Dicandak ti Kompas, 25 Maret 2006 http://www.kompas.com/kompas-cetak/0603/25/Politikhukum/2537635.htm
Hemat Energikah Istana?
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2¢/min or less.
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
YAHOO! GROUPS LINKS
Untuk kedua kalinya berbicara dalam jumpa pers kepada puluhan wartawan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta seluruh rakyat dan memerintahkan aparatnya untuk menghemat energi, utamanya listrik. Apakah permintaan dan perintah Presiden itu dituruti di halaman rumahnya sendiri di Istana Kepresidenan Jakarta?
Ketika Presiden menggelar jumpa pers didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri mengenai tidak dinaikkannya tarif dasar listrik sepanjang 2006 dan seruan berhemat listrik, dua lampu sorot berdaya di atas 100 watt yang menempel di pohon tangkalolo (Hosita L) menyala. Padahal, hari masih terang benderang.
Dua lampu sorot di pohon tua yang terletak di depan pintu masuk Kantor Presiden tempat jumpa pers itu sudah menyala sejak siang hari ketika matahari musim kemarau sedang terik- teriknya bersinar. Sia-sia penggunaan daya listrik yang diminta Presiden untuk dihemat itu dikeluarkan.
Tidak hanya ketika jumpa pers, sehari setelah seruan berhemat listrik dikemukakan lantaran kebutuhan listrik jauh di atas kapasitas nasional, Rabu (22/3) siang, dua lampu sorot di pohon tangkololo sudah menyala saat ada kegiatan Presiden di Kantor Presiden.
Masuk ke Kantor Presiden, seruan penghematan listrik memang sudah dipenuhi, terutama dalam penggunaan daya listrik untuk lampu-lampu ruangan. Di ruangan tempat Presiden dan Wakil Presiden menggelar jumpa pers yang menjadi tempat wartawan menunggu narasumber, hanya setengah dari puluhan jumlah lampu neon yang dinyalakan. Penghematan ini sudah dilakukan sejak Presiden
menggelar jumpa pers.
Tetapi, penghematan daya untuk lampu neon itu tak diikuti dengan penghematan daya listrik untuk mesin pendingin ruangan. Seruan Presiden agar berhemat dalam penggunaan pendingin ruangan dengan mengatur suhu pada 25 derajat Celsius, ternyata tidak lagi dilaksanakan. Pendingin ruangan di ruang jumpa pers yang memiliki dua pengatur suhu diputar pada suhu 19 derajat Celsius.
Ukuran suhu pendingin ruangan yang diatur pada suhu 19 derajat Celcius juga dilakukan di Istana Merdeka yang menjadi tempat tinggal Presiden dan keluarganya. Ketika Ny Ani Bambang Yudhoyono menerima puluhan tamu dari Malaysia, pengukur suhu di Ruang Credential menunjukkan angka 19 derajat Celsius.
Meski di luar Istana Merdeka cukup panas, terlebih karena ada unjuk rasa, suhu 19 derajat Celsius di Istana Merdeka membuat tubuh merasakan dingin. Terlebih bagi yang hanya menggunakan pakaian satu lapis
saja.
Seruan Presiden kepada rakyat, disertai perintah kepada aparat di bawahnya, tidak hanya terkait pada penghematan dalam penggunaan listrik yang membawa keuntungan. Tetapi, seruan dan perintah itu kerap seperti tidak dihiraukan. Apa yang terjadi di halaman depan Kantor Presiden dan di Istana Merdeka adalah contohnya.
Lalu, bagaimana dengan seruan dan perintah Presiden yang lain, yang tak langsung membawa keuntungan. Seperti kerap diberitakan, bulan Maret ini Presiden kerap sekali menyerukan agar mempermudah semua urusan kepada seluruh aparat birokrasi di bawahnya.
Kerap sekali Presiden menyerukan PSU (permudah semua urusan). Dengan logat batak yang membuat mereka yang mendengarnya terkekeh, Presiden dalam sejumlah kesempatan mengemukakan, Kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit!
Pertanyaannya, apakah seruan, perintah, dan instruksi itu akan dilaksanakan? Kalau ternyata tidak, seruan,
perintah, dan instruksi saja ternyata tidak cukup. Butuh keteladanan dan contoh nyata. (Wisnu Nugroho)
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2¢/min or less.
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
SPONSORED LINKS
| Corporate culture | Business culture of china | Organizational culture |
| Organizational culture change | Jewish culture |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "urangsunda" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

