kanu bade ngagaleuh novel atawa buku sanes online. cobi ka
www.inibuku.com. cenah mah diskon jeung bebas biaya kirim.

buku2 sunda, tiasa ka www.cupumanik.com atawa ka si Ua Sas. teh Pupi
sigana nuju teu tiasa.


mj

http://geocities.com/mangjamal


> Abdi kaleresean nganjrek di Kota Mojokerto (caket ka trowulan tilas kota
Majapahit), Hoyong terang Novel eta teh hargina sabaraha , margi di
tempat
> abdi ngadamel teh aya oge perpustakaan (Taman Bacaan masyarakat) nembe
aya
> 400-an judul, maklum kantor alit , tah sugan kahontal upami tos aya di
sapertos toko Gramedia Mah panginten kedah ka Suarabaya meserna, namun
upami
> diical online mah teu sawios , emailna langkung sae ka abdi
> [EMAIL PROTECTED]
>
> Hatur nuhun
>
> Baraya Keneh
>
>
>
>
> On 1/20/06, tarawadul tarawadul <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> Dear Mang Jamal,
>> Sae, tapi teu gaduh artosna....
>> wassalam
>> Arjun
>> *mj <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:
>> Judul      : Dyah Pitaloka - Senja di Langit Majapahit
>> Penulis    : Hermawan Aksan
>> Penerbit   : C-Publishing
>> Cetakan    : I, Des 2005
>> Tebal      : 326 hal ; 17.5 cm
>> Dyah Pitaloka, putri Prabu Linggabuana, raja negeri Sunda kerap
diganggu mimpi buruk dalam tidurnya. Dalam mimpinya ia melihat
>> matahari yang menggantung di atas cakrawala pelan-pelan terbelah
menjadi dua dan mencebur bersama-sama ke dalam laut yang mendadak
berwarna merah darah. Mimpi buruk itu terus mengganggunya semenjak
utusan dari Majapahit datang ke Negeri Sunda.
>> Dimasa itu Majapahit dibawah pimpinan Raja Hayam Wuruk, telah
>> menjadi kerajaan yang besar dan disegani diseluruh Nusantara. Peran
Patih Gajah Mada dengan sumpah Palapa-nya yang terkenal membuat hampir
seluruh Nusantara takluk dibawah kekuasaan Majapahit. Hanya ada satu
negeri yang hingga saat itu masih merdeka dari pengaruh Majapahit,
padahal negeri itu hanya dibatasi oleh sebatang aliran sungai Cipamali.
Negeri Sunda! Negeri Sunda inilah yang membuat sumpah Palapa Gajah Mada
belum juga tergenapi. Tak terhitung sudah berapa kali Gajah Mada
berniat untuk menyerang negeri Sunda dengan pasukannya, namun selalu
urung karena ia merasa ada semacam wibawa tak kasat mata yang
membuatnya segan terhadap Negeri Sunda yang jika ditilik dari sejarah
memang telah ada terlebih dahulu dibanding Majapahit, bahkan pendiri
Majapahit sendiri memiliki darah sunda dari ayahnya. Sayangnya Gajah
Mada tak mempercayai adanya hubngan darah ini sehingga ambisinya untuk
menaklukkan negeri Sunda tak pernah padam.
>> Raja Hayam Wuruk yang saat itu hendak mencari seorang istri mengutus
para juru lukisnya ke segenap penjuru nusantara untuk melukis putri-
putri dari berbagai kerajaan yang kelak akan dipilihnya untuk
>> menjadi permaisuri. Kecantikan Dyah Pitaloka di Negeri Sunda tak luput
dari incaran juru lukis Majapahit. Diantara ratusan lukisan dari
berbagai penjuru Nusantara, Hayam Wuruk terpikat oleh lukisan Dyah
Pitaloka dan memilihnya untuk dijadikan permaisurinya. Hayam Wuruk
segera mengirim utusannya untuk menyatakan niatnya. Mulanya Dyah
Pitaloka tak berkenan dengan cara yang dilakukan oleh Hayam Wuruk untuk
mencari permaisuri, harga dirinya sebagai seorang putri negeri Sunda
terasa terlecehkan, namun ia tak kuasa melawan kehendak ayahnya, Prabu
Linggabuana yang menyetujui lamaran Hayam Wuruk. Untuk itu Prabu
Linggabuana dan Dyah Pitaloka diundang untuk segera berangkat menuju
Majapahit guna melaksanakan pesta pernikahan.
>> Jika Prabu Hayam Wuruk hanya berniat mencari seorang permaisuri, lain
halnya dengan Gajah Mada. Bagi dirinya pernikahan Dyah Pitaloka dengan
Hayam Wuruk dilihatnya sebagai kesempatan untuk menggenapan Sumpah
Palapa-nya. Dengan cerdiknya Gajah Mada mempengaruhi Hayam Wuruk agar
memandang pernikahannya dengan Dyah Pitaloka sebagai suatu pengakuan
kedaulatan negeri Sunda terhadap Majapahit. Dengan demikian Dyah
Pitaloka dianggap sebagai "upeti" dari Negeri Sunda. Prabu Hayam Wuruk
yang rencanya akan menjemput Dyah Pitaloka dan rombongannya di Tegal
Bubat akhirnya gagal. Gajah Mada merubah
>> rencana yang telah terususun rapih. Rombongan Prabu Linggabuana dan
Dyah Pitaloka yang telah tiba di Tegal Bubat heran karena Prabu Hayam
Wuruk dan rombongan yang akan menjemputnya tak kunjung tiba. Dua
ksatria dari Negeri Sunda diutus untuk memasuki Majapahit,
>> mereka bertemu dengan Gajah Mada yang memerintahkan agar dan Prabu
Linggabuana dan rombogannya datang sendiri ke istana Majapahit untuk
menyerahkan Dyah Pitaloka sebagai "upeti" dari Negeri Sunda. Hal ini
membuat Prabu Linggabuana dan seluruh rombongannya tersinggung. Harga
diri dan kebesaran Negeri Sunda terasa tercabik-cabik, Prabu Linggabuna
menolak perintah Gajah Mada. Perang tak terhindarkan! Pertarungan yang
tak seimbang antara harga diri Prabu Linggabuna dan ambisi Gajah Mada
berkembang menjadi perang yang dashyat dan
>> melagenda, dua kekuatan tak mau menyerah begitu saja. Dyah Pitaloka
yang masih menggunakan pakaian pengantinnya ikut bertarung
>> mempertahankan negeri dan harga dirinya sebagai seorang putri Sunda.
Sejarah mencatar Perang ini sebagai Perang Bubat (1357).
>> Sejarah adalah merupakan satu fakta, atau sesuatu yang dapat
>> dibuktikan dengan fakta. Sejarawan ma tidak mau terikat pada fakta-
fakta yang pernah terjadi: dia tidak bebas dalam penggarapan bahan-
bahan sejarah itu. Akan tetapi, seorang penulis novel sejarah dapat
lebih bebas menciptakan ceritanya sendiri. Hermawan Aksan dalam novel
perdananya ini mencoba mengangkat fakta sejarah Perang Bubat kedalam
novel ini. Tokoh-tokoh sejarah seperti Dyah Pitaloka, Gajah Mada, Hayam
Wuruk, Linggabuana dan lain-lain dideskripsikan menurut versi
penulisnya. Dyah Pitaloka dalam novel ini dideskripsikan
>> sebagai seorang putri yang cantik yang haus akan ilmu dan gemar membaca
kitab-kitab sastra dan mempelajari ilmu kanarugan. Dyah juga sangat
peduli tentang nasib kaum perempuan di negeri Sunda dan
>> memiliki pandangan yang jauh kedepan mengenai peran seorang putri yang
dibesarkan dalam lingkungan kerajaan. Karena berada dalam area fiksi
deskripsi ini mungkin sah-sah saja, namun mungkin akan
>> menimbulkan tanda tanya bagi pembacanya, apakah mungkin seorang putri
yang hidup di abad 13 telah memiliki pandangan yang jauh
>> kedepan terutama dalam hal-hal emansipasi?
>> Karakter Gajah Mada yang selama ini dikenal sebagai tokoh pemersatu
Nusantara dalam novel ini digambarkan sebagai seorang patih ambisius
yang rela memanfaatkan cinta rajanya (Hayam Wuruk) untuk memenuhi
ambisinya mepersatukan Nusantara hingga harus mati-matian memerangi
Prabu Lianggabuana dalam tragedi berdarah di Tegal Bubat. Sedangkan
Hayam Wuruk sendiri digambarkan sebagai raja boneka yang mudah
>> dipengaruhi oleh Gajah Mada.
>> Dari segi plot cerita, novel ini disajikan dengan sangat menarik.
Nampaknya Novel ini dikerjakan dengan riset yang cukup mendalam, hal
ini terbukti dengan gambaran Perang Bubat yang menjadi klimaks
>> cerita yang disajikan dengan seru dan memikat. Deskripsi kota
>> Trowulan &#8211; Majapahit disajikan dengan cukup detail seakan
mengajak
>> pembacanya berpetualang ke ibukota Majapahit. Novel ini juga memberi
pemahaman pada pembacanya terhadap tokoh Dyah Pitaloka dan kaitannya
dengan Perang Bubat yang merupakan awal dari redupnya kebesaran Gajah
Mada setelah kejadian ini.
>> Sebagai Novel Sejarah sebenarnya novel ini sangat berpotensi untuk
lebih mengangkat lagi budaya Sunda dan Jawa / Majapahit, sayangnya hal
ini tidak tereksplorasi dengan baik. Kurangnya sketsa kehidupan sosial
masyarakat Sunda dan Majapahit membuat novel ini lebih
>> bernuansa istana-sentris karena hanya mengungkap kejaidan seputar
istana Sunda dan Majapahit. Jika saja unsur-unsur sosial dan budaya
masyarakat Sunda dan Majapahit terungkap dengan baik novel ini akan
menjadi novel sejarah yang gemuk yang akan mengenayngkan pembacanya.
Namun terlepas hal-hal diatas novel perdana Hermawan Aksan ini patut
dihargai setinggi-setingginya karena bagaimanapun novel ini
>> mengungkap sepenggal peristiwa sejarah yang mungkin sudah terlupakan
dan hanya ditemui dalam buku-buku teks sejarah kedalam sebuah novel
yang memikat dan memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi.
>> @h_tanzil
>> --------------
>> catetan: Hermawan Aksan teh urang sunda brebes, wewengkon nu geus asup
jawa tengah tapi masih make basa sunda. ayeuna redaksi koran Tribun
Jabar.
>> sakolana kungsi ka Astronomi itb, tapi teu tamat.
>> mj
>> http://geocities.com/mangjamal
>>  ------------------------------
>> What are the most popular cars? Find out at Yahoo!
>> Autos<http://us.rd.yahoo.com/evt=38382/_ylc=X3oDMTEzNWFva2Y2BF9TAzk3MTA3MDc2BHNlYwNtYWlsdGFncwRzbGsDMmF1dG9z/*http://autos.yahoo.com/newcars/popular/thisweek.html+%0A>
Komunitas Urang Sunda -->
>> http://www.Urang-Sunda.or.id<http://www.urang-sunda.or.id/>
>> SPONSORED LINKS
>>   Corporate
>> culture<http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Corporate+culture&w1=Corporate+culture&w2=Business+culture+of+china&w3=Organizational+culture&w4=Organizational+culture+change&w5=Jewish+culture&c=5&s=137&.sig=YwYf0Ukbt1THoYcsiLb38Q>
Business
>> culture of
>> china<http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Business+culture+of+china&w1=Corporate+culture&w2=Business+culture+of+china&w3=Organizational+culture&w4=Organizational+culture+change&w5=Jewish+culture&c=5&s=137&.sig=a11Lkuvmo4lJaBZdyfltDA>
Organizational
>> culture<http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Organizational+culture&w1=Corporate+culture&w2=Business+culture+of+china&w3=Organizational+culture&w4=Organizational+culture+change&w5=Jewish+culture&c=5&s=137&.sig=KxFd8G7dZwJ0BrO2Z8mH-Q>
>>  Organizational
>> culture
>> change<http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Organizational+culture+change&w1=Corporate+culture&w2=Business+culture+of+china&w3=Organizational+culture&w4=Organizational+culture+change&w5=Jewish+culture&c=5&s=137&.sig=qeEIjlCnjZBQUpFDEqI7yQ>
Jewish
>> culture<http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Jewish+culture&w1=Corporate+culture&w2=Business+culture+of+china&w3=Organizational+culture&w4=Organizational+culture+change&w5=Jewish+culture&c=5&s=137&.sig=0ZyLwq5lAq84A3k3NbvQ3w>
>>  ------------------------------
>> YAHOO! GROUPS LINKS
>>    -  Visit your group
>> "urangsunda<http://groups.yahoo.com/group/urangsunda>"
>>    on the web.
>>    -  To unsubscribe from this group, send an email to:
>>     [EMAIL PROTECTED]<[EMAIL PROTECTED]>
>>    -  Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
Service <http://docs.yahoo.com/info/terms/>.
>>  ------------------------------
>
>
> --
> Ema Sujalma
> www.killermart.com
>






Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke