FYI...
aya artikel dina kompas perkawis mbobo.......mugya mangpaat (bipaat na
nuju ngarambet0
baktos,
ikmal
===========================================
Tidur demi Keseimbangan Tubuh ...
Ketika badan terasa capek, orang berharap bisa langsung tertidur.
Sayangnya, tak semua orang bisa langsung tidur lelap semudah itu. Bagi
sebagian orang, bisa tidur lelap dan merasa segar ketika bangun adalah
sesuatu yang 'mahal'. Padahal, tidur nyenyak penting agar kondisi
keseimbangan tubuh terjaga.
Kebutuhan tidur pada setiap orang bisa berbeda-beda. Ini amat
tergantung pada aktivitas, usia, penyakit, kehamilan, stres mental,
dan juga peningkatan aktivitas mental yang dialami seseorang. Setiap
hari sebaiknya orang tidur selama tujuh sampai delapan jam. Namun, ada
juga manusia yang hanya membutuhkan waktu selama enam jam untuk tidur
atau justru lebih lama lagi, sampai sembilan jam.
Tidur sangat penting karena dengan tidur tubuh dipulihkan kembali.
Tidur juga berfungsi menjaga keseimbangan, mengatur suhu tubuh, dan
memelihara tenaga. Namun, untuk mendapatkan tidur yang berkualitas
sangat tergantung pada banyak hal, misalnya kebiasaan hidup seseorang
akan tidur, usia, dan kesehatan.
Seseorang akan lebih mudah jatuh tertidur bila mempunyai kebiasaan
tertentu sebelum tidur. Kebiasaan atau ritual sebelum tidur misalnya
tidur pada waktu yang sama, sebelum tidur mencuci kaki, menggosok
gigi, berganti baju, dan berdoa. Bila ritual ini telah dilakukan, dia
akan merasa tenang sehingga mudah tertidur nyenyak.
Seiring dengan perkembangan usia, manusia juga bisa mengalami gangguan
tidur. Orang lanjut usia (60 tahun ke atas) sering mengalami gangguan
tidur karena berbagai sebab, misalnya karena aktivitas yang tidak lagi
sepadat sebelumnya atau karena penyakit. Akibatnya, jam biologis atau
kemampuan tubuh untuk menentukan kapan dan lamanya tidur tak
berfungsi. Untuk mendapatkan tidur yang teratur, sebaiknya orang
lanjut usia membiasakan diri tidur malam tidak lebih dari tujuh sampai
delapan jam dan hanya 30-45 menit tidur siang.
"Jika orang lanjut usia tidur siang lebih lama dari 45 menit, dia akan
mengalami kesulitan tidur pada malam hari. Padahal, tidur malam justru
yang menjaga keseimbangan kondisi tubuh. Sedangkan tidur siang hanya
bersifat restoratif," kata dr Agnes Tineke Waney SpKJ dari Sanatorium
Dharmawangsa, Jakarta Selatan.
Apabila ada kegiatan yang membuat seseorang terlambat tidur pada malam
hari, keesokan harinya dia harus tetap bangun pagi pada jam yang sama.
"Karena begitu dia tidur lebih lama untuk membalas kekurangan tidur
semalam, tidur malamnya akan kembali kacau," ujar Agnes.
Jangan berolahraga
* Selama ini ada anggapan yang menyatakan: melakukan olahraga
sebelum tidur akan mempercepat orang tertidur. Ternyata anggapan itu
salah.
Menurut Agnes, olahraga akan membuat tubuh terasa segar sehingga jika
dilakukan sebelum tidur justru mempersulit tidur. Apabila Anda ingin
berolahraga, lakukan empat sampai enam jam sebelum waktu tidur.
Olahraga yang dilakukan pada waktu yang tepat justru akan membantu
tidur lebih lama pada malam hari.
Menurut Agnes, selain olahraga, ada beberapa kiat untuk mendapatkan
tidur yang berkualitas, seperti tidur dengan cahaya minimal. Dalam
keadaan gelap, hormon melatonin yang mengatur jam biologis tubuh akan
bekerja. Hormon ini juga mempercepat orang jatuh tertidur. Tidur
dengan cahaya minimal tak hanya baik untuk malam hari, tetapi juga
untuk tidur siang. Sebelum tidur janganlah mengonsumsi makanan berat
atau makanan yang asam dan pedas. "Pergi tidur dalam keadaan lapar
juga tidak baik. Jika lapar, makanlah sereal, roti, atau crackers,"
kata Agnes.
Jangan pula mengonsumsi minuman yang mengandung kafein, nikotin, dan
alkohol. Zat-zat ini akan menjadi stimulan otak yang memicu otak terus
terjaga. Selain minuman berkafein, jangan minum manis karena kadar
gula di otak akan tinggi sehingga otak mendapat energi dan akhirnya
menghambat tidur. "Minumlah susu hangat sebelum tidur karena susu
mengandung asam amino triptofan yang memproduksi serotonin. Serotonin
ini membuat pikiran menjadi tenang dan santai sehingga memicu tidur,"
jelas Agnes.
Tidur lelap juga ditentukan oleh lingkungan, misalnya lingkungan yang
sehat dan nyaman di kamar tidur. Sirkulasi udara, tempat tidur yang
bersih dan rapi akan mempermudah orang tertidur. Kasur jangan terlalu
empuk karena bisa membuat nyeri punggung, sementara kalau kasur
terlalu keras bisa membuat nyeri leher.
"Gunakan tempat tidur hanya untuk tidur. Jangan bekerja, makan,
menonton, atau belajar di tempat tidur karena akan menghambat tidur,"
tegas Agnes. Tak ada salahnya untuk menciptakan ritual menyenangkan
sebelum tidur, seperti mendengarkan musik lembut atau melakukan terapi
relaksasi.
Agnes juga mengingatkan untuk tidak sembarangan mengonsumsi obat
tidur, terutama obat tidur yang dijual bebas. "Obat tidur hanya boleh
diberikan setelah berkonsultasi dengan dokter. Lebih baik mengubah
gaya hidup daripada tergantung pada obat," katanya menandaskan. (M
CLARA WRESTI)
Copyright @ PT. Kompas Cyber Media
Hangtuah Digital Library
[Non-text portions of this message have been removed]
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/