http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/012006/14/99apasiapa.htm
Novel dan Kusnet
UJUNG dari pelajaran ilmu desain interior adalah mempelajari kekayaan
budaya setempat di mana tempat ilmu itu tumbuh. Dengan demikian, identitas
suatu bangsa atau suku bangsa pada sisi tertentu bisa dilihat dari bentuk
bangunan yang diciptakannya.
Suku Sunda termasuk yang produktif menciptakan bentuk bangunan.
Sayangnya, dalam kehidupan kita saat ini kekayaan itu nyaris tidak
diberdayakan karena kita lebih terpesona oleh bentuk bangunan yang
datangnya dari Barat sana, ujar novelis Jamal, yang juga dikenal sebagai
dosen desain interior di Itenas-Bandung, dalam percakapannya dengan PR,
baru-baru ini, di Toko Buku Ultimus, Jln. Lengkong Besar, Bandung.
Nama lengkapnya Jamaludin Wiartakusumah, kelahiran Ciamis, 7 Agustus 1967.
Di dunia sastra, ia dikenal sebagai Jamal. Namun, teman-temannya sering
memanggilnya Mang Jamal. Tiga novelnya yang diterbitkan oleh PT Grasindo
Jakarta, masing-masing berjudul Lousiana Lousiana, Rakkaustarina, dan
Fetussaga mendapat perhatian yang serius dari publik dan kritikus sastra.
Dua novel di antaranya, yakni Lousiana Lousiana dan Rakkaustarina banyak
mengungkap soal desain interior sebagai latar dari lakon percintaan para
tokohnya.
Saya menyisipkan soal-soal desain interior di dalam novel, antara lain
ingin menyebarkan ilmu tersebut lewat karya sastra. Di dalam kedua novel
itu, saya pun menyisipkan bagaimana kekayaan budaya Sunda dalam soal ilmu
bangunan. Sementara, di dalam Fetussaga lebih banyak mengungkap soal
mistisisme dalam budaya Sunda, jelas Jamal, yang juga dikenal sebagai
salah seorang Kuncen Kusnet (Komunitas Urang Sunda di Internet) yang
mengelola milis [email protected] dengan web hosting
http:/www.urang-sunda.or.id.
Sungguh tidak diduga, Kusnet yang dikelola bersama dengan teman-temannya
itu kini telah mampu mendirikan beberapa taman bacaan di berbagai pelosok
Jawa Barat. Setidaknya, Kusnet sejak berdiri pada tahun 2001 hingga kini
telah mampu mendirikan 20 perpustakaan yang tersebar di Ciamis, Garut,
Cianjur, Sukabumi, Karawang, dan Kabupaten Bandung. Paling tidak, untuk
menghidupkan 20 perpustakaan itu Yayasan Perceka-Kusnet yang didirikan
oleh para anggota milis Kusnet itu telah menyalurkan dana senilai Rp 50
juta rupiah dalam bentuk pembelian buku, jelas Jamal yang juga dipercaya
sebagai Ketua Yayasan Perceka-Kusnet.
Hingga kini, katanya lebih lanjut, anggota milis Kusnet di seluruh dunia
itu tercatat sebanyak 1.800 orang. Saya tidak menduga bahwa ada orang
Sunda ahli nuklir yang bekerja di Wina, Austria. Ia bernama Hermanto
Duliman. Di samping itu, ada juga ahli-ahli lainnya yang tinggal di New
York, Jerman, Jepang, Prancis, dan Belanda. Kami berkomunikasi dengan
mereka dalam bahasa Sunda. Dari mereka-mereka itulah dana yang kami dapat
untuk mendirikan taman bacaan itu. Tujuannya agar orang Sunda tidak
tertinggal oleh suku-suku lainnya di negeri ini, papar lulusan FSRD ITB
Jurusan Desain Interior, 1994.
Dikatakannya, perpustakaan yang didirikan oleh Yayasan Perceka-Kusnet ini
tidak di kota, tetapi di pelosok-pelosok pedesaan dengan alasan karena
orang-orang desa sangat kesulitan untuk mendapatkan buku-buku bacaan yang
bermutu. Buku-buku yang disediakannya pun tidak hanya buku-buku karya
sastra dan sejarah, tetapi juga buku-buku lainnya baik politik, ekonomi,
filsafat dan bahkan matematika. (Soni Farid Maulana/PR)***
----------------
ralat: nu leres, dana pabukon atawa yp teu sadaya ti US luar negeri. aya
ti US dalam negeri.
nuhun
mj
http://geocities.com/mangjamal
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/