kumaha rek nyaho nasib budak kahareup ari teu nyaho
cara nyawang.
didik barudak teh ku cara Budaya Sunda, saha-saha nu
ngarasa urang Sunda, "PAKE ATURAN TEH, ULAH DIANTEP
MUN REK SALAMET" . ulah ku cara kapitalis, dll. 
Bagi-bagi tugas we, kolot ngadidik budakna, guru
ngadidik muridna, atasan ngadidik bawahana,dll.
Sawang nasib barudak kahareup, bisa nyawangna?
ari geus bisa nyawang mah urang bisa nyieun
strategi...!
--- Eko Ruska Nugraha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Ieu aya seratan dihandap, mamanawian aya
> mangpaat....
>
>
> ---------- Forwarded message ----------
> From: SUGANDI, Rachmat <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: May 2, 2006 6:38 PM
> Subject: Bagaimana nasib anak-anak kita?
> To: "SUGANDI, Rachmat" <[EMAIL PROTECTED]>,
> Hendarin Riandi <
> [EMAIL PROTECTED]>, Ikmal <[EMAIL PROTECTED]>,
> "M. Arief Tarunaprawira"
> <[EMAIL PROTECTED]>, Afrinaldi - TelkomNet
> <[EMAIL PROTECTED]>
> Cc: Danie Bernady <[EMAIL PROTECTED]>,
> Eko Ruska Nugraha <
> [EMAIL PROTECTED]>, Ikmal <[EMAIL PROTECTED]>,
> Jerry Yoestiadi <
> [EMAIL PROTECTED]>, Rachmat Sugandi
> Hamdani <[EMAIL PROTECTED]>,
> "Supiyan, Ucup" <[EMAIL PROTECTED]>
>
>
>  Baraya Kandaga,
>
> Tulisan Terlampir (Kang Yusman MS ITB 72) ini
> merepresentasikan tantangan
> saat ini dan projeksi tantangan generasi anak-anak
> kita disaat mendatang.
>
> Kelihatannya dimasa yang akan datang (generasi anak2
> kita) akan semakin
> banyak putera-puteri terbaik Indonesia yang harus
> terpaksa `hengkang` dari
> tanah Indonesia tercinta ke mancanagara,..demi
> profesionalisme dan mencari
> nafkah,..
>
> Pemimpin negara kita sedang sibuk bertarung
> sesamanya untuk merebut
> kekuasaan,...projects,...dan sedang membawa kita
> menjadi bangsa tukang
> jahit,..yang lebih parah lagi (banyak yang sudah gak
> punya mesin
> jahitnya),....bangsa buruh,...seperti kaum sudra dan
> paria (simulasi tatanan
> masyarakat hindu) diantara bangsa-bangsa di dunia.
>
> Dari sisi teknologi,...sudah puluhan tahun kita
> terpuruk menjadi bangsa
> tukang jahit,...Dari sisi pertanian perikanan dan
> peternakan pun, sekarang
> mata saya menjadi lebih terbuka lebar;,.....kita
> yang dikenal sebagai bangsa
> agraris pun,...terpuruk jauh,...bahkan kalau
> dibandingkan dengan negara
> tetangga seperti malaysia dan Thailand,....Dibidang
> P3;
> Riset dan Development mereka sangat jauh
> meninggalkan Indonesia,....
>
> Bagaimana nasib anak-anak kita nantinya?
>
> Baktosna
>
> Andi
>
>
>
>
> -----Pergulatan Mencari Solusi Keilmuan
> Yusman SD
>
> Migrasi atau berpindahnya para ilmuwan dan insinyur
> terbaik yang
> dimiliki Indonesia ke negara lain setelah sebelumnya
> disekolahkan dan
> diinvestasikan oleh negara dalam program-program
> pengembangan
> teknologi merupakan suatu fenomena yang sangat sukar
> ditemukan
> solusinya.
> Di satu sisi, hengkangnya putra-putri terbaik bangsa
> yang telah
> menyandang gelar PhD, S2, dan S1 merupakan bentuk
> kesia-siaan. Di lain
> pihak, tanpa program pengembangan iptek dengan visi
> dan grand strategy
> masa depan yang dapat digunakan sebagai acuan
> bersama untuk membangun
> kemampuan rekayasa rancang bangun dan iptek
> pengolahan sumber daya
> alam di Indonesia, kehadiran para ilmuwan berbakat
> juga akan berujung
> pada penantian sia-sia.
> Tahun 2002, juara dunia sepak bola, Perancis,
> ditaklukkan oleh Senegal
> dalam perebutan Piala Dunia. Sebelas pemain sepak
> bola terbaik yang
> dimiliki Senegal sebelumnya telah dikecam oleh
> pencinta sepak bola dan
> dianggap tidak nasionalis. Mereka bermigrasi ke
> klub-klub sepak bola
> kelas dunia di Eropa untuk berkompetisi. Fenomena
> migrasi 11 pemain
> sepak bola ini mirip dengan peristiwa migrasi
> ilmuwan Indonesia ke
> negara lain, sebagaimana juga dialami Jerman,
> Brasil, Amerika Serikat,
> Perancis, dan Malaysia.
>
> Di Amerika seorang doktor biologi asal Aceh
> mengabdikan iptek dalam
> riset bioengineering di Universitas Washington.
> Beberapa engineer ahli
> perangkat lunak sedang menapak karier menjadi top
> level scientist di
> Microsoft Seattle. Seorang doktor ahli roket lulusan
> ITB menjadi top
> scientist di Laboratorium Martin Thiokol, industri
> pengembang roket
> luar angkasa penggendong pesawat ulang alik
> Discoveries, di Utah.
> Sedangkan program pengembangan pesawat jumbo jet
> Airbus A380, dan
> pesawat Regional Jet di Embraer Brazilia berhasil
> diterbangkan ke
> udara dengan kontribusi analisis engineering dan
> ratusan gambar teknik
> yang dibuat oleh 70 ilmuwan terampil, alumni
> Industri Dirgantara
> Indonesia.
>
> Kompetisi dunia
> Para ilmuwan profesional itu rindu akan tantangan
> pekerjaan yang
> sesuai dengan tingkat keahlian yang dimiliki. Mereka
> mencari tempat di
> mana mereka dapat bekerja sama dan saling
> berkompetisi dengan para
> ilmuwan tingkat dunia. Mereka mencari sektor
> pekerjaan di mana ada
> pergulatan dengan persoalan yang amat rumit dan
> sekaligus menantang.
> Mereka ingin menemukan daerah penjelajahan makna
> iptek yang baru (new
> frontiers) di mana pelbagai jenis kemungkinan solusi
> alternatif dan
> oportunitas baru dapat dijumpai (the beauty of
> bewilderment of new
> territories).
> Tugas dan fungsi ilmuwan adalah menyelesaikan
> problem yang dihadapi
> bangsa dengan metode, cara kerja, dan penemuan baru.
> Melalui imajinasi
> dan kesasmitaan yang dimiliki berdasarkan
> pengalaman, para ilmuwan
> terbaik suatu bangsa selalu dituntut melahirkan
> inovasi. Karena itu
> tidak heran jika para ilmuwan selalu mencari
> kelengkapan peralatan
> penelitian (equipments), buku-buku referensi, dan
> laboratorium yang
> canggih. Tanpa buku dan peralatan laboratorium yang
> tepat guna,
> ilmuwan seperti koboi yang berkelana dalam dunia
> wild west tanpa
> pistol.
> Para ilmuwan Indonesia yang menetap sementara di
> luar negeri mempunyai
> komunitas dan diaspora jaringan kerja yang dikenal
> sebagai the gypsy
> of scientist yang terdiri dari pelbagai suku bangsa
> dan
> kewarganegaraan. Mirip suku gipsi, para ilmuwan ini
> mempunyai
> kebiasaan untuk hidup sebagai profesional nomaden
> yang berpindah
> tempat kerja dari satu lokasi industri ke lokasi
> lain. Yang dicari
> adalah program pengembangan produk baru, baik
> penciptaan rekayasa
> genetika benih unggul, pembuatan pesawat terbang,
> roket, serta sistem
> eksplorasi geologi dan minyak bumi maupun
> pengembangan sistem
> perangkat lunak komputer masa kini.
> Mereka mengikuti jejak ilmuwan Jerman yang menemukan
> daya survivalnya
> dalam kancah candradimuka riset pengembangan di
> negara lain. Kalah
> dalam Perang Dunia Kedua menyebabkan Jerman
> kehilangan ilmuwan genius
> seperti Von Braun. Tim ilmuwan Jerman yang dikelola
> oleh Von Braun
> dalam pengembangan roket untuk menaklukkan ruang
> angkasa telah
> melahirkan Pusat Antariksa Amerika NASA dan
> menyebabkan bangsa Amerika
> merebut supremasi dari Rusia dalam menempatkan
> manusia pertama di
>
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com





Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke