nyandung kalimat nu konotasina negatip..... lainasal nyandung pikeun meakkeun sahwat... da ari syahwat mah moal seep2... kawas lautan, mingkin haus eta laut beuki ero... kaadian di urang mah benten, da niatna ge duka kumaha.. ..... memang komplek masalah poligami teh... muhun da akal kadang milu ulubiung, tras dikomporan ku Barat sareng nu sanesna tuh istri mingkin alim hehehe... .... tapi ari ariman pameget sareng istrina mah, kadituna mah kumha panggeran... ari abdi mah mudah2an weeh nu di malaya ieu sing berhasil dina "dakwahna"...berkah jeung sibuk dina kaislaman, lain sibuk nyandung sana sini, diditu didieu hehe.. mangga ah paniatanna lempeungkeun meh lempeng ka dituna..
totong usman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Nyandung nikmat teh lamun ti ditu sarantang ti dieu sarantang Nu lolobaanna mah ti ditu serenteung ti dieu serenteung Lieuuur.................. -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, February 03, 2006 10:10 AM To: [email protected] Subject: Re: [Urang Sunda] Barade nyandung? ............. He..he... kitu kacaturkeunana... gumantung kana ti beulah mana jeung saha anu nyawangna. pasti aya wae "frame" kahirupan anu nikmat, endah, jst. ngan ari hirup mah lain ngan ukur sa-"frame" (perjuangan panjang..) nyakitu deui kusnet lain ngan ukur cukup ku kopdar atawa ririungan wungkul. kudu aya lampah anu nyata (he...he...ampunkang ndoell abdi tong dicarekan) sonirosa On Fri, 03 Feb 2006 02:36:42 -0000 "waluya56" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Baraya .....ieu aya dongeng "nikmatna" nyandung, tina PR >dinten > ieu .....hehehhe > > Asyiknya ke "Bandar Poligami" > > > PESAWAT yang ditumpangi "PR" mendarat di Bandara >Internasional Kuala > Lumpur, Sabtu (14/1), sekira pukul 12.05 waktu setempat. >Iseng- > iseng, "PR" bertanya kepada beberapa sopir taksi tentang >alamat > tujuan yang tertulis di kertas undangan. > > "O, this is islamic village," tutur seorang sopir yang >akhirnya > diketahui berasal dari keturunan India. > > "I am sorry. I don't understand," ungkap "PR" dengan >nada menyelidik. > > "Islamic village is...." Belum sempat sopir keturunan >India itu > menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba datang rekannya yang >berasal dari > Malaysia. Dia membaca alamat yang tertulis di kertas >undangan warna > hijau yang dibawa "PR", termasuk amplop luar yang >tertera tulisan > dalam bahasa Indonesia. > > Seraya mengangguk-anggukkan kepalanya, dia bertanya >kepada "PR" > dengan kalimat, "You Indon...". Karena khawatir salah >menjawab, "PR" > diam saja. Sejenak kemudian, dia melengkapi >pertanyaannya, "From > Indonesia." > > "Yes," jawab "PR" sambil tersenyum. > > "Saya Melayu, dari sini (Malaysia-pen.). Ini address >adalah kampung > Islam. Namanya Islamic Village. Ada juga yang sebut itu >punya nama > Kampung Poligami atau Bandar Poligami. Karena, di >kampung itu banyak > bilik (ruangan kamar tidur- pen.) yang di tempati >keluarga-keluarga > poligami. Syariat Islam tumbuh di sana, diamalkan >sehari-hari. > > Mereka punya kehidupan islami. Di sana, ada pimpinan >mereka, Abuya > Ashaari namanya. Dulu, polis (maksudnya polisi Diraja >Malaysia-pen.) > menahan Abuya (Ashaari) di salah satu bilik di bandar >itu. Kemudian, > jadilah 'Kampung Poligami' karena banyak keluarga >poligami menetap di > bandar itu," ujar sopir yang minta dipanggil dengan nama >Yusuf. > > Obrolan tersebut terpotong, ketika "PR" ada yang >menjemput. Kertas > undangan yang bertuliskan alamat tujuan Bandar Country >Homes (BCH) > Rawang Selangor Darul Ehsan Malaysia, segera "PR" ambil >kembali dari > tangan sopir asal Malaysia tersebut. > > * * > > MENJELANG masuk ke kawasan "Bandar Poligami" BCH Rawang, >"PR" > menyaksikan sejumlah perumahan real estate dengan >taman-tamannya yang > asri. Waktu tempuh dari Bandara Kuala Lumpur ke "Bandar >Poligami" BCH > Rawang sekira satu setengah jam. > > Suasana di pintu masuk "Bandar Poligami" BCH Rawang >tampak meriah. > Sejumlah pernak-pernik hiasan, serta bendera kecil >warna-warni, dan > kain spanduk tampak dari kejauhan. > > Begitu dekat, terlihat jelas tulisan di kain spanduk, >"Ahlan wa > sahlan, Wellcome,..Selamat Datang,..Tamu Pernikahan Ummu >Athiah binti > Ustaz Abuya Imam Haji Ashaari Muhammad At Tamimi dengan >Dr. Mahmood > bin Abdul Rauf Al Husaini." > > Ya, kehadiran "PR" di tempat itu memang antara lain >menghadiri > undangan pernikahan. Mengapa "PR" tertarik untuk >memenuhi undangan > tersebut? > > Karena, pasangan mempelai yang menikah itu berasal dari >keluarga > besar tarekat--yang bergairah mewujudkan izzul Islam wal >Muslimin-- > yakni tarekat Syadziliyah asal Madinah dan tarekat Aurad >Muhammadiah > (jemaah Rufaqa') pimpinan Abuya Ashaari Muhammad At >Tamimi. > > Selain itu, "PR" juga ingin mengetahui apakah benar di >daerah Rawang > Selangor Malaysia itu ada lingkungan yang bernuansa >Islami. Pasalnya, > ketika awal Ramadan 1426 H/2005, "PR" pun sempat >mengunjungi bandar > sejenis yang dikelola jemaah Ruafaqa' di daerah Bukit >Sentul Bogor. > Sebutan "Bandar Poligami" sebenarnya sempat "PR" >ketahui--namun hanya > sepintas--ketika saat itu ngobrol dengan warga Bukit >Sentul Bogor. > > Suasana "Bandar Poligami" di Bukit Sentul Bogor maupun >di BCH Rawang > Selangor Malaysia, boleh dibilang tak jauh berbeda. Ya, >meski tidak > bermakna, orang-orang yang mengunjungi bandar itu adalah >keluarga > poligami. Karena, baik di Bukit Sentul Bogor maupun di >BCH Rawang, > para pengunjung bandar terdiri dari berbagai lapisan >masyarakat. > > * * > > KETIKA "PR" datang ke "Bandar Poligami" BCH Rawang, saat >itu sedang > berlangsung pernikahan antara Dr. Mahmood dari Madinah >dengan Ummu > Athiah (Malaysia). Jangan salah terka, Ummu Athian yang >berusia > sekira 20 tahun ini, dinikahi oleh Dr. Mahmood (usia >sekira 40 tahun) > dalam status istri kedua. > > Mereka menikah dengan disaksikan oleh keluarga istri >pertama, dan > ratusan "madu" dari keluarga-keluarga poligami. Dalam >suasana > pernikahan poligami itu, tidak ada ketegangan. Yang >terjadi, justru > sebaliknya, suasana riang-gembira seperti ada tabuhan >rebana khas > jemaah Rufaqa' dan ada pentas seni nasyid sejak pagi >hingga malam > hari. > > Tatkala malam hari, kedua mempelai ini duduk di >"singgasana" > pengantinnya. Sementara tak jauh dari mereka, duduk >ratusan pasangan > keluarga poligami. Sesama "madu" pun saling >bercengkerama, bertukar > pikiran, dan bahkan membagi program kerja dakwah untuk >membantu > suaminya dalam rangka membentuk keluarga sakinah >mawaddah wa rahmah > dan izzul Islam wal Muslimin (kejayaan Islam dan >umatnya). > > Di lokasi "Bandar Poligami" BCH Rawang, terdapat pula >asrama yang > ditempati anak-anak dari keluarga poligami. Sedangkan di > sekelilingnya, ada 47 ruko jemaah Rufaqa' yang membuka >usaha berbagai > keperluan hidup sehari-hari, mulai dari sembako, sarana >pendidikan, > pakaian, kesehatan, sampai bengkel kendaraan, kedai >makan-minum, agen > pariwisata, dan tempat penginapan gratis bagi para tamu. > > Menurut Ustaz Hasyim bin Ja'far (50)--salah seorang >pengurus jemaah > Ruafaqa'--, anak-anak keluarga poligami Rufaqa' >disekolahkan > sebagaimana anak-anak lainnya. Bila pagi hari, mereka >belajar di > sekolah umum. Pada siang hingga malam hari, mereka >dididik oleh para > ustaz dan ustazah Rufaqa' di dalam asrama. > > "Keperluan anak-anak ini, mulai dari sembako, pakaian, >kesehatan, dan > lainnya, dipenuhi oleh jemaah. Anak-anak keluarga >poligami Rufaqa' > menjadi tanggungjawab jemaah. Orang tuanya diberi >kesempatan seluas- > luasnya untuk berdakwah. Jika ada orang tua yang juga >bekerja di luar > lingkungan Rufaqa', biasanya secara ikhlas mereka >menyisihkan > sebagian penghasilannya kepada jemaah. Bahkan, ada yang >menyerahkan > seluruh gajinya untuk jemaah. Mereka menyadari >pembentukan tatanan > kehidupan yang islami, harus dimulai dari diri sendiri, >keluarga, > baru kemudian masyarakat dan negara," ujar Ustaz Hasyim, >yang > berpoligami 4 istri dengan 19 anak dan 1 cucu. > > Menyinggung tentang manajemen poligami yang >diterapkannya, Ustaz > Hasyim menuturkan, para istrinya memperoleh amal soleh >untuk > berdakwah di lingkungan bandar serta mengikuti berbagai >kursus > pengkajian agama Islam. "Istri ketiga saya, Kausar >Sarlim berusia 39 > tahun adalah dokter gigi lulusan FKG Unpad. Dia berasal >dari Jakarta > Timur. Dua istri saya lainnya berasal dari Kedah >Malaysia, dan satu > istri asal Penang Malaysia," katanya. (Achmad >Setiyaji/"PR")*** > > > > > > > > Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id > > Yahoo! Groups Links > > > > > > ======================================================================== ================ Speedy Gift 4 You. Pasang Speedy gratis Flexi Trendy dan berhadiah undian : 3 Notebook, 7 Handycam, 9 Digital Camera, dan 25 Modem ADSL. Maaf hanya untuk Januari 2006. Info : 147 (Khusus Jawa Timur) ======================================================================== ================ Dapatkan hosting tercepat dengan bandwidth tak terbatas. Hanya di http://www.hostingkilat.com ======================================================================== ================ Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id SPONSORED LINKS Corporate culture Business culture of china Organizational culture Organizational culture change Jewish culture --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "urangsunda" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- --------------------------------- Yahoo! Mail - Helps protect you from nasty viruses. [Non-text portions of this message have been removed] Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

