Kanggo contona perkawis "Indonesia nu pikasieuneun" mangga aos
wartos dina PR dinten ieu :

Massa GUII dan Mahesa Kurung Nyaris Bentrok

BOGOR, (PR).-
Aksi penyerangan terhadap perguruan Mahesa Kurung (MK), yang
dituduh beraliran sesat oleh ratusan massa Gerakan Umat Islam
Indonesia (GUII) pimpinan Habib Abdurrahman Assegaf, gagal
dilaksanakan, Senin (20/3).

Sebelum melakukan aksi, massa GUII sudah dihadang oleh polisi.
Penghadangan itu tidak sampai menimbulkan bentrokan antara massa
dan aparat. Sementara, massa MK, yang akan menjadi sasaran
penyerangan mempersiapkan diri dengan pentungan dan senjata tajam
lainnya.

Dari pantauan di lapangan, massa GUII mulai berdatangan ke Masjid
Al Hidayah, di Jalan Raya Parung, Kab. Bogor sejak pagi, kemarin.
Mereka berkumpul untuk merencanakan aksi penyerangan terhadap
perguruan MK yang bermarkas di Perumahan Taman Yasmin, Kota
Bogor.

Di halaman masjid itu, massa yang berdatangan dari berbagai
wilayah di Parung, Kab. Bogor, mendengarkan orasi yang
disampaikan Habib Abdurrahman Assegaf. Dalam orasinya, Habib
Abdurrahman Assegaf yang pernah menggalang massa dalam penyerbuan
Kampus Mubarak milik Ahmadiyah ini, menuduh perguruan Mahesa
Kurung, pimpinan Faridhal Al Khindy alias Abah Emka merupakan
sebuah perguruan yang mengajarkan aliran sesat.

Tuduhan menyesatkan yang dialamatkan ke perguruan itu, di
antaranya telah memanipulasi usia Nabi Muhammad saw. Upaya
manipulasi ini, menurut Habib Abdurrahman Assegaf, telah keluar
dari kaidah Alquran dan Alhadis.

"Dia telah melakukan penodaan dan penistaan terhadap agama.
Buktinya dalam kitabnya, dia telah memanipulasi usia Nabi
Muhammad," ujar Habib Abddurahman Assegaf, yang saat itu menjadi
pimpinan aksi.

Dari halaman Masjid Al Hidayah dan menggunakan berbagai jenis
kendaraan, massa bergerak ke markas perguruan MK. Belum sampai di
lokasi yang dituju, massa Gerakan Umat Islam Indonesia dihadang
pergerakannya oleh dua kompi personel pengendali massa atau
Dalmas Polresta Bogor.

Polisi membuat pagar betis dengan menutup separuh jalan menuju ke
markas MK. Dengan penghadangan itu, seluruh kendaraan massa
penyerang tertahan dan tidak bisa melewati pagar betis aparat.

Kapolresta Bogor, AKBP Irlan, sempat mengajak dialog Habib
Abdurrahman Assegaf. Kapolresta Bogor meminta massa Habib
meninggalkan lokasi dan menghindari bentrokan dengan aparat
keamanan. Massa Gerakan Umat Islam Indonesia akhirnya membubarkan
diri.

Sementara itu, suasana mencekam tampak di markas perguruan MK.
Ratusan massa MK lengkap dengan atribut senjata tajam sudah
berkumpul sejak pagi. Mereka mempersiapkan diri dengan senjata,
yang di antaranya pentungan. (B.65)***



Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke