan memanjangan kecermelangannya,
menurut sementara ulama, adalah memeperbanyak wudlu.
Sementara ulama yang lain berpendapat bahwa yang
dimaksud adalah melebihkan dalam membasuh anggota
wudlu, misalnya ketika membasuh tangan, tidak hanya
dipaskan siku, tapi dilebihkan agak ke atas siku.

Nah, dari uraian saya yang panjang lebar di atas,
tentu Bu siti sudah mendapat gambaran yang agak pas
mengenai hukumnya mengeringkan anggota wudlu.

Jadi, tidak sebanding 'kan bila Bu Siti menjadikan
masalah ini sebagai hambatan bagi menegakkan ajaran
lain yang lebih prinsipil, yaitu menjaga kebersihan,
kerapian dan kesehatan? Habis wudlu terus memakai
rukuh ya memang komoh-komoh (basah). Risi (tidak enak)
pula ya Bu?! Handukkan sajalah!




                
__________________________________________ 
Yahoo! DSL – Something to write home about. 
Just $16.99/mo. or less. 
dsl.yahoo.com 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/f4eSOB/lbOLAA/E2hLAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke