Seratan kenging kintunan ti rerencangan. Tadina bade
ditangkodkeun, namung kumargi aya virus tea, janten di
copy wae di handap. Hiji alternatif ngagugat
"kebebasan berekspresi", anu diagung-agungkeun ku
urang "Barat".
Mugi aya mangpaatna.

baktos,

mrachmatrawyani



Saya teruskan tulisan dari Syamsi Ali, Imam Masjid
al-Hikmah, NY tentang geger kartun Denmark. Ia
mengkritik penafsiran kebebasan pers yang tidak peka
dan melukai umat Islam, tapi ia juga mengkritik sikap
sebagian pemrotes yang melakukan tindakan anarkis. 

Syamsi berasal dari Makassar, kini bekerja untuk
Konsul Jenderal RI di New York. Ia banyak dilibatkan
dalam kegiatan lintas agama, termasuk saat-saat
setelah peristiwa 9/11, oleh Dewan Kota New York.

(Ini saya kutip dari milis pantau)
======================= 
KARTUN NABI DAN REAKSI UMAT

Oleh Syamsi Ali



Dua minggu terakhir ini, hampir di seantero dunia
Islam terjadi demonstrasi besar-besaran menentang
penerbitan sebuah gambar kartun yang dituliskan
sebagai kartun nabi Muhammad SAW. Demonstrasi bahkan
tidak saja terjadi di dunia Islam, tapi juga di
berbagai belahan di dunia barat, termasuk di AS.
Bahkan yang menyedihkan, reaksi keras umat Islam di
berbagai belahan dunia telah memakan korban jiwa dan
kepemilikan. Sedikitnya 4 orang meninggal dunia ketika
terjadi bentrokan antara demonstran dan polisi di
Afghanistan. Sementara gedung perwakilan Denmark di
Lebanon dibakar oleh demonstran.  

Bagi banyak kalangan, barangkali mereka sempat dibuat
terheran-heran oleh reaksi keras umat Islam ini. Dalam
benak mereka, kenapa harus bereaksi demikian? Kenapa
sampai umat Islam itu menjadi sangat emosional oleh
sebuah kartun itu? Apalagi bukankah kita hidup dalam
dunia global yang salah satunya adalah bebas
berekspresi? Pemuatan kartun yang disebut sebagai
gambar nabi Muhammad itu, menurut editor harian
tersebut, tidak lebih dari " freedom of __expression".


Dua Pelecehan 

Pemuatan kartun yang digambarkan sebagai Muhammad SAW
ini merupakan pelecehan dalam dua sisi. Pertama adalah
visualisasi nabi Muhammad yang jelas dilarang dalam
agama. Dan kedua adalah ditampilkannya dengan sebuah
sorban dari bahan peledak yang siap meledak. 

Yang pertama bagi saya pribadi, bukanlah suatu hal
yang terlalu luar biasa. Ada dua alasan: Pertama,
karena gambar apapun yang dibuat sudah pasti hanya
sekedar imajinasi yang bukan sebenarnya. Hingga saat
ini belum ada orang yang bisa menggambarkan tampilan
lahiriah Rasulullah SAW. Semua gambar yang dianggap
gambar orang-orang lalu, seperti Isa AS, Maryam AS,
dll., semuanya adalah palsu dan tidak sebenarnya.
Sehingga pengakuan kartun itu sebagai Nabi Muhammad
adalah kebohongan semata. Persis gambar-gambar yang
diakui sebagai gambar nabi Isa yang ada di mana-mana
sekarang ini. 

Kedua, larangan menggambar Nabi Muhammad tentunya
berlaku bagi umat Islam. Sebab sebuah aturan hukum
Islam ditujukan untuk mereka yang percaya dengan agama
ini. Bagi mereka yang mengkafirinya tentu susah
mengharapkan untuk mengikuti aturan yang ada dalam
agama ini. Oleh karenanya, saya tersinggung dengan
gambar yang disebutkan sebagai gambar Nabi Muhammad,
tapi saya sadar mereka yang melakukan itu memang tidak
terikat dengan hukum agar tidak memuat gambar
tersebut. 

Justeru, menurut saya pribadi, aspek kedua dari kartun
itulah yang paling menyakitkan bagi umat ini. Nabi
Muhammad digambarkan sebagai seseorang yang siap
melakukan pembunuhan, apalagi dengan sorban yang
dipakai dikepala seperti bom yang siap meledak.
Artinya, Nabi Muhammad itu memang mengajarkan "
suicide bombing" yang tidak saja membunuh orang lain,
tapi juga dirinya sendiri. 

Penggambaran ini sangat menyakitkan. Muhammad SAW bagi
seorang Muslim adalah sosok yang sangat dicintai,
bahkan melebihi kecintaannya kepada dirinya sendiri.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah menegaskan: " Tidak
beriman di antara kalian hingga dia mencintai aku
lebih dari mencintai dirinya, orang tuanya, dan
anaknya" (Hadits). Umar pernah ditanya olehnya:
"Apakah kamu cinta kepada Rasulullah wahai Umar?"
Beliau menjawab: " Betul wahai Rasulullah SAW, tapi
tidak melebihi kecintaan saya kepada diri saya
sendiri". Rasulullah berkata: "Tidak wahai Umar. Kalau
kamu cinta kepada Rasulullah, kecintaan itu harus
melebihi dari kecintaan kamu kepada diri kamu sendiri
". Sejenak Umar diam, lalau berkata: "Saya mencintai
engkau wahai Rasulullah lebih dari kecintaan saya pada
diri saya sendiri". Rasulullah kemudian berkata:
"Itulah makna kecintaan kepada Rasulullah wahai Umar "
(Hadits). 

Dengan demikian, pelecehan kepada Rasulullah adalah
bentuk pelecehan yang lebih menyakitkan ketimbang
kepada diri umat Islam itu sendiri. Dan keinginan
untuk membela Rasulullah lebih dari keinginan untuk
membela diri sendiri. Inilah rahasianya, umat Islam
saat ini bereaksi keras terhadap pembuatan kartun
tersebut. 

Selain itu, penggambaran Rasulullah sebagai "suicide
bomber" secara langsung pula tuduhan kepada semua
pengikutnya sebagai " suicide bombers". Hal ini
dikarenakan bahwa Muhammad SAW adalah "uswatun
hasanah" (contoh tauladan) bagi setiap Muslim.
Sehingga kalau yang terbaik saja adalah pembunuh, maka
semua yang mengikutinya juga adalah pembunuh. Maka
tuduhan kepada Nabi Muhammad itu juga tuduhan kepada
semua umat Islam di seatero dunia. Inilah yang
menjadikan umat bereaksi hampir di semua penjuru
dunia. 

Pelecehan akal jernih

Penggambaran Rasulullah sebagai tukang bunuh itu
adalah pelecehan akal sehat manusia, sekaligus
pelecehan peradaban manusia yang dianggap modern itu.
Sejarah membuktikan bahwa Muhammad SAW tidak saja
dikagumi oleh pengikutnya, tapi beribu orang lain juga
mengaguminya. Mulai dari Gandhi hingga ke Bernard Show
dan ribuan intelektual dalam berbagai bidang telah
memberikan pujian tinggi kepadanya. 

Pada saat ribuan manusia di dunia barat masuk ke agama
ini karena kagum kepada ajaran Rasulullah, masih ada
segelintir manusia yang tertutupi oleh kebodohannya
sendiri. Setiap hari puluhan atau mungkin ratusan non
Muslim di dunia barat mengikuti ajaran Muhammad SAW.
Ternyata masih ada segelintir mereka yang mengaku
"civilized" itu buta melihat "kenyataan" di hadapan
mata mereka sendiri. Mereka yang mengikuti ajaran
Muhammad itu karena mereka memang "intelligent"
(cerdik), dan bukan karena sekedar ikut-ikutan atau
disuap para da'i seperti yang banyak terjadi dan
dilakukan oleh para missionary di dunia lain. 

Oleh karenanya, diterbitkannya kartun yang
menggambarkan Rasulullah SAW sebagai pembunuh itu
adalah pelecehan yang nyata terhadap pikiran sehat
manusia. Hanya mereka yang tidak memiliki pikiran
sehat, dan hanya mereka yang buta realita dan sejarah
yang memahami Rasulullah dengan persepsi yang seperti
itu. 

Freedom of __Expression?

Alasan yang dipakai oleh harian Denmark untuk tetap
bersikukuh tidak ingin meminta maaf adalah bahwa apa
yang telah dilakukanya adalah kebebasan berpendapat
atau freedom of __expression. Bagi mereka,
mempermainkan orang-orang panutan seperti Isa,
Muhammad, Musa, dll., adalah hal biasa dan tidak ada
apa-apanya untuk dipusingi. 

Tapi benarkah menggambarkan seorang nabi sebagai
"suicide bomber" adalah sekedar kebebasan ekspresi?
Nampaknya ada semacam "confusion" di kalangan
masyarakat barat dalam mengartikan kebebasan. Seolah
kebebasan itu tidak memiliki pertimbangan-pertimbangan
yang justeru membatasinya, sehingga kebebasan dapat
dipertanggung jawabkan. 

Bebas bereskpresi tapi sekaligus menyakiti orang lain
adalah sebuah eskpresi yang tidak bertanggung jawab.
Oleh karenanya, kebebasan apa saja, termasuk kebebasan
ekspresi mau tidak mau harus berlandaskan kepada
sebuah tanggung jawab individu maupun social. Jika
tidak, maka hidup ini akan menjadi kacau karena
pelecehan kepada orang lain terjustifikasi oleh
kebebasan (freedom). 

Sebagai contoh, ada sebuah kebebasan yang disebut
kebebasan memilih (freedom of choice). Setiap orang
bebas memilih sesuai pilihan masing-masing. Tapi
apakah memilih isteri orang untuk dipacari dapat
dianggap " freedom of choice" yang sehat? Dapatkah
sikap ini dianggap sebagai kebebasan yang harus
dihormati, atau sebaliknya sang suami berhak melakukan
pembelaan? 

Clash between Civilizations

Saya curiga, jangan-jangan kartun ini adalah pancingan
lanjutan untuk 
menjustify kebenaran clash among civilizations,
khususnya antara Islam dan dunia 
barat. Nampaknya harian Denmark ini telah menjadi alat
untuk memancing reaksi 
keras umat yang mengarak kepada clash permanent.
Seolah-olah konsepsi-konsepsi 
barat seperti kebebasan tidak sama sekali sejalan
dengan values yang dimiliki 
oleh Islam. Dan kerenanya, memang konsep clash itu
adalah benar. 

Jika ini benar, maka sungguh manusia berada dalam
jurang yang sangat 
berbahaya. Kita hidup dalam dunia "interdependable",
di mana satu komunitas 
membutuhkan yang lain. Oleh karenanya, jika konsep
clash among civilization dipromosikan secara vulgar,
maka sekali lagi manusia berada dalam situasi yang
serius. 

Dalam dunia yang mengalami krisis saat ini, seharusnya
barat lebih memperlihatkan sensitifitas. Seharusnya
bangsa yang merasa " civilized" memperlihatkan sikap
yang berbudaya dengan keinginan menjaga hal-hal yang
bisa mengganggu orang lain. Mungkin memang saatnya
dunia barat lebih banyak belajar kepada nabi Muhammad
SAW untuk menghargai orang lain. Bahwa betapapun
hebatnya " kita" ternyata pada "dia" juga ada hal-hal
yang perlu dipelajari. 

Reaksi yang Islami

Umat Islam tentunya berhak untuk melakukan reaksi
keras atas pelecehan terhadap panutan umat ini.
Muhammad adalah bagian mendasar dari keimanan seorang
Muslim. Keyakinan kepada " Laa ilaaha illah Allah"
tidak akan terwujud jika eksistensi Rasuluallah
terabaikan. Maka "Muhammadan Rasulullah" adalah bagian
kedua syahadat yang mutlak keberadaannya. 

Oleh karena ini menyangkut masalah iman, maka sangat
wajar jika menjadi sebuah hal yang sangat sensitif.
Menyangkut sebuah "perasaan" yang bisa saja membara.
Penggambaran nabi Muhammad yang menyulut amarah iman
pengikutnya. Apalagi, akahir-akhir ini memang masalah
agama, dan khususnya Islam, menjadi sebuah penomena
sensitif, yang seharusnya menjadi bahan pertimbangan
semua pihak. 

Namun demikian, reaksi umat Islam seharusnya
mengingatkan kita sebuah ayat: "Dan jika kami
mencintai Allah, maka ikutlah kepadaku ". Artinya
kecintaan kita kepada Allah SWT, dan dengan sendirinya
juga kepada nabiNya, seharusnya digambarkan dengan
mengikut kepada bagaimana kehidupan Rasulullah SAW.
Sebuah kehidupan yang tegar dengan kebenaran, dan
dengan menempuh cara-cara yang " non violent". 

Sepanjang sejarah hidup Rasulullah SAW, beliau tidak
pernah menempuh cara kekerasan untuk mencapai tujuan,
kecuali dalam posisi mempertahankan diri. Artinya,
metode Rasulullah dalam upaya mencapai tujuan mulia
tidak pernah diekpresikan dengan cara-cara kekerasan. 

Kita diingatkan bahkan jauh sebelum diangkat menjadi
Rasul sekalipun, beliau telah menunjukkan karakternya,
tidak saja sebagai seseorang yang cinta damai, tapi
lebih dari itu beliau adalah inisiator perdamaian.
Kita diingatkan oleh kisah pengembalian "Hajar Aswad"
ke tempat aslinya, yang hampir saja menjadikan
pertumpahan darah di antara pemimpin kabilah-kabilah
Arab. Beliaulah yang melahirkan ide cemerlang sehingga
terhindarilah pertumpahan darah tersebut. 

Kita diingatkan oleh beliau ketika keluar ke kota
Thaif mencari peluang da'wah. Di sana justeru beliau
dilempari batu oleh orang-orang gila dan anak-anak
hingga darah beliau mengucurkan darah. Di saat-saat
beliau terduduk kelelahan dan kehausan, datanglah
malaikat menawarkan: " Jika engkau mau wahai Muhammad,
maka gunung ini akan saya balik dan menghancurkan
mereka semua", katanya. "Tidak. Saya datang bukan
untuk memusnahkan tapi untuk membawa petunjuk" jawab
Rasulullah SAW. 

Beliau kemudian berdoa dengan doa yang cukup panjang.
Tapi salah satu isi doa yang terkenal itu: "Ya Allah
tunjukilah kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak
tahu ". 

Rasulullah mengingatkan kita di saat beliau melakukan
persetujuan dengan pembesar Mekah di awal tahun
Hijrah. Salah satu isi perjanjian itu adalah, bahwa
jika ada Muslim yang melarikan diri ke Madinah, maka
Rasulullah harus mengembalikannya ke Mekah.
Sebaliknya, jika ada yang masuk ke Mekah, maka tidak
ada kewajiban pembesar Mekah untuk mengembalikannya ke
Madinah. Sebuah perjanjian yang berat sebelah, tapi
diterima demi menjaga perdamaian. 

Perjanjian ini juga mirip dengan perjanjian Hudaibiyah
di kemudian hari. Bahkan Umar sempat protes dan tidak
menerima persetujuan tersebut. Namun Rasulullah
menerima perjanjian yang berat sebelah itu demi
terjaganya perdamaian antara kaum Muslim di medinah
dan kaum kafir di Mekah. 

Mungkin bukti sejarah yang paling menakjubkan adalah
sejarah penaklukan kota Mekah oleh Rasulullah SAW.
Sepanjang sejarah hidup manusia telah banyak sejarah
penaklukkan dan peperangan. Tapi satu-satunya
penaklukan yang tidak menimbulkan pertumpahan darah,
bahkan " general amnesty" segera diumumkan segera
setelah Rasulullah dan pasukannya memasuki kota Mekah.


Bukti-bukti sejarah di atas dan terlalu banyak lagi
yang tercatat oleh tinta emas sejarah Rasulullah SAW
menunjukkan prilaku alami (the natural manner of)
Rasulullah SAW. Beliau adalah sosok yang bukan saja
cinta damai, tapi telah membuktikan "kedamaian" yang
hakiki dalam kehidupannya. 

Maka, dalam melakukan reaksi ini seharusnya mengikut
kepada "uswah hasanah" ini. Bukan dengan kekerasan dan
tidak pula melakukan reaksi dengan melakukan hal-hal
yang justeru bisa dijadikan " justifikasi" oleh pihka
lain untuk membenarkan tuduhan-tuduhan jahat mereka.
Mereka ingin mendapatkan justifikasi lanjut bahwa umat
Islam itu keras, emosional dan tidak rasional dalam
berpikir. Padahal, rasionalitas kita mengatakan
membela kehormatan Rasulullah adalah sebuah tanggung
jawab. Namun mereka akan membalik logika ini dengan
mengatakan bahwa memang " nature" orang-orang Islam
itu adalah emosional dan kurang rasional. 

Akhirnya, mari kita ingat ayat Allah: "Dan hamba-hamba
Yang Maha Rahman adalah mereka yang berjalan di atas
bumi ini dengan rendah hati. Dan jika orang-orang
jahil menyapanya (mengganggunya) mereka merespon
"salaama" (peace) " (Al Furqan). Kita juga seharusnya
ingat: "Kebaikan dan keburukan itu tidaklah sama.
Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang
sebaik-baiknya, sehingga orang yang bermusuhan dengan
engkau seolah-olah sebagai teman yang setia "
(Fusshilat: 34). 

"Allahumma ihdi qaumi fa innahum laa ya'lamuun" Amin!

New York, 7 Pebruari 2006


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke