Asup di akal lamun kecap "keukeuh" asup kana KBBI... Tapi, sigana mah asupna teh lain "keukeuh" tapi "kekeh" (make e pepet), sabab barudak rumaja ngomongna kitu geuning...

Kecap "asupan" (Sunda) jeung "asupan" (Ind) satemenna aya bedana. Di Sunda mah, asupan teh hiji kecap panitah. Kitu asana mah...

AJ

mh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Cenah ceuk beja, salah sahiji fungsi basa daerah teh
pikeun ngamekarkeun basa nasional. Contona, loba
kecap-kecap basa Sunda nu diadopsi jadi basa
Indonesia.  Numutkeun ieu artikel kecap "asupan" jeung
"keukeuh" moal lila deui bakal jadi entri KBBI.
(mh)

===========
Jomlo

BULAN Februari lalu, banyak anak baru gede (ABG) antre
di bioskop untuk menonton film berjudul "Jomblo".
Skenario film tersebut dibuat berdasarkan novel dengan
judul yang sama Jomblo: Sebuah Komedi Cinta karya
Aditya Mulya.

Novel yang bercerita tentang sekelumit kehidupan
mahasiswa di Kota Bandung itu terbilang laris. Sejak
diterbitkan pertama kalinya pada November 2003, novel
itu kini sudah keempat belas.

Entah kenapa kata jomlo digunakan sebagai judul novel.
Mungkin karena pengarangnya berasal dari Bandung dan
berkisah tentang mahasiswa di Bandung.

Kata jomlo memang bukan lagi milik orang Sunda
sebagaimana sebelumnya. Kata itu sudah milik orang
Indonesia seiring dengan dicantumkannya kata itu dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Jomblo dalam Kamus Basa Sunda (KBS) yang disusun oleh
R. Satjadibrata (Kiblat, 2005) dirujukkan pada lema
jomlo. Artinya, ’taya nu mikahayang (barang
dagangan) atawa taya nu ngalamar (awewe)’ atau
‘tidak laku (barang dagangan) atau tidak ada yang
melamar (perempuan)’. Dalam KBBI (2002) jomlo diberi
keterangan sebagai ‘gadis tua’.

Keterangan yang terdapat dalam dua kamus itu,
tampaknya sudah tidak memenuhi lagi nuansa makna yang
terkandung dalam kata jomlo saat ini. Jomlo mengalami
penyempitan sekaligus perluasan makna.

Dari kedua keterangan dalam KBS, makna jomlo menyempit
pada makna kedua. Di sisi lain, makna kedua jomlo
dalam KBS yang asalnya lekat pada wanita mengalami
perluasan makna. Kata jomlo menjadi predikat yang
dikenakan kepada orang yang tidak laku atau tidak
mempunyai pacar, laki-laki maupun perempuan.

Makna jomlo sebagai "gadis tua" pada KBBI juga sudah
bergeser. Tengok saja sebuah acara di stasiun televisi
yang mempertemukan para jomlo. Para jomlo itu
rata-rata belum layak dikategorikan tua. Beberapa
peserta dinyatakan jomlo karena baru beberapa minggu
saja tidak memiliki pacar.

Kosakata bahasa Sunda yang menjadi lema dalam KBBI
cukup banyak. Kosakata yang pasti berasal dari bahasa
Sunda karena diberi keterangan sd (Sunda), berjumlah
94 lema, seperti telik, ulik, comro, gacong. Sebagian
lagi, mungkin jumlahnya lebih banyak, tidak diberi
tanda sd, seperti dadali, manuk, nyeri.

Kini banyak juga kosakata bahasa Sunda yang tengah
menunggu untuk masuk ke dalam KBBI karena kekerapan
pemakaiannya oleh masyarakat, seperti asupan, keukeuh.
Kata asupan muncul dalam biologi dan ilmu yang
berkaitan dengan pergizian. Kata keukeuh muncul dalam
bahasa gaul di antara anak muda.

Semua bahasa di nusantara memang berpotensi untuk
menyumbang kosakatanya menjadi kosakata bahasa
Indonesia. Bahasa Sunda memiliki kesempatan yang sama,
terlebih jika klaim yang menyatakan pengguna bahasa
Sunda sebanyak 30 juta orang terbukti benar. Itu
menjadi salah satu hal yang memudahkan penerimaan
kosakata Sunda dalam masyarakat. (Asep Rahmat, bekerja
di Balai Bahasa Bandung)***


=====
Situs: http://www.urang-sunda.or.id/
[Pupuh17, Wawacan, Roesdi Misnem, Al-Quran, Koropak]

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low rates.


Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke