kang eko(supermi) maksudna naon etah, ceritakeun atuh nuhun? hek,,hek..hek
-----Original Message-----
From: Eko Ruska Nugraha [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, January 18, 2006 7:56 AM
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [Urang Sunda] Fwd: Fw: Ratusan Pekerja dan Alat Berat Hancurkan Jembatan Jamarat



---------- Forwarded message ----------
From: [EMAIL PROTECTED] < [EMAIL PROTECTED]>
Date: Jan 18, 2006 7:36 AM
Subject: Fw: Ratusan Pekerja dan Alat Berat Hancurkan Jembatan Jamarat
To: [EMAIL PROTECTED]


----- Forwarded by Eko Ruska Nugraha/JKT/INDOFOOD on 18/01/2006 07:28 AM -----
"Marginata Djajadikarta" <[EMAIL PROTECTED] >

17/01/2006 08:19 PM

       
        To:        <Undisclosed-Recipient:;>
        cc:        
        Subject:        Fw: Ratusan Pekerja dan Alat Berat Hancurkan Jembatan Jamarat




 
From: Marginata Djajadikarta
To: Undisclosed-Recipient:;
Sent: Tuesday, January 17, 2006 3:36 PM
Subject: Ratusan Pekerja dan Alat Berat Hancurkan Jembatan Jamarat

 
Selasa, 17 Januari 2006  17:02:00
Ratusan Pekerja dan Alat Berat Hancurkan Jembatan Jamarat

Mina-RoL --
Ratusan pekerja dan alat berat dikerahkan untuk menghancurkan jembatan Jamarat, Mina, sebagai persiapan pembangunan jembatan Jamarat baru berlantai lima untuk menambah kapasitas dan mencegah kepadatan jamaah saat melontar Jumrah.  

Berdasarkan pengamatan di Jamarat, Mina, Selasa (17/1), ratusan pekerja dengan menggunakan alat-alat berat seperti alat pemecah batu, alat pengeruk, bulldozer, truk dan sebagainya tengah menghancurkan jembatan jamarat dan membersihkan puing-puingnya.

Setidaknya sekitar 50 persen lebih bangunan jembatan sudah dihancurkan. Sisi kanan kiri jembatan untuk naik nampak sudah hancur, tinggal bagian tengah jembatan yang masih berdiri. Suara deru mesin alat berat dan truk yang lalu lalang "memeriahkan" kawasan Mina yang pada hari biasa paska Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) suasananya sudah sepi dan lengang.

Tugu tiang Jumrah Ula nampak sudah terlihat berdiri tegak, tidak ada lagi bagian jembatan di sekelilingnya. Hanya tugu Jumrah Wustha dan Jumrah Aqabah yang nampak masih diapit jembatan Jamarat.Diperkirakan dalam waktu satu dua hari ini, seluruh jembatan Jamarat sudah dapat diruntuhkan.

Bahkan, persiapan untuk pembuatan pondasi jembatan Jamarat yang baru telah dilakukan dengan membuat lubang-lubang besar untuk tiang pancang jembatan. Pelaksanaan penghancuran jembatan Jamarat itu telah dimulai sejak Sabtu (14/1) sebagai persiapan pembangunan jembatan Jamarat baru berlantai lima.

Deputi Kementrian Pekerjaan Umum Kerajaan Arab Saudi Dr Habib Zainul Abidin seperti dikutip Harian An Nadwah, mengatakan, pembangunan proyek tersebut sebagai lompatan peradaban dan arsitektur serta akan memberi perlindungan kepada tamu Allah pada saat menuju lokasi melontar Jumrah.

"Proyek ini untuk memberikan pelayanan kepada tamu-tamu Allah, dalam hal kenyamanan, keselamatan dan ketenangan," katanya. Proyek ini diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar 4,2 miliar Riyal Arab Saudi. Nantinya, jembatan baru Jamarat terdiri dari lima tingkat, 11 jalur masuk menuju Jamarat dan 12 jalur keluar ke empat arah.

Jembatan baru nantinya terdiri dari tingkat bawah yang akan dipergunakan untuk mengumpulkan dan mengangkut batu kerikil serta sampah dari semua tingkat jembatan ke luar lokasi Jamarat melalui terowongan yang ada di sekeliling jembatan.

Jembatan tingkat bawah juga dipersiapkan bagi proses evakuasi melalui lift yang berhubungan dengan tingkat atas dan tingkat Ardhiyah (paling bawah). Untuk masuk ke tingkat paling bawah melalui Mina, ditempuh lewat dua turunan yang mengarah ke jalur yang dilalui pejalan kaki sebelah utara dan selatan dengan tetap mampu melihat dengan baik tingkat paling bawah.

Sedangkan untuk sampai ke tingkat dua dari arah Makkah ditempuh melalui dua turunan. Pertama sebelah utara jalan Haji (Syari`al-Haj) dan kedua, sebelah selatan arah Ri`shidqi. Sementara untuk sampai ke tingkat tiga dari arah Mina ditempuh lewat turunan dari arah jalan Malik Fadh melalui lima bangunan yang terdapat di dalamnya lift dan tangga biasa. Sedangkan untuk sampai ke tingkat empat dari arah selatan ditempuh lewat turunan dari Rabwatul Khaif di atas jalan Malik Abdul Aziz.   ant/pur




Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




SPONSORED LINKS
Corporate culture Business culture of china Organizational culture
Organizational culture change Jewish culture


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke