Wah telat kang emod baheula geus di ontrog tah si ME na oge, kantor ME dibandung mah ku bah willy anu di jkt mah ku kang akos+kang ikamal.
@ERN On 3/8/06, emod_morales <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > DIBALIK KECANTIKAN WANITA SUNDA > > Ada kesan umum, bahwa wanita Sunda pemalas dan suka berdandan, > benarkah demikian ? > > Memang susah mencari pasangan atau istri ideal. Cantik, pintar, > bekerja, beretika, setia, jujur, religius dan feminism. Akan > sempurna hidup seorang pria, apabila mendapatkan istri seperti ini. > Barangkali itu hanya pandangan utopis saja. Tapi, Amir Hamzah, > seorang general manager perusahaan asuransi , selalu berusaha untuk > mendapatkannya. > > Akhirnya Amir Hamzah sering gonta-ganti pasangan. Sekarang dia punya > dua kekasih. Pertama, keturunan Jawa, bekerja sebagai Coordinator > Public Relation di perusahaan elektronik. Secara karir, wanita ini > cukup bagus, namun secara fisik kurang cantik. Kulitnya sedikit > hitam dan tubuhnya biasa-biasa saja, pokoknya bukan tipe Amir. Pacar > kedua, perempuan Sunda. Cantik, kulit halus bak bengkuang dan pintar > pula berdandan. Tapi secara karir dan intelektual, biasa-biasa saja, > dan hanya sebagai karyawan biasa. > > Amir bingung, mana yang harus dipilih, sementara usia dan orang tua > terus mendesak. Diakuinya, bahwa kedua pacarnya itu mempunyai > kekurangan dan kelebihan masing-masing. Sebagai pria normal, ia > ingin memiliki istri cantik. Masalahnya kecantikan belum menjamin > apakah si wanita akan menjadi mitra hidup yang baik nantinya. > > Lingkungan dan Alam > Sudah menjadi pengetahuan umum bagi sebagian orang, bahwa wanita > Sunda cantik-cantik. Alanya yang elok memberikan andil dalam hal > ini, terutama untuk kehalusan kulit. Tetapi dibalik keindahan dan > kecantikan yang dimiliki oleh wanita Sunda terdapat unsure buruk, > yaitu pemalas, dengan hobi berdandan dan bergaya seperti orang kaya. > Tidak itu saja, dipercayai pula oleh sebagian orang, bahwa dalam > berumahtangga, wanita Sunda selalu mengandalkan pendapatan suami. > Tentu saja ini ghanya pandangan sebagian orang. Sebab bukan berarti > semua perempuan Sunda seperti itu. > > Secara antropologis, banyak factor yang menyebabkan wanita Sunda > setiap berinteraksi dengan pria selalu mengandalkan keindahan fisik, > bukan kemampuan intelektual dan kepribadian yang kuat seperti wanita > Sumatra Utara, Jawa dan Bali, yang tegar dalam kehidupan. Wanita- > wanita Jawa, Bali dan Sumatra Utara terkenal sebagai wanita ulet, > mereka tidak memilih-milih pekerjaan, yang penting halal. Ini bisa > dilihat ditermianal-terminal, pasar dan lading. > > Menurut Agus Wiyanto, budaya Sunda adalah budaya yang memiliki > erotisme tinggi, yang bisa dilihat dari kesenian tarinya, seperti > Jaipong. Jaipong kental dengan goyang tubuh yang menonjolkan bagian > lekuk-lekuk tubuh yang seksi. Berbeda dengan tarian-tarian Jawa yang > lebih sarat dengan simbol makna kehidupan. > > "Alam yang subur meninabobokan wanita Sunda sampai terlena, hingga > tidak perlu bekerja keras. Alam sudah menjamin kelangsungan hidup > mereka. Cukup suami yang bekerja diladang dan sawah, sementara istri > dirumah mengurus dan merawat anak, mempercantik diri, melayani > suami dan membersihkan rumah". Tutur anggota Persatuan Cendikiawan > Nasional Indonesia ini. > > Agus mencontohkan keindahan dan kesuburan alam (dan kecantikan > wanita) Jawa Barat ini sampai ke wilayah bagian pantai barat, Banten > (sebelum menjadi propinsi sendiri) yang termasuk bagian dari Paris > In Java. Tidak jauh beda dengan Bogor yang di jaman VOC dijadikan > tempat peristirahatan kaum bangsawan Belanda. > > Malah disebagian daerah Jawa Barat, ada pula wanita yang bangga > menjadi Janda. Ini terjadi karena anggapan bahwa wanita yang mampu > menikah 3 kali atau 4 kali, berarti wanita tersebut lebih bagus > dibandingkan dengan wanita lain yang hanya kawin satu kali > saja. "Ini terjadi di Karawang, wilayah pantai utara dan Indramayu", > Kata Agus. > > Bila kondisi sosial ini dibiarkan, tentu saja akan berpengaruh pada > generasi berikutnya. Secara tidak langsung mereka akan melakukan apa > yang telah diperbuat generasi sebelumnya. Akibatnya, pandangan orang > terhadap wanita Sunda bisa semakin buruk. Berbeda dengan wanita Jawa > yang dikesankan suka bekerja keras. Bagi mereka, bekerja merupakan > kehormatan. Lebih baik bekerja walau hasilnya kecil, daripada > menjual diri tapi tidak halal. Agus menjelaskan, kelemahan wanita > Jawa adalah tidak mempunyai ambisi dan rencana matang. Akibatnya, > mereka selalu marjinal, menjadi pembantu rumah tangga, pedagang > sayuran di pasar, dan penjual jamu. Ini akibat rendahnya pendidikan > yang membuat pola piker dan pengembangan hidup menjadi rendah. > > Dosen IISIP ini menambahkan, ada pula pandangan di kalangan orang > tua yang mengatakan, bahwa tidak ada gunanya wanita bersekolah > sampai ke perguruan tinggi. Pasalnya, wanita tetap akan kembali ke > dapur, mengurus dan merawat anak serta melayani suami. Pola piker > ini hanya bisa dihapus melalui pendidikan dan kesadaran akan fakta. > Bahwa di era global ini, yang dibutuhkan datri wanita manapun (tidak > hanya wanita Sunda) bukan hanya kecantikan fisik, tapi juga > kemampuan intelektual dan kemampuan kerja yang tinggi. ME (Ajo). > > Februari 2005, ME. > > > > > > > > > > Komunitas Urang Sunda --> > http://www.Urang-Sunda.or.id<http://www.urang-sunda.or.id/> > > > > > SPONSORED LINKS > Corporate > culture<http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Corporate+culture&w1=Corporate+culture&w2=Business+culture+of+china&w3=Organizational+culture&w4=Organizational+culture+change&w5=Organizational+culture+assessment&w6=Jewish+culture&c=6&s=176&.sig=XebwzVpdTm8GSy8GvWnc_g> > Business > culture of > china<http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Business+culture+of+china&w1=Corporate+culture&w2=Business+culture+of+china&w3=Organizational+culture&w4=Organizational+culture+change&w5=Organizational+culture+assessment&w6=Jewish+culture&c=6&s=176&.sig=e4aS0tTbDmoOM-2OJzrJyw> > Organizational > culture<http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Organizational+culture&w1=Corporate+culture&w2=Business+culture+of+china&w3=Organizational+culture&w4=Organizational+culture+change&w5=Organizational+culture+assessment&w6=Jewish+culture&c=6&s=176&.sig=b0TqcVMvhB-a0EgixFvFsw> > Organizational > culture > change<http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Organizational+culture+change&w1=Corporate+culture&w2=Business+culture+of+china&w3=Organizational+culture&w4=Organizational+culture+change&w5=Organizational+culture+assessment&w6=Jewish+culture&c=6&s=176&.sig=Z8hBTiWD2XdK93YM2Ng0uw> > Organizational > culture > assessment<http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Organizational+culture+assessment&w1=Corporate+culture&w2=Business+culture+of+china&w3=Organizational+culture&w4=Organizational+culture+change&w5=Organizational+culture+assessment&w6=Jewish+culture&c=6&s=176&.sig=0oDQvHXUEKLGPnUe3OQ8uw> > Jewish > culture<http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Jewish+culture&w1=Corporate+culture&w2=Business+culture+of+china&w3=Organizational+culture&w4=Organizational+culture+change&w5=Organizational+culture+assessment&w6=Jewish+culture&c=6&s=176&.sig=K0DLpHFrAHyulw_DW5oA8A> > ------------------------------ > YAHOO! GROUPS LINKS > > > - Visit your group "urangsunda<http://groups.yahoo.com/group/urangsunda>" > on the web. > > - To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED]<[EMAIL PROTECTED]> > > - Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of > Service <http://docs.yahoo.com/info/terms/>. > > > ------------------------------ > [Non-text portions of this message have been removed] Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

