Mang nu kreatif mah jigana kuduna
kieu….…!
“….Urang sumbang korban gempa
di jogja jeung dijateng kuurang, atas nama sakabeh masyarakat Jawa-Barat jeung
pemerintah,waragadna nyandak/nyoceng wae tina dana taktis gubernur nu 100 milyar,tina
anggaran baju dines 10 milyar, tina dana perjalanan gubernur 25 milyar, jeung
tunjangan jabatan 5 milyar, teras bae ku abdi pribados 3 milyar ti duit
dapur dibumi, geus mulai isukan gubernur mah maol kamana2 rek dikantor
bae,lantaran duitna beak…keur nyumbang,nu penting rakyat jeung pagawe
senang jeung iklas, da ieu ge duit rakyat keneh ”ceuk
gubernur….hahahahaha
Resep tah mun aya gubernur nu
kieu………tapi irahanya?
Salam
From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of mh
Sent: Wednesday, May 31, 2006 7:44
AM
To: [email protected];
kisunda; barayasunda
Subject: [Urang Sunda] Gaji PNS,
hak saha?
Baraya,
Boga gubernur teh kreatif euy. Cing numutkeun baraya,
naha wajar
upama gubernur nyieun kaputusan jiga dina
artikel di handap ieu. Kuring ngarasa reueus upama
jiga kieu, gubernur jeung rengrenganana rela teu
narima gajih salila tilu bulan (contona) pikeun
ngabantuan korban bencana Jogja.
(mh)
=========
Gubernur, "Saya Setuju, Rp 10.000/Orang untuk Korban
Gempa"
Diusulkan Gaji PNS Dipotong
DIPONEGORO, (GM).-
Untuk membantu korban bencana gempa bumi di Yogyakarta
dan Jawa Tengah, Gubernur Jabar, H. Danny Setiawan
mengimbau seluruh pegawai negeri sipil (PNS)
menyisihkan dana, bahkan ia setuju jika seluruh PNS di
Jawa Barat dipotong gajinya Rp 10.000/orang.
"Jumlah tersebut mungkin bisa dialokasikan untuk
korban gempa di Yogya maupun Jateng serta korban
bencana alam lainnya di Jabar," ungkapnya usai rakor
penanggulangan pascagempa Yogyakarta dan
penanggulangan bencana sampah di ruang basement Gedung
Sate Bandung,
Jln. Diponegoro Bandung, Senin (29/5).
Pemprov juga tengah mengalokasikan bantuan dana dari
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk
Yogyakarta yang jumlahnya belum ditentukan.
Menurutnya, akan ada pengalihan beberapa pendanaan
proyek yang tidak penting, seperti program penyuluhan
dan lain-lain untuk menangani pascagempa dan bantuan
masalah sampah.
"Seperti diungkapkan Ketua DPRD Jabar, H.A.M. Ruslan,
pemprov diminta untuk mengalihkan atau menunda
proyek-proyek yang tidak penting untuk ikut
menanggulangi masalah sampah dan pascagempa di
Yogyakarta," paparnya.
RSHS kirim dokter
Soal bantuan ke Yogyakarta, Direktur Utama
RSHS
Bandung, Cissy
B. Kartasasmita mengatakan, siap
menerima rujukan pasien korban gempa bumi. Saat ini
sebanyak tiga tim RSHS Bandung sudah berada di Klaten,
Yogyakarta. Tim RSHS Bandung ini sudah bekerja
sejak
Sabtu (27/5). "Kita siap menerima pasien. Khususnya
pasien-pasien yang mau dioperasi," ujar Cissy.
Dikatakan Cissy, RSHS sudah mengirimkan sekitar 17
dokter spesialis, di antaranya dokter anestesi, dokter
bedah umum, dokter saraf, dokter anak, dan dokter
ortopedik. Selain itu, hingga saat ini RSHS juga telah
mengirimkan bantuan medik. Di antaranya empat unit
mobil ambulans, 4000 butir obat antibiotik, 30 dus
cairan infus serta peralatan operasi bedah kecil dan
besar.
Mahasiswa peduli
Sementara itu, berdasarkan pemantauan "GM", Senin
(29/5), hampir di setiap depan kampus dan beberapa
perempatan diramaikan dengan para mahasiswa yang
menggalang dana. Dengan menggunakan kotak kardus para
mahasiswa menggugah para pengguna jalan untuk
memberikan donasinya.
Di depan Kampus Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI),
Jln. Buahbatu Bandung, para mahasiswa bahkan sengaja
membawa gamelan dan melakukan tatalu untuk mengundang
perhatian para pengguna jalan. Masih di Jln. Buahbatu,
tepatnya di depan Kampus Stembi Bandung pun para
mahasiswanya menyediakan kotak donasi bagi para
pengguna jalan.
Di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati
Bandung, dana
yang berhasil dikumpulkan oleh unit
kegiatan mahasiswa (UKM) Mahapeka UIN hingga kemari
siang Rp 670 ribu.
Bantuan
Sementara itu, bantuan bagi para korban gempa di
Yogyakarta dan Jawa Tengah hingga kemarin
belum
terkoordinasi dengan baik. Bahkan di Kab. Bantul,
sekitar 200 korban gempa terpaksa menyerbu Kantor
Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Bantul untuk
mendapatkan tenda, Senin (29/5).
Serbuan warga membuat petugas PMI kebingungan. Mereka
berdatangan sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00
WIB, antrean mereka cukup panjang meski sama sekali
tidak ada pembagian tenda atau terpal.
(B.81/B.98/rem/luc/din.job/ant/dtc)**
http://www.klik-galamedia.com/20060530/kolomlengkap.php?kolomkode=20060530010533
=====
Situs: http://www.urang-sunda.or.id/
[Pupuh17, Wawacan, Roesdi Misnem, Al-Quran, Koropak]
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
__._,_.___
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
__,_._,___