indung peuting wrote:
Aya naon kitu kang...!, ke can pati apal beritana. Mun enya Gus Dur diusir, meureun teu ribut pendukungna, mangkaning santri pendukung Gud Dur teu saeutik, komo di Jawa timur pusatna.
Kieu teh ipeut dongengna. Mangga baca sorangan, nya. Ieu meunang kopi<>paste i koran pikiran-rakyat online;

Dialog Lintas Etnis Nyaris Rusuh
Gus dur Tuding Gerakan Ormas Islam Ada yang Mendanai 

PURWAKARTA,(PR).-
Dialog Lintas Etnis dan Agama yang menghadirkan K.H. Abdurahman Wahid (Gus dur) nyaris berbuntut kerusuhan, Selasa (23/5), menyusul keluarnya pernyataan dari Gus Dur yang dianggap telah melukai Front Pembela Islam (FPI) Purwakarta.

massa FPI Purwakarta berusaha masuk ke Gedung PKK Purwakarta, saat sedang berlangsung dialog lintas agama dan etnis dengan pembicara Gus Dur dihadang aparat kepolisian, Selasa (23/5).*TAUFIK ILYAS/"PR"

Gus Dur menuding ormas Islam, seperti FPI dalam setiap aksinya selalu ada yang mendanai dan FPI itu bikinan jenderal-jenderal yang berebut pangkat seperti Nugroho Jayusman, Wiranto dan Brigjen Kivlan Zen.

Awalnya massa FPI yang berjumlah puluhan orang itu hanya meneriakkan yel-yel menolak dilangsungkannya acara dan kehadiran Gus Dur karena dianggap telah melukai perasaan umat Islam. Namun massa tambah beringas saat Ketua FPI Purwakarta, ustaz. Asep dipermalukan Gus Dur di podium.

Ketua FPI Purwakarta diberikan kesempatan untuk berdialog dengan Gus Dur. Dalam dialog itu, Ketua FPI mengajukan sejumlah pertanyaan dan sempat meminta Gus Dur meninggalkan lokasi bila tidak meminta maaf kepada FPI, namun Gus Dur malah balik memarahi Ketua FPI tersebut.

Untungnya aksi massa ke arah yang tidak diinginkan tidak terjadi setelah aparat keamanan dari Polres Purwakarta "memukul mundur" massa dari FPI. Kendati demikian, massa sempat merusak pagar Gedung PKK tempat acara dialog itu dilaksanakan.

Dalam dialog lintas etnis dan agama itu, Gus Dur kembali menyatakan mengapa dirinya menentang rancangan Undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP). Menurut Gus dur melalui undang-undang, negara telah memasuki wilayah agama.

Dibubarkan

Ketua Dewan Koordinasi Wilayah Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (PKB) Garda Bangsa Jawa Barat, Drs. H. Agung Nurhalim menyesalkan gerakan keempat ormas Islam yang selalu meresahkan dan terkesan main hakim sendiri tersebut.

“Kami menuntut permintaan maaf secara resmi dari HTI, FPI, MMI, dan FUI,” ucap Agung. Jika tidak mereka akan memprosesnya secara hukum melalui pihak kepolisian untuk membubarkan HTI, FPI, FUI, dan MMI. (A-86/A-154)***


Kirim email ke