Kenging copy-paste ti millis dulur keneh, kiriman kang Rahman ti 
Walanda. Mangga nyanggakeun :


Semangat wiraswasta relijius di Turki
 
Pembaharuan industri dan agama beriringan di Turki

Lebih dari satu dekade ini, usaha Arsalan tumbuh dari perusahaan kecil
menjadi bisnis internasional bernilai jutaan dolar, dengan mengekspor
produk ke Amerika Serikat, Jerman dan Israel.

Ini merupakan kisah keberhasilan luar biasa bagi orang yang ayahnya
bekerja sebagai perajin permadani dan mencari nafkah dari perekonomian
kerajinan tradisional.

Arsalan tidak seorang diri.

Kota asalnya sarat dengan pengusaha yang berkembang seperti dia.
Mereka mengubah bekas kota kecil perdagangan ini menjadi pusat
manufaktur yang tumbuh pesat.

Pro-bisnis

Kayseri adalah salah satu dari beberapa kota yang mengalami
industrialisasi dengan laju yang mencengangkan di Anatolia, provinsi
di bagian tengah Turki yang sekaligus menjadi jantung muslim di negara
ini. Tidak seperti kota-kota besar seperti Ankara dan Istanbul, 
penduduk di provinsi ini umumnya warga muslim konservatif yang taat.

Restoran jarang menyuguhkan alkohol, pria dan wanita bukan suami-istri
tidak berbaur di jalan, dan tidak banyak tanda kehidupan malam.

Namun, semangat wirausaha baru yang melanda provinsi ini mendatangkan
katalis yang tidak lazim terhadap transformasi keagamaan luar biasa.

Suatu bentuk Islam gaya Turki tengah muncul di sini. Tradisi ini
pro-bisnis dan pro-pasar bebas, dan dinamai Islamic Calvinism atau
Kalvinisme Islami.

Kerja keras

Salah seorang yang pertama kali menggunakan deskripsi ini adalah
mantan walikota Kayseri, Sukru Karatepe. Karatape yang gaya bicaranya 
halus ini sempat mengajar sosiologi sebelum terjun ke dunia politik. 
Dia melihat persamaaan yang mencolok antara perubahan di Kayseri dan 
tesis terkenal ekonom Jerman, Max Weber, yang berpendapat bahwa etos 
kerja yang kuat gerakan Protestan mendorong lahirkan kapitalisme 
modern.

        
Sukru Karatepe menciptakan istilah Islamic Calvinist

"Saya pernah membaca Weber, yang menulis tentang bagaimana orang
Kalvinis bekerja keras, menghemat uang dan kemudian menanamkan kembali
uang mereka ke dalam usaha," katanya.

"Menurut saya, ini tampak sangat mirip dengan yang sedang terjadi di
Kayseri.

"Warga di Kayseri tidak mudah membelanjakan uang jika tidak perlu.
Mereka bekerja keras, mereka bangga bisa menghemat uang. Kemudian
mereka menanamkannya dan menghasilkan lebih banyak uang lagi," 
jelasnya.

"Pada kenyataannya, di Kayseri, bekerja keras adalah bagian dari
ibadah. Bagi mereka, agama menyangkut kehidupan di dunia ini, bukannya
akhirat. Menghasilkan uang adalah petanda berkah Tuhan, dan ini juga
sama dengan apa yang dikatakan Weber mengenai Kalvinis."

Islam Modern

Pandangan ini digemakan oleh Gerald Knaus, direktur lembaga pemikir,
European Stability Initiative, yang baru-baru ini menerbitkan laporan
tentang fenomena Islamic Calvinist di Anatolia.

"Mereka yang berbisnis di Kayseri sendiri berpendapat Islam mendorong
mereka berwiraswasta," kata Knaus.

"Mereka mengutip ayat-ayat al-Qurdan dan Hadis Nabi Muhammad yang
terdengar seperti petunjuk usaha. Mereka katakan kepada saya,
mendirikan perusahaan, menciptakan pekerjaan itu penting - itu yang
diajarkan agama kami," katanya.

Namun, predikat Islamic Calvinism memicu kehebohan di pers Turki.

        
Warga Kayseri memadukan kesalehan dan sukses ekonomi

Para pengecamnya mengatakan ini merupakan bagian dari konspirasi barat
untuk mengkristenkan Islam, tapi yang lain dengan penuh semangat
mendukung predikat itu. Mereka mengatakannya sebagai model Islam dan
modernitas bisa hidup berdampingkan.

Salah seorang pembela Islamic Calvinism adalah wakil Perdana Menteri
Turki, Abdullah Gul yang warga asal Kayseri dan putra seorang 
pengusaha.

Dia melihat tidak ada kontradiksi dalam istilah itu, dan
berargumentasi bahwa Turki bisa memberikan contoh yang langgeng suatu
bentuk Islam modern baru.

"Yang perlu ditanyakan," kata Gull,"modernisme macam apa yang kita
inginkan? Apakah Anda tinggal di dunia ini, atau sedang bermimpi?"

"Warga di Kayseri tidak sedang bermimpi - mereka realistis, dan itulah
jenis Islam yang kita perlukan," katanya.

"Mereka pergi ke masjid, menjalani hidup yang saleh, tapi pada saat
yang sama mereka sangat giat secara ekonomi," katanya.

"Itulah arti modernisme menurut saya, dan inilah penyebab Turki baru
ini akhirnya akan menjadi aset bagi Uni Eropa," katanya.





Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke