ah
ceuk pribados mah
rek
pindah mah...jung wae
hanya
saja tong make mawa masalah
jiga
urang rek pindah imah we.
cenah
teu betah di Serang pindah ka Bogor...teu betah ....pindah deui we ka
Bandung
-----Original Message-----
From: oman abdurahman [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, April 05, 2006 9:37 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [Urang Sunda] Kudu kumaha nya?Coba usulkeun kieu Kang: pindahkeun ibu kota nagara urang ka Papua....coba keur lima tahuneun wae, ke lima tahun ka hareup pindahkeun deui ka daerah-daerah anu aya tanda-tanda rek barontak atawa mengkol ti NKRI. Sugan wae...:)manAR
On 4/5/06, Waluya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Masalah 42 urang Papua nu menta suaka politik ka Australia, masih
rame, ayeuna geus aya deui urang Papua nu "lumpat" deui ka
Australia, sapertos nu diwartoskeun ku detikcom dihandap ieu.
Kudu kumaha nya? da sigana kahareup bakal leuwih loba deui urang
Papua anu ngacir ka Aussie.
Warga Papua Tiba di Aussie Lagi
Rita Uli Hutapea - detikcom
Canberra- Di tengah memanasnya hubungan Indonesia-Australia
karena masalah Papua, sejumlah pencari suaka asal Papua kembali
tiba di Australia. Sebuah <I>boat</I> yang mengangkut warga Papua
diyakini telah berlabuh di negeri Kangguru itu.
Hal ini diungkapkan Yus Mawengkang, seorang pendeta di Kota
Merauke, Papua, seperti diberitakan harian Australia, <I>Sydney
Morning Herald</I>, Rabu (5/4/2006).
Menurutnya, satu keluarga Papua yang terdiri dari enam orang
telah tiba di sebuah pulau tak berpenghuni di Australia pada 3
hari yang lalu.
Juru bicara Menteri Imigrasi Australia Amanda Vanstone mengaku
telah mendengar berita itu.
"Saya bisa konfirmasi bahwa memang ada laporan itu, tapi ini
masalah operasional dan saya tidak bisa berkomentar lebih jauh,"
ujarnya kepada wartawan di Canberra, Australia.
Pendeta Mawengkang mengatakan, dirinya telah berbicara dengan dua
nelayan yang mengantarkan keluarga tersebut ke sebuah tempat yang
oleh masyarakat lokal dikenal sebagai Bamboo Island pada 2 April
lalu. Kedua nelayan itu kemudian kembali ke Merauke dengan kapal
cepat mereka.
Menurut Mawengkang, keluarga tersebut terdiri dari seorang
aktivis Paulus Samkakai beserta istrinya dan empat anaknya,
termasuk seorang bayi yang baru berusia 2 bulan.
Pendeta itu mengkhawatirkan keselamatan keluarga tersebut.
"Mereka cuma memiliki beberapa bungkus mie instan dan ikan kaleng
yang hanya cukup untuk bertahan selama beberapa hari, jadi bisa
dibayangkan," katanya.
Belum jelas apakah warga Papua itu saat ini telah dijemput oleh
kapal patroli pantai Australia. Jika kabar kedatangan keluarga
Papua ini benar, sudah pasti akan memperburuk ketegangan antara
Indonesia-Australia.
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "urangsunda" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

