Hatur nuhun kang eddy kana informasina...leres pisan perkawis Vaksin ieu tos kirang langkung sataun kapengker tos nyebar.....enggal keneh sim kuring nampi deui di milis "dokter umum" mung harita teu acan aya waleran ti dokter anu ngokolakeun milis dokter umum.
Sakali deui hatur nuhun pisan kang eddy kana informasina mangga diantos informasi salajengna...tangtos ieu ageung pisan mangfaatna kanggo urang sadayana terutami kanu nembe gaduh putra/putri.
 
Baktos
@ERN

 
On 7/10/06, Heryadi, Eddy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Kang Eko sareng nu sanesna,
Pamadegan  Autisme akibat Vaksin tos lami nyebar ... diantawisna email nu di fowardkeun kang Eko oge
atos kantos katampi ku abdi sababaraha taun kapengker... kumargi eusina dianggap penting abdi sareng
sababarha sobat kantos ngabahasna...kaleresan aya diantawis ki sobat anu damel di Biofarma anjeuna
lulusan Farmasi ITB.
Hasilna urang bahas, punten rupina dibagi dina sababaraha surelek...Punten teu disundakeun bilih lepat
 
Bagian ka Hiji :
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Masih segar dalam ingatan kita tentang sebuah iklan di televisi, ketika seorang anak diajak berbelanja di supermaket oleh ibunya, anak itu mengangkat satu produk dan membacanya :" No preservatives", setelah tahu bahwa itu artinya tanpa bahan pengawet maka anak itu bilang pada ibunya '" boleh dong...." ibunya hanya manggut sambil tersenyum............

Preservative atau pengawet lazim digunakan baik dalam sediaan makanan maupun sediaan farmasi (obat-obatan) gunanya adalah untuk menjaga sediaan tersebut dari kerusakan yang ditimbulkan oleh bakteri (mikroba), zat oksidasi dsb.
Karena bila obat / makanan  telah rusak  maka khasiat  obat atau nilai gizi makanan tsb juga menurun atau bahkan hilang sama sekali.

Begitu juga dengan vaksin, vaksin  terutama yang multi dose ( berulang-ulang digunakan pada botol/vial yang sama) ditambahkan pengawet, misalnya vaksin DTP, TT dsb.
Sedangkan pada vaksin polio dan campak  yang diproduksi di Bio Farma tidak menggunakan timerosal.

Thimerosal atau kata lainnya Thiomersal adalah suatu zat pengawet yang ditambahkan pada proses akhir pembuatan vaksin. Memang timerosal ini mengandung merkuri (raksa).
Merkuri sendiri berada dalam 3 bentuk : elemen metalik, garam anorganik dan organik (misalnya metil merkuri, etil merkuri dan fenil merkuri).  Yang digunakan sebagai pengawet pada vaksin adalah etil merkuri.

Toksisitas merkuri tergantung pada bentuk, rute masuknya ke dalam tubuh, dosis dan umur saat terjadi paparan. Semua orang mendapat paparan merkuri dari lingkungan dalam jumlah kecil.
Pada beberapa produk kosmetik pemutih kulit/wajah juga biasanya juga mengandung merkuri, jadi sama juga  berbahaya.

Analisis efek toksik thimerosal selama ini didasarkan pada efek metil merkuri, sementara yang terkandung dalam vaksin adalah etil merkuri. Metilmerkuri mudah terakumulasi di dalam tubuh karena waktu paruhnya panjang (sekitar 45 hari).
Akumulasi akan lebih tinggi pada bayi karena masih belum sempurnanya sistem ekskresi.
Sementara pada November 2002, Lancet melaporkan ternyata ekskresi etil merkuri pada bayi berumur 6 bulan, 6 kali lebih cepat daripada metil merkuri (45 hari berbanding 7 hari), sehingga tingkat akumulasinya lebih rendah daripada yang diperkirakan. Jadi sahabat Siki jangan dulu khawatir........
Toxicological Sciences melaporkan konsentrasi thimerosal untuk menimbulkan efek toksik adalah antara 405 mg/l  101 mg/l atau setara dengan kadar merkuri 201 mg/l  50 mg/l. Di Bio Farma pada vaksin DTP kandungan timerosalnya adalah 40 g dalam 450 L atau setara dengan 88,9 mg / l jadi masih jauh dari batas.

Kenyataan bahwa negara seperti Amerika atau Perancis menurunkan bahkan berusaha menghilangkan penggunaan thimerosal, tentu erat terkait dengan kemampuan sistem kesehatan nasional masing-masing untuk melaksanakan program tersebut.
Sementara kalau kebijaksanaan ini dipaksakan ke seluruh negara, bisa mengancam kelangsungan program vaksinasi dengan risiko re-epidemi penyakit-penyakit infeksi.
Karena itu WHO melalui Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVS) menetapkan, hingga saat ini belum ada bukti kuat efek merugikan dari thimerosal pada vaksin
. Kebijakan program vaksinasi tetap dijalankan, sambil WHO menganggarkan dana bagi penelitian lebih besar untuk mendapatkan bukti lebih kuat.
Di Indonesia sendiri, masih mengijinkan peredaran vaksin dengan kadar thimerosal 0,005 - 0,01% karena masih dibawah ambang batas menurut WHO.
Juga oleh rekomendasi
Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia yang belum mendapatkan bukti-bukti kuat efek merugikan thimerosal dalam vaksin.


Yang tidak boleh dilupakan, banyak sumber lain dari diet dan lingkungan hidup sehari-hari yang berpotensi memberi paparan merkuri, dalam jumlah lebih tinggi daripada akibat pemberian vaksin. Berbagai bentuk polusi bisa menjadi sumber penularan penyakit dan efek toksik. Pada kondisi demikian, ancaman penyakit infeksi makin nyata, dan vaksinasi sangat diperlukan, karena manfaatnya jauh lebih tinggi daripada risiko yang mungkin ditimbulkannya.

Terlampir adalah bacaan tentang timerosal dari WHO untuk menambah wawasan......... dan juga daftar vaksin dunia yang mengandung dan yg tidak mengandung timerosal.

BERSAMBUNG..................

 
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]]On Behalf Of Eko Ruska Nugraha
Sent: Monday, July 10, 2006 7:43 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; urangsunda; [email protected]
Subject: [Urang Sunda] Fwd: [Dokter Umum] Fw: Vaksin penyebab Autisme

Kenging ti milis tatanggi.


---------- Forwarded message ----------
From: [EMAIL PROTECTED] < [EMAIL PROTECTED]>
Date: Jul 8, 2006 9:24 AM
Subject: [Dokter Umum] Fw: Vaksin penyebab Autisme
To: [email protected]
 

.

IMPORTANT NOTICE:


The information in this email (and any attachments) is confidential.

If you are not the intended recipient, you must not use or disseminate the information.

If you have received this email in error, please immediately notify me by "Reply" command

and permanently delete the original and any copies or printouts thereof.

Although this email and any attachments are believed to be free of any virus or

other defect that might affect any computer system into which it is received and opened,

it is the responsibility of the recipient to ensure that it is virus free and no responsibility

is accepted by American International Group, Inc. or its subsidiaries or affiliates either

jointly or severally, for any loss or damage arising in any way from its use.



__._,_.___

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id





SPONSORED LINKS
Corporate culture Business culture of china Organizational culture
Organizational culture change Organizational culture assessment Jewish culture


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke