Leres pisan akang,
janten kedah ati-ati kana penipuan utamina via ATM.
aya deui contohna kang rachmat :
1. ati-ati pami aya sms/email/surat konvensional nu isina salira dibere hadiah 
jutaan atanapi mobil/rumah. teras kedah transfer via ATM mangrupi pajak atanapi 
uang muka atanapi anu sajabina...
2. ati-ati pami aya bewara ngadak-ngadak salira meunang 
lotere/undian/warisan/bea siswa ti luar nagreg via email. salira kedah transfer 
via ATM keur pajakna....atanapi tipuan nu sajabina
3. ati-ati pami aya wartos ti batur (nu teu apal) ngadak-ngadak tuang 
rama/tuang istri/murangkalih/dulur cilaka nu kedah transfer uang via ATM kangge 
uang muka
4. ati-ati pami bade aya transaksi keuangan via ATM atanapi kartu kredit.
5. ati-ati pami aya nu ngajak ulu biung kana bisnis nu teu aya juntrungna, 
biasana mah kedokna teh ciga MLM.
6. jeung penipuan nu lian sajabina...

kumargi simkuring aya dina tim investigasi AML/KYC widang penipuan, mugia para 
wargi kedah ati-ati ka sagala mangruppi penipuan, khususna dina penipuan 
transaksi keuangan.  
simkuring mendakan salasahiji siloka sunda ti baraya Kusnet :

Ulah sacokot-cokotna, lamun lain cokoteunana.
Ulah sadenge-dengena, lamun lain dengeunana.
Ulah satenjo-tenjona, lamun lain tenjoeunana.
Ulah salengkah-lengkahna kana lain tincakeunana.
Ulah sakecap-kecapna, lamun lain ahlina.
Ulah uruy ku pamulu batur.
Ulah kabita ku pangala jalma.


salam baktos,

R Joni Wirawan




-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Behalf Of MRachmat Rawyani
Sent: Monday, June 19, 2006 9:53 AM
To: [email protected]
Subject: [Urang Sunda] Re: milari informasi nu icalan bumi di kota
bandung....ati-ati ditipu


Ieu aya pangalaman ti milis sapalih, sanes bade
suudzon, namung supados ulah kabelejog ku iming-iming
bade ngagaleuh bumi, uang mukana ditransfer via ATM.
Pami teu patos kenal pisan mah tong langsung masihkeun
nomor hp, nomor rekening/ATM sagala.

baktos,

mrachmatrawyani

--- Tatang Sariman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Aya deui hiji bumi pun adi di Gg Bapa Suhaya no 77.
> Jln Rasdan, palih kulon Terminal Tegallega, mangga
> uningaan heula bae, manawi cocok, taroskeun bae ka
> Bu Lilis Tlp. 5208169 atanapi 081322452152.
> Wilujeng, manawi ngajodo.
> 
> Deny Suwarja <[EMAIL PROTECTED]> wrote:       
>   Aya bumi/tanah anu bade diical mang, di palih
> kiduleun Tegal Lega, payuneun musium Sri Baduga.
> Kango informasi saterasna mangga taroskeun wae ka
> Pak Wawan si 08156197219.  Upami teu acan kaical eta
> oge, anjeuna NUJU PERYOGI ARTOS kango biaya kuliah
> puterana di ITB.
> Mangga mang wilujueng berburu, wartoskeun weh
> rerencangan Pak Deny ti Cibatu Garut kituh!   :)

\____________________________________


Penipuan Berkedok Pembelian Rumah
Oleh [EMAIL PROTECTED]

Kemarin, Jum'at, 16 Juni 2006 saya mendapat telepon
dari seseorang 
yang menamakan diri pak Mulyadi dari Jakarta. Beliau
mengaku 
berprofesi sebagai pengacara dan sedang menangani
sebuah kasus di 
Batam. Untuk mempermudah urusannya dengan klien,
beliau perlu segera 
membeli rumah di wilayah Batam. Setelah membaca iklan
di harian lokal,
beliau tertarik untuk membeli rumah saya, karena
kebetulan rumah saya 
mau saya jual, dan saya sudah memasang iklannya di
harian lokal.

Rumah saya tawarkan dengan harga 25 juta (over
kredit), dan dengan 
gaya bicara meyakinkan, dia langsung tertarik rumah
saya, dan sebagai 
tanda jadi, beliau akan mengirimkan / mentransfer uang
sebesar 10 
juta ke rekening saya, jadi saya diminta mengirimkan
nomor rekening 
BCA saya, melalui SMS/  "Cepat kirim ya nak, ya, sebab
saya lagi 
ditunggu mau rapat," katanya di telepon. Tanpa
berpikir 7 kali, saya 
langsung sms nomor rekening saya. Saya percaya saja,
sebab dari nada 
bicaranya, dia terdengar sangat bijaksana. Apalagi
setiap menelpon 
dia membuka dengan salam yang lengkap,
"Assalamualaikum 
warahmatullahi wabarakaatuh", begitu. Begitu juga
kalau mau menutup 
telepon, salamnya juga lengkap, seperti mau pidato.

Setelah nomor rekening saya kirim, 3 menit kemudian
dia nelepon, 
kalau dia sudah mentransfer uang sebesar 10 juta
rupiah ke rekening 
saya, dan dia minta agar saya mengecek hasil transfer
di ATM BCA. 
Tapi sebelumnya dia memberi 2 nomor VALIDASI, guna
konfirmasi di 
mesin ATM. Nomor validasi tsb adalah: 741 031 25 43
dan 999 777 0. 
Pak Mulyadi juga berpesan, agar kalau sudah sampai
mesin ATM, dan 
mengecek saldo, saya misscall dia.

Mendengar dia sudah mentrasfer 10 juta, saya bersorak
kegirangan, 
berlari-lari di dalam rumah, melompat-lompat, seperti
pemain PSSI 
yang berhasil menjebol gawang Argentina. Tapi sebelum
saya larut 
dalam kegembiraan yang lebih dalam, naluri pengacara
saya mengatakan, 
kok gampang sekali ya, orang mau beli rumah, ngasih
uang muka begitu 
saja. Padahal kami belum pernah ketemu, dan saya yakin
dia juga belum 
pernah melihat rumah saya, walaupun dia bilang sudah
pernah lihat 
rumah saya yang mau saya jual tsb.

Saya pun mulai curiga dengan bapak yang bernomor HP
0811 910 733 ini, 
jangan - jangan ini penipuan seperti yang sering saya
baca di media. 
Untuk meyakinkan kecurigaan saya, saya pun menelpon
BCA. Saya 
tanyakan, apa betul kalau kita mendapat transferan,
kita mendapat 
nomor validasi. Maka jawaban yang saya dengar, "kalau
transfer lewat 
bank (counter) memang ada nomor valisasi. Tapi kalau
transfer lewat 
ATM, kita tidak dapat nomor validasi, tapi hanya slip
atau stroke 
keterangan transaksi."

Saya pun mulai "ngeh", dan yakin 70 persen kalau ini
penipuan. Sebab 
kalau memang si bapak itu mentrasfer lewat ATM, pasti
tak dapat 
validasi. Sedang kalau mentransfer lewat bank, sudah
tak mungkin, 
sebab waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore, di mana
pelayanan bank 
sudah tutup. Maka untuk melengkapi keyakinan saya
menjadi 100 persen, 
saya pun menuju ATM terdekat. Dan selama proses menuju
ATM, ketika 
saya mandi, ganti pakaian, menyisir, mengeluarkan
kendaraan dan di 
jalan, pak "Mulyadi" menelpon tiap 3 menit, menanyakan
saya sudah 
sampai di ATM belum.  "Tolong cepat ya nak, ya, saya
ditunggu mau 
rapat ini", begitu. Jadi kesannya beliau ini memang
orang penting, 
dan kita disuruh cepat-cepat dan sesegera mungkin
mengeksekusi 
kemauan dia.

Berhubung saya yakin kalau dia pengacara gadungan, dan
berniat tidak 
baik, saya sengaja mengulur-ulur durasi tiap dia
nelepon, agar 
pulsayan tersedot banyak. He he he. Sesampai di ATM,
benar dugaan 
saya, saldo tabungan tidak bertambah 10 juta. Lalu,
sebagaimana 
instruksi beliau, saya pun segera miskol dia. "O,
memang, uangnya 
belum masuk", jawabnya, "jadi harus memasukkan nomor
validasi dulu". 
Saya pelototin layar ATM, kok tidak ada menu
bertuliskan "validasi". 
Lalu seperti anak baru nabung, saya dituntut / dipandu
bagaimana 
menggunakan ATM, dari caranya memasukkan kartu sampai
menekan tut-tut 
di menunya. 

Ternyata saya digiring untuk menuju menu "Transfer ke
rekening BCA". 
Dan di halaman mata uang Rp (rupiah) saya disuruh
memasukkan angka 
"validasi" tsb. "Nah, sekarang coba masukkan nomor
validasinya, 
9997770," katanya di telepon. Validasi gundulmu
amblegh, gumam saya 
dalam hati. Ini kan jumlah rupiah yang mau ditransfer.
Tapi saya 
tetap berpura-pura telah melakukan memencet
angka-angka tsb. Lalu 
saya disuruh memasukkan nomor validasi kedua, yaitu
741 031 2543. ini 
lebih gundulmu amblegh lagi, ini kan nomor rekening
BCA. Dan di situ 
terpampang jelas nama pemiliknya yaitu, Rizal Setiono.
O, begini toh, 
caranya orang menipu-nipu si korban. 

Berhubung saya sudah tahu gelagat-geligit si bapak
tidak betul, saya 
pun terus berpura-pura mematuhi perintah-perintahnya.
Tapi begitu 
sampai di halaman konfirmasi untuk "kirim" atau
"batal", saya tekan 
"batal". Lalu beribu "excuse" saya sampaikan seperti,
"Waduh, maaf 
pak, salah pencet, ulang pak ya..." atau "waduh, ATM nya
ndak 
mengeluarkan kertas, apa perlu dilanjut?" atau "Sorry
pak, saya ke 
toilet dulu". Tapi memang dasar pengacara, sangat
sabar dia meladeni 
korbannya. Sampai akhirnya saya bilang, "waduh pak,
kartu ATM nya 
ketelan karena kelamaan".   

Ditotal-total lebih satu jam si bapak Mulyadi bicara
di telepon. 
Pulsanya kok gak habis-habis ya? Tapi mungkin karena
jengkel, si 
pengacara gadungan menutup sendiri teleponnya sambil
mengumpat-umpat, 
"Oke.. oke.. saya tak jadi beli rumahnya!" emang gue
pikirin.

Nah bagi rekan-rekan yang membaca ini, tolong
dicermati kalau ada 
yang menelpon mengatakan akan mentrasfer uang ke
rekening anda. Modus 
ini sepertinya termasuk baru. Sebab biasanya si korban
dibilang 
menang undian. Sedang yang ini berkedok membeli rumah.
Bisa jadi 
nanti juga pura-pura membeli mobil, tanah, sawah atau
menjanjikan 
pekerjaan dan jabatan. 

Intinya, ciri-ciri si penipu menggunakan istilah
"VALIDASI" untuk 
mengganti  istilah "rekening"nya. Atau "validasi
pertama" untuk 
jumlah rupiah yang akan disetorkan seperti angka
9997770 di atas, 
yang kalau dieja jadi 9,997,770 (sembilan juta
sembilan ratus 
sembilan puluh tujuh ribu tujuh ratus tujuh puluh
rupiah). Dan kalau 
anda menuruti saja "hipnotisnya", dengan melengkapi
nomor "validasi 
kedua" yaitu,  741 031 2543, maka saldo tabungan anda
akan berkurang 
9,997,770. Jumlah yang lumayan cukup untuk mencari
istri kedua.

Semoga bermanfaat.

wassalam  



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 



Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links



 







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/Q0DZdC/hOaOAA/E2hLAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke