poin nu penting: ketepatan itu identik dg ketenangan= ngengingkeun anu ideal 
gumantung kana kadewasaan atawa teu gurung-gusuh...ulah hilap ihtiar...hehehe..
   
  tapi poma ulah balangah enjoy dina lelengohan besi..........duka ah.
   
  ketenanangan teh percaya ka Alloh, yen jodo urang moal ku batur...naon 
hartina buru2. padahal calonna tos ditangtoskeun ku Alloh.
   
  emang rijki, pati jeung jodo taya nu uninga kajaba Gusti nu Maha Suci.
   
  ...

[EMAIL PROTECTED] wrote:
  Aya artikel sae ti milis tatanggi, kanggo anu nuju milari 'pasangan 
hidup'. Nanging punten tacan dibasa-sundakeun....


Kriteria Calon Pasangan Hidup 

Nabi Muhammad saw. dalam sabdanya menyebutkan untuk mengutamakan agamanya 
dibanding faktor-faktor lain dalam memilih jodoh ( cantik, kaya, keturunan 
).

Meskipun demikian beliau sangat menekankan kecocokan. Ketika seorang 
sahabat dari kaum Muhajirin ingin menikah dengan wanita Anshar, maka 
Rasulullah saw. menganjurkan untuk terlebih dahulu melihatnya. Ini berarti 
Rasul juga ingin adanya kecocokan - dalam segala hal, termasuk fisik - 
bagi yang akan menikah. Ada juga kan kasus seorang akhwat shahabiyah yang 
menyesal ketika sudah terlanjur menikah, tetapi tampang suaminya tidak 
disukainya, akhirnya mereka bercerai. 

Hal memilih pasangan dengan melihat fisik sebagaimana memilih pasangan 
karena keturunan yang baik dan kemapanannya ( baca : kaya ) menurut saya 
bukan hal yang tabu. Tetapi tetap saja yang harus kita utamakan : AGAMA. 
Tidak saja ia beragama Islam, tetapi pemahaman dan pengamalannya 
benar-benar Islami. 

Saya setuju dengan sebuah artikel yg menyebutkan bahwa kriteria din itu 
bernilai 1. Yang lainnya 0 ( nol ). Jadi, kalau kita memilih karena si 
akhwat cantik, atau si ikhwan kaya, atau si dia keturunan kiyai. Itu semua 
bernilai 0, kalau din-nya tidak dipenuhi. Kalau din-nya dipenuhi dan sang 
calon ganteng atau cantik, maka nilainya bisa 10. Ditambah keturunannya 
baik = 100. Ditambah hartanya melimpah =1000. Idealnya begitu, tetapi 
tidak ada manusia yang sempurna.

Bagi yang ingin akhwat cantik atau ikhwan ganteng harus siap bila suatu 
saat sang pasangan menjadi keriput karena tua atau tergores wajahnya, atau 
mengalami luka bakar, atau resiko2 lainnya yang tidak menyenangkan. Segala 
sesuatunya sementara.

Bagi akhwat yg menginginkan ikhwan yang bergaji tinggi, mapan. Ketahuilah, 
segala sesuatu bisa terjadi. Setelah menikah, bisa jadi PHK menyerang. 
Suami yang tidak punya iman dan tidak kreatif bisa panik dan tidak 
menyelesaikan masalah. Yg jelas harta itu sementara.

Bagi yg menginginkan keturunan baik, itu bagus. Karena kita tidak hanya 
melibatkan sang calon isteri atau suami dalam mengarungi biduk rumah 
tangga. Karena orangtua masing2 dan sanak saudara bisa jadi ingin 
nimbrung. Akan tetapi si calonlah yang nantinya lebih banyak hidup dengan 
kita dan lagi tidak ada yang sempurna.

Bagi yang memasang kriteria agama (atau din), itu bagus dan memang 
seharusnya. Tetapi pada perjalanannya, suami dan isteri sudah sepatutnya 
saling melindungi, memelihara, dan menjaga agar din-nya tumbuh dengan 
sempurna sehingga dapat mengantarkan keluarga berkumpul di surga.

Memang yang ideal, ketika "bentuk" bertemu dengan "makna", ketika "rupa" 
bertemu dengan "jiwa". Tetapi itu tidak mudah, walaupun bisa karunia itu 
diberikan kepada seseorang. 

Ujian bisa menimpa kapan saja. Termasuk ketika memilih pasangan. Sekali 
lagi, tidak ada yang sempurna. Kekurangan pasangan kita - kata Bang Rico - 
bisa menjadi ladang 'amal bagi kita. Hidup hanya sekali ( kata mba Yati 
dan banyak orang ), jangan salah pilih dan menyesal ! 

Maka ketika ujian datang, kita sudah siap dengan ilmu yang diperlukan. 
Agar kita tidak bengong ketika harus mencari "jawaban" atas "soal-soal".

Berdoalah untuk saudara-saudara kita agar tepat sasaran dalam membidik. 
Agar tepat langkah. Dan ketepatan itu identik dengan ketenangan, kata Aa 
Gym. Jadi bukan ketergesa2an dan kepanikan. Semoga ALLAH selalu membimbing 
kita untuk membentuk keluarga sakinah dengan bingkai cinta kepada-Nya ( 
niat lurus ) dan cara yang benar sesuai syariat. Aamiin.

Wallaahu a'lam. 


[Non-text portions of this message have been removed]



Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




  SPONSORED LINKS 
        Corporate culture   Business culture of china   Organizational culture  
   Organizational culture change   Organizational culture assessment   Jewish 
culture 
    
---------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS 

    
    Visit your group "urangsunda" on the web.
    
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
    
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 

    
---------------------------------
  

  


                        
---------------------------------
 Yahoo! Mail
 Use Photomail to share photos without annoying attachments.

[Non-text portions of this message have been removed]



Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke