Tina Editorial Media Indonesia, Geuning Dana UN (Ujian Nasional) 255 Milyar? ....heuheuheu paingan atuh mani "ngotot" da artosna seueur. Di Indonesia mah nu penting "proyek" atuh.
Nyanggakeun Editorial Media Indonesia dinten ieu : Ujian Ulangan Bernama Paket C UJIAN nasional (UN) untuk sekolah menengah pertama dan sekolah lanjutan tingkat atas masih menuai perdebatan. Perdebatan yuridis, perdebatan implementasi, dan perdebatan implikasi. Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003 jelas-jelas menyatakan evaluasi belajar para peserta didik dilakukan oleh sekolah. Pemerintah hanya bertugas menjaga standar mutu pendidikan. Akan tetapi, oleh pemerintah ditafsirkan bahwa menjaga standar mutu pendidikan berarti menyelenggarakan ujian nasional. Padahal, dalam undang-undang dijelaskan bahwa evaluasi standar mutu peserta didik dan lembaga pendidikan dilakukan oleh lembaga independen. Depdiknas bukan lembaga independen. Aturan dan penafsiran pemerintah yang melabrak undang-undang itulah yang sekarang menuai persoalan. Salah satunya adalah pro dan kontra ujian ulangan bagi peserta didik yang tidak lulus UN. Pemerintah bersikeras tidak melaksanakan ujian ulangan dengan logika bahwa sebuah ujian yang bersifat kompetisi pasti ada yang lulus dan tidak. Kalau semuanya lulus maka ujian kehilangan makna hakikinya. Sebagai gantinya, pemerintah menawarkan ujian paket C bagi yang tidak lulus ujian SMA dan paket B bagi yang gagal ujian SMP. Paket C adalah pendidikan kesetaraan. Biasanya, peserta paket ini adalah mereka-mereka yang telah bekerja dan membutuhkan ijazah SMA untuk kepentingan legitimasi di kantor, seperti naik pangkat atau penyesuaian gaji. Jadi, paket ini pada dasarnya tidak dimaksudkan sebagai legitimasi untuk memasuki perguruan tinggi. Tetapi apa yang terjadi sekarang? Paket C dipaksakan menjadi pintu masuk ke perguruan tinggi. Kalau begitu, apa perbedaan ujian paket C dengan ujian ulangan? Jawabnya, tidak ada lagi perbedaan. Artinya, ujian paket C tahun ini sama dengan ujian ulangan. Simak ketentuan ujian paket C yang baru saja dikeluarkan oleh Depdiknas. Ujian paket C yang biasanya berlangsung bulan November, sekarang dimajukan ke bulan Agustus, bahkan ada rencana dikebut bulan Juli. Percepatan jadwal ini disesuaikan dengan jadwal penerimaan mahasiswa perguruan tinggi. Dengan demikian, seluruh siswa SMA yang tidak lulus UN dan terancam tidak bisa masuk perguruan tinggi karena tidak memperoleh ijazah SMA, sekarang terbuka peluang untuk memasuki perguruan tinggi pada tahun ini juga. Bila demikian, apa bedanya ijazah SMA dan ijazah paket C? Kalau tidak ada perbedaan lagi, mengapa diberi nama berlainan? Jadi walaupun dibantah, ujian ulangan itu pada dasarnya ada melalui program paket C. Tetapi, mengapa pemerintah tidak mau mengakui? Kalau tidak ada ujian ulangan, lalu bagaimana pemerintah mempertanggungjawabkan dana ujian paket C yang seluruhnya ditanggung negara? Ini semua adalah bukti keruwetan berpikir yang lahir karena pragmatisme sesaat sehingga diciptakanlah argumen akal-akalan. Dana UN sebesar Rp255 miliar, ditambah ujian ulangan yang disembunyikan dalam nama paket C, sangat besar. BPK perlu melakukan audit serius. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Something is new at Yahoo! Groups. Check out the enhanced email design. http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/0EHolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

