Punteun deui, upami nyandak "sekapur sirih" ti alona pak UMAR WHK alm nyaeta AGUS WHK,manawi nami lengkapna nyaeta Umar Wirahadikusumah, sanes Umar Wirahadikusuma.Hatur nuhunSalam,JH.
Sekapur Sirih:
Untuk Hamba Muslim
Indonesia
1
1 Dengan nama
Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dewasa ini kita
melihat perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia sungguh
memprihatinkan. Krisis ekonomi dan
moneter yang melanda Indonesia sejak pertengahan 1997, menciptakan kondisi yang
terus memburuk dengan berbagai gejolak yang tak kunjung henti. Semangat dan komitmen Reformasi yang
begitu menjanjikan dan membawa harapan ke arah yang lebih baik ternyata masih
belum mampu mendorong bangsa ini keluar dari kesulitan. Perkembangan bangsa saat ini menunjukkan
keadaan yang amat sulit, penuh dengan nuansa konflik dan kekerasan, dan sangat
mengkhawatirkan karena sudah menyentuh sendi-sendi persatuan nasional dan
integritas bangsa. Kondisi ini
tentu saja tidak kondusif bagi masyarakat bahkan menimbulkan pengaruh yang lebih
buruk terhadap aspek-aspek kehidupan lainnya terutama kehidupan
sosial-ekonomi. Krisis yang
dihadapi bangsa Indonesia terus berkembang menjadi krisis yang sangat kompleks
dan multi-dimensional bahkan menjadi beban yang semakin berat dan menambah
tingkat kesulitan hidup masyarakat pada semua lapisan. Pertanyaannya
sekarang mengapa kita harus mengalami kondisi yang seburuk ini? Jawabannya tentu sangat kompleks dan
bervariasi tergantung dari sudut mana kita menilainya. Namun, kita sadari bahwa kondisi ini
tidak akan lepas dari penyimpangan atau kesalahan, dan boleh jadi karena
kelalaian dan dosa kita, yang sadar atau tidak, telah kita lakukan selama
ini. Tanpa harus saling menyalahkan
tentang siapa yang harus bertanggung jawab tentang kondisi bangsa seperti ini,
marilah kita simak Firman Allah dalam Al-Quran Surat Asy- Syūra ayat
30: Dan apa
saja yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu
sendiri. Karena itu,
menurut pendapat saya saat inilah momentum yang baik bagi bangsa Indonesia
melakukan introspeksi dan berpikir-balik (shifting mindset) untuk membangun
kesadaran baru yang lebih sesuai dengan tuntutan zaman serta melakukan tindakan
yang tepat untuk keluar dari krisis dan tidak terjebak pada kesalahan yang
sama. Upaya tersebut tentu saja
harus dilandasi dengan keprihatinan dan kesadaran yang tinggi akan realitas
keadaan serta kehidupan yang semakin buruk, dan tetap diarahkan bagi upaya
penyelamatan bangsa serta difokuskan bagi kepentingan generasi yang akan
datang. Untuk itu
marilah kita bersama-sama menyempurnakan dan memperkuat kembali sistem nilai
berbangsa dan bermasyarakat sebagai landasan berpijak ke depan dengan terlebih
dahulu memohon ampun kepada Allah SWT untuk memperoleh ridha-Nya dengan cara
meningkatkan iman dan taqwa dalam arti yang sesungguhnya. Bukankah Allah SWT dalam Al-Quran Surat
Al-Arāf ayat 96 mengatakan bahwa: Dan
sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan
melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi, tetapi mereka
mendustakan (ayat-ayat Kami) maka Kami siksa mereka disebabkan apa yang mereka
usahakan.
Sejalan dengan
firman Allah tersebut maka langkah-langkah perbaikan dan penyelamatan bangsa
yang kita lakukan harus senantiasa diimbangi dengan peningkatan kualitas moral
dan spiritual. Dengan demikian kita
tidak akan pernah ragu apalagi putus asa untuk lebih memahami kekurangan diri,
serta berusaha memperkuat pikiran yang lebih rasional, dan juga lebih menyadari
adanya berbagai keterbatasan di luar jangkauan kita. Marilah kita tidak bosan-bosannya
memohon petunjuk Yang Maha Kuasa agar ditunjukkan satu titik penyelesaian dan
jalan terbaik dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi, khususnya dalam membangun
kembali tata nilai, sistem, manajemen dan kultur kehidupan masyarakat dan bangsa
yang lebih maju serta berbudaya tinggi. Di
tengah-tengah kesunyian selama sembilan bulan terakhir ini, karena
terbiasa dengan kehidupan yang dinamik, saya sangat bergembira mendapat banyak
simpati, perhatian dan dorongan dari banyak pihak. Mereka dengan penuh ketulusan telah
memberikan buku-buku termasuk buku agama yang sangat bermanfaat, serta
menyampaikan saran, nasehat dan petunjuk.
Saya amat bersyukur atas semua anjuran itu terutama tentang perlunya
meningkatkan intensitas dan kualitas kegiatan ibadah untuk lebih mendekatkan
diri kepada Allah SWT. Berbagai
amalan seperti shalat, membaca shalawat, berdoa dan berdzikir sebagai kunci
kekuatan batin dan pikiran, memang harus senantiasa melekat dalam kehidupan kita
sehari-hari. Selaku hamba Allah
yang senantiasa sadar akan realitas kehidupan serta kekurangan dan kelemahan
diri, kita harus terus berusaha menjalankan amalan-amalan itu dengan ikhlas dan
sabar, dan menjadikannya sebagai pendorong semangat hidup dalam mengatasi
berbagai kesulitan. Karena itulah,
sebelum melangkah jauh ke depan saya memandang perlu agar kita berketetapan hati
terlebih dahulu untuk melakukan tahannuth yaitu bertafakur dan melakukan
perenungan untuk mendapatkan ridha, petunjuk serta lindungan-Nya. Marilah kita berdoa untuk mendapatkan
ridha-Nya semoga permohonan ampun kita diterima oleh Allah SWT dan permintaan
untuk memperbaiki keadaan, serta memperoleh berkah dan ketentraman bagi bangsa
ini dikabulkan-Nya. Syukur alhamdu
lillāhi, Allah SWT telah mempertemukan saya dengan beberapa Ulama shaleh dan
sempat bertukar pikiran tentang berbagai hal terutama yang berhubungan dengan
kondisi bangsa dan kehidupan umat.
Salah seorang di antaranya telah memberikan Buku Doa yang di dalamnya
tercantum Doa Kumail. Doa itu
sangat baik dan memberikan suatu inspirasi serta dorongan kuat tentang
pentingnya pasrah diri dalam keadaan sesulit apapun dan berusaha memohon ampunan
kepada-Nya, sebagaimana sering dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan keluarga
serta para sahabatnya. Saya sangat
bersyukur pula atas saran-saran yang disampaikan oleh istri dan anak-anak (Tri,
Vivi dan Yunan) yang selama ini banyak memberikan perhatian dan dorongan
terutama dalam menghadapi segala dinamika, kondisi dan realita kehidupan yang
kami hadapi bersama. Mereka
mengingatkan saya untuk senantiasa mengambil hikmah dari setiap kejadian yang
dialami dan tidak pernah berkecil hati dalam menghadapi cobaan seberat
apapun. Bahkan merekalah yang
menyarankan untuk melakukan perenungan dan introspeksi termasuk perlunya
meningkatkan kegiatan ibadah, mendalami Al-Quran dan melaksanakan Umrah. Dalam kesempatan Umrah itulah Allah SWT
telah mempertemukan saya dengan beberapa hamba-Nya yang dengan penuh perhatian
serta ketulusannya memberikan doa serta dorongan, dan berbagai amalan yang
berhubungan dengan shalat, shalawat dan dzikir. Mereka mencoba meyakinkan bahwa apabila
kesemua ibadah itu dapat dilaksanakan dengan intensif, ikhlas dan sabar, insya
Allah kita akan memperoleh ridha, kekuatan dan petunjuk dari Allah
SWT. Dari perjalanan
itulah timbul inspirasi untuk merangkum berbagai amalan yang saya peroleh ke
dalam suatu buku yang sekiranya dapat dimanfaatkan bagi orang lain dan sekaligus
merupakan wujud tanggung jawab saya sebagai hamba muslim dalam syiar
Islam. Saya sangat meyakini dan
merasakan bahwa kekuatan yang diperoleh melalui shalat dan berdoa serta melalui
bacaan shalawat dan dzikir akan menghasilkan suatu kekuatan dan energi dalam
diri (the inner power) yang luarbiasa serta mampu membangun kehidupan yang lebih
baik dalam arti yang sesungguhnya atas ridha Allah SWT. Inilah hakikat
yang harus kita gali yang bersumber dari kekuatan Allah SWT, kitab suci
Al-Quran serta Rasulullah SAW dan haditsnya. Sehubungan dengan itu, saya menyarankan
agar kita melakukannya secara langsung dan tidak melalui perantara siapa pun,
baik orang lain maupun media yang kemungkinan dapat menjebak kita pada hal-hal
dan upaya yang dapat dikategorikan sebagai musyrik. Allah SWT paling tidak menyukai hal-hal
yang men-dua-kan-Nya sekecil apapun.
Ia bahkan telah menjanjikannya dalam Al-Quran dan pasti akan menerima
doa yang dipanjatkan oleh setiap hamba-Nya sebagaimana
firman-firman-Nya: Dan apabila
hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku
dekat. Aku memperkenankan
permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku; sebab itu hendaklah
mereka memohon perkenan kepada-Ku dan beriman kepada-Ku supaya mereka memperoleh
petunjuk. (QS.
Al-Baqarah, 2 :
186) Tuhan kamu
(Allah) berfirman, Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang takabur
dari menyembah-Ku, mereka akan masuk jahanam dalam keadaan terhina. (QS.
Al-Mukmin, 40 :
60) Mudah-mudahan
dengan kerja keras yang dilandasi dengan keimanan, amal dan ibadah serta berdoa
yang khusyu kita akan memperoleh apa yang diinginkan dan dengan penuh keyakinan
akan mampu mereduksi serta meredam berbagai godaan syaitan, dan bahkan insya
Allah akan mendapat barakah, derajat yang lebih tinggi, keselamatan dan
perlindungan lahir batin dan kesuksesan dalam hidup. Karena itu, marilah kita bersama-sama
melanjutkan segala upaya untuk mengatasi kesulitan bangsa dan cobaan hidup ini
dengan cara terus membangun kemajuan dan peradaban manusia Indonesia yang
dilandasi dengan nilai-nilai keimanan dan kemanusiaan yang penuh rasa
keadilan. Bangkitkan terus
kesadaran untuk maju di kalangan masyarakat luas terutama kalangan bawah agar
mereka berdaya, rasional, cerdas, disiplin dan bertanggung jawab. Kesadaran baru dalam membangun ukhuwah
Islamiyah yang dilandasi dengan prinsip kesetaraan dan kesederajatan harus terus
dibangun. Demikian pula kesadaran
untuk belajar, bekerja yang rajin, ulet dan disiplin yang tinggi. Namun, jangan lupa mendekatkan diri
kepada Allah SWT dengan cara melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan
larangan-Nya, menertibkan ibadah shalat dengan ikhlas dan sabar, mendalami
Al-Quran serta banyak membaca shalawat, berdoa dan berdzikir sebagai kebutuhan
dan sekaligus syarat untuk memperoleh ridha dan ampunan-Nya. Bila semua itu dilakukan, saya meyakini
kita akan mampu bangkit kembali menjadi bangsa yang besar dan kuat. Begitu pula dengan melaksanakan
amalan-amalan yang ada di buku ini, insya Allah kita akan mendapatkan petunjuk
dan ridha Allah SWT dalam menghadapi berbagai cobaan dalam hidup, khususnya
dalam mengatasi persoalan dan keadaan yang semakin sulit di tengah-tengah
kehidupan kita dewasa ini.
Buku ini
khusus saya rangkum dan diketik sendiri untuk memberikan makna yang lebih dalam
karena materinya sebagian besar merupakan amalan-amalan rutin yang biasa kita
lakukan, namun wajib dan penting.
Di samping itu, juga tidak lepas dari proses belajar dan pendalaman serta
keinginan untuk mencoba memadukan teknik membaca-cepat Al-Quran dengan
perangkat Microsoft-Word Arabic Version, dan ternyata lebih mempercepat dalam
proses penguasaan huruf Arab. Buku
ini disusun dengan sistematika dan format yang sederhana serta praktis, sehingga
dapat digunakan dengan mudah dalam melaksanakan amalan-amalan harian, baik untuk
kegiatan shalat, membaca shalawat, berdzikir dan berdoa. Setiap bacaan Arabik dilengkapi dengan
tulisan latin serta artinya, sehingga benar-benar dapat dimengerti dan dihayati
terutama bagi mereka yang belum menguasai huruf Arab. Buku ini juga dilengkapi dengan Doa-
Doa yang dapat kita amalkan dalam menghadapi berbagai keadaan atau kondisi yang
berada di luar jangkauan kita.
Demikian pula buku ini dapat dimanfaatkan sebagai referensi dan pedoman
tambahan bagi yang akan atau sedang melaksanakan ibadah
Umrah/Haji. Ucapan terima
kasih saya sampaikan kepada Tim Lajnah Pentashih Badan Litbang Departemen Agama
RI yang telah memeriksa dan memberikan koreksi guna perbaikan isi buku ini. Demikian pula kepada teman-teman dekat
yang senantiasa memberikan dorongan, termasuk bantuan distribusi dalam
penyebarluasan buku ini bagi masyarakat luas khususnya generasi muda dan para
Eksekutif, saudara-saudara kita di Panti Asuhan dan Yatim Piatu serta para orang
tua di Panti Jompo. Saya pun tidak
lupa kepada saudara-saudara kita yang kurang beruntung sehingga harus tinggal di
Lembaga Pemasyarakatan, kiranya buku ini dapat dijadikan sarana untuk
mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selamat beribadah dan semoga berhasil memperoleh apa yang diinginkan dan
mencapai kesempurnaan hidup yang hakiki, lahir dan batin. Āmīn! Jakarta, 4 Juni 2001 12 Rabiul Awal 1422
H Wabillahittaufiq, Penyusun Agus Wirahadikusumah
MPA
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id YAHOO! GROUPS LINKS
|
- Re: [Urang Sunda] [w] Urang Sunda--Kang Kumincir-- JUHARA

