aya seratan ngeunaan mpluh manuk. ceunah di sukabumi aya nu nimu obatna. punten bilih tos maos.
deha ---------- Forwarded message ---------- From: Mohd. Alkhori <[EMAIL PROTECTED]> Date: Feb 24, 2006 6:58 PM Subject: [media-dakwah] Warga Sukabumi Temukan Cairan Anti Flu Burung To: "Mohd. Alkhori" <[EMAIL PROTECTED]> Obat dan Nutrisi Warga Sukabumi Temukan Cairan Anti Flu Burung Penulis: Faizal Bagindo SUKABUMI--MIOL: Sukma Drajat, 37, warga Sukabumi, Jabar, bersama istrinya menemukan cairan ekraksi sejumlah mineral yang dimungkinkan dapat memerangi penyakit virus flu burung. "Obat yang diberi nama Bio Waras ini telah saya kembangkan bersama istri, sejak dua tahun silam. Alhamdullilah efektif untuk membentengi diri terhadap serangan penyakit flu burung," kata Sukma, putra kedelapan dari mantan Wali Kota Jakarta Pusat Edi Djadjang Djayaatmaja, Jumat (24/2). Menurut lulusan University Ottawa Canada, jurusan manajemen ekonom, penemuan cairan obat ini berawal dari kecintaannya dan istrinya RA Umayi Wisnuwati, seorang insinyur bidang Landscape Trisakti, pada ternak unggas dan kepedulian bumi pertiwi khususnya para petani peternak. "Pendidikan kami berdua memang sangat bertolak belakang dan tak ada hubungannya dengan aktivitas yang tengah kami lakukan sekarang ini," kata pria muda berkaca mata minus ini. Obat anti flu burung ini telah diujicobakan pada sejumlah peternakan milik rakyat di Sukabumi. Sejauh ini, kata dia, hasilnya cukup efektif untuk mengobati flu burung. Hal ini dibuktikan dengan pembedahan atas unggas yang diberikan cairan tersebut dan yang tidak. Bahkan seecara ilmiah, Bio Waras ini juga sudah direkomendasikan oleh Dr Yusuf, salah seorang staf Ahli di Departemen Pertanian yang menyebutkan Biowaras ini bisa berfungsi sebagai Immuno Stimulatory Complex, atau bisa menstimulasi sistim kekebalan. Bio Waras dapat digunakan untuk pengobatan terhadap unggas yang terkena flu burung dengan cara dicekokkan atau untuk pencegahan dengan cara disemprotkan. Bahkan Sukma mengaku berani mengujicobakan obat ini kepada manusia yang telah terpapar virus mematikan itu. "Cairan obat ini tak akan memberikan efek samping apapun karena kandungannya hanya berupa mineral murni," katanya penuh keyakinan. Sejauh ini, obat hasil temuannya telah diproduksi dalam skala terbatas. "Saya dan istri belum memikirkan untuk mengkomersialkan hasil temuan ini. Sejauh ini saya masih berkonsentrasi menyosialisasikannya kepada peternak secara cuma cuma." Surya menyebutkan, animo peternak unggas menggunakan obat tersebut cukup besar. Sejumlah peternak bahkan ada yang meminta langsung kepadanya. Bahkan ada produsen dari luar negeri juga telah meminta membeli hak patennya. H Muklis, salah seorang petani peternak unggas yang memiliki beberapa peternakan ayam di Kawasan Sukabumi bagian utara, mengaku peternakanya telah menggunakan Bio Waras sebagai obat anti flu burung. "Obat Flu Burung berupa cairan temuan Mas Sukma, ternyata terbukti asmpuh untuk mencegah berkembangnya penyakit flu burung yang mematikan dan merugikan para petani peternak," katanya. Terlepas dari semua itu, penemuan obat flu burung cair yang diberi nama Bio Waras telah menggairahkan kembali para petani peternak unggas yang sebelumnya sempat ketar ketir, karena rentetan serangan flu burung. Cairan ini, diharapkan dapat menjadi solusi alternatif dari musibah merebaknya virus Flu Burung yang telah menghancurkan industri peternakan unggas di tanah air. (Faizal Bagindo/OL-02). .-- ~:ngadék sacékna, nilas saplasna:~ deha.wordpress.com borondongjagong.blogspot.com [Non-text portions of this message have been removed] Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

