assalamu'alaikum ...
 
baraya, gerakan sunda nusantara asup koran. dina koran tempo poe ieu. nyanggakeun. :))
 
wassalam,
 
dh
 
==========================================
Metropolitan
Sebuah Gerakan di Tangerang Dirikan Negara Baru

Ketua dan anggotanya pernah diperiksa polisi.

TANGERANG -- Sebuah gerakan bawah tanah, Forum Komunikasi Masyarakat Sunda Nusantara (FKMSN), di Tangerang sedang melakukan persiapan berdirinya negara Sunda Nusantara. "Kami sudah memiliki bendera dan lambang negaranya, " kata Syahron, Ketua FKMSN Cabang Tangerang, Sabtu lalu.

Bendera itu adalah berwarna merah-putih dengan gambar kujang dan bintang lima, sedangkan lambang negaranya adalah kujang. "Kami pilih kujang karena itu senjata khas Jawa Barat dan merupakan jati diri masyarakat Sunda," katanya.

Berdasarkan pengamatan Tempo, di depan kantor sekretariat FKMSN di Kampung Pabuaran, RT 01 RW 01 Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, terlihat bendera tersebut berkibar.

Menurut Syahron, negara Sunda Nusantara dibangkitkan kembali karena sejarah Indonesia telah diputarbalikkan. Sejarah membuktikan Indonesia berdiri pada 1945. Padahal, jauh sebelum itu, masyarakat dari Sabang sampai Merauke sudah masuk ke sebuah negara kesatuan, yakni negara Sunda Nusantara.

"Kami tidak membuat negara di atas negara, tapi menghidupkan kembali negara yang pernah terkubur," ujarnya. Karena itu, kata dia, FKMSN tidak mengakui negara Indonesia.

Kelompok yang didirikan pada 2001 ini berpusat di Bogor, yang dipimpin oleh Ahmad Suja'i. Cabang-cabangnya tersebar di Jakarta, Bekasi, Karawang, Lebak, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, dan Cirebon.

Setiap cabang memiliki ketua, yang tugasnya merekrut anggota. Syahron, Ketua Cabang Tangerang, mengaku sudah merekrut 700 anggota. "Anggotanya orang sini-sini juga," ujarnya.

Di sekretariatnya, Tempo melihat lambang kujang dan bendera merah-putih ukuran besar ditempel di dinding. Di meja kerja terlihat tumpukan stiker bergambar sama yang siap disebarluaskan.

Camat Jayanti Ari Novi Purnama mengatakan gerakan itu sangat berbahaya dan mengancam disintegrasi bangsa. "Kehadiran gerakan ini jelas merupakan sebuah ancaman," katanya.

Menurut Ari, banyak kejanggalan yang dilakukan oleh gerakan itu, misalnya, memilih lokasi sekretariat di tempat sepi dan di tengah warga yang miskin. Masyarakat Kecamatan Jayanti sebanyak 80 persen dari 60 ribu orang adalah warga miskin dan berpendidikan rendah.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, pihaknya sudah melakukan pendekatan kepada warga melalui ketua rukun tetangga dan rukun warga serta Kepala desa setempat.

Kepala Kepolisian Resor Tangerang Ajun Komisaris Besar Toni Harmanto mengatakan pihaknya sudah mengetahui gerakan itu. "Kami masih memerlukan bukti untuk mendalami apakah gerakan itu melakukan upaya makar atau tidak," katanya.

Syahron dan beberapa pengikutnya, kata Toni, telah dipanggil untuk dimintai keterangan." Namun, dilepaskan karena tidak ada bukti kuat untuk menahannya," ujarnya. JONIANSYAH

--
~:ngadék sacékna, nilas saplasna:~
:.lembur deudeuh.:
http://banjarasih.blogsome.com



Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




SPONSORED LINKS
Corporate culture Business culture of china Organizational culture
Organizational culture change Jewish culture


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke