Baraya Kusnet, 1. Terlampir info yen saleresna Jepang tos ngawartosan ka anu berwajib di Indonesia 45 menit sateuacan Tsunami dugi ka Pantai Pangandaran mung infrastruktur di urang teu acan siap neraskeun informasi penting ieu. (punten teu di tarjemahkeun)
2. Thailand sami2 nagara berkembang sareng urang,...mung bentenna pamarentahna langkung merhatikeun ka rahayatna; sapanjang garis pantai Thailand parantos dipasang TEWS (tsunami early warning system) anu tos terintegrasi sareng penduduk/masyarakat di sepanjang garis pantai Thailand; pan saurna RI2 nembe 3 taun deui bakal dipasang di urang mah. 3. Manawi kang Oman atanapi baraya Kusnet anu sanesna anu langkung terang dina masalah ieu /ahlina tiasa masihan info,...saleresna tos dugi kamana progress TEWS di Indonesia teh? Kumaha saleresna keseriusan pamarentah urang ngabela rahayatna? kumaha perjuangan wakil2 rakyat di DPR kanggo mempercepat program ieu? Bade ngantosan tambihan sabaraha seueur deui rahayat anu teu walakaya kedah janten korban? Baktos Anu nuju bela sungkawa Fwd: Peringatan Jepang 45 Menit Sebelum Tsunami Disepelekan Posted by: "Widi" [EMAIL PROTECTED] ybwidyanto Wed Jul 19, 2006 6:58 pm (PST) Gimana nih? Baca juga detik.com: http://www.detiknews.com/indexfr.php? url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/07 /tgl/20/time/062502/idnews/639515/idkanal/10 REFLEKSI: *Masyaallah ! * http://www.waspada.co.id/berita/nasional/artikel.php?article_id=78675 19 Jul 06 00:52 WIB *Peringatan Jepang 45 Menit Sebelum Tsunami Disepelekan * Ciamis, WASPADA Online Indonesia menerima peringatan dari dua instansi regional yang menyebutkan gempa bumi Senin (17/7) berpotensi memicu tsunami, tetapi tidak menyebarluaskannya kepada masyarakat yang terancam, kata seorang menteri. Menristek Kusmayanto Kadiman mengatakan Indonesia menerima pemberitahuan dari Pusat Peringatan Tsunami Pasifik dan Badan Meteorologi Jepang setelah gempa terjadi, tetapi "kami tidak mengumumkannya." "Bila tsunami tidak terjadi, bagaimana?" katanya kepada wartawan di Jakarta. Menristek tidak merinci keterangannya. Peringatan disampaikan sekira 45 menit sebelum tsunami menerjang. Beberapa menit setelah gempa keras yang berpusat di Lautan Hindia mengguncang, dua pusat tsunami regional itu memperingatkan gempa tersebut berpotensi menimbulkan gelombang mematikan yang dengan kecepatan tinggi menuju pantai barat Jawa Barat dan Jawa Tengah. Namun Indonesia tidak memiliki cara meneruskan informasi itu kepada masyarakat yang berada di kawasan yang diancam tsunami. Indonesia dilanda tsunami dahsyat pada 26 Desember 2004 yang menyebabkan lebih 130 ribu orang meninggal dunia di Aceh, dan bencana yang terjadi Senin menunjukkan betapa tak siapnya bila kejadian yang dipicu kegiatan seismik di dasar laut seperti itu terulang. Kebanyakan warga yang berada di pantai tidak merasa gempa berkekuatan 7,7 skala Richter dan tak banyak yang menyadari permukaan air laut surut fenomena khas sebelum tsunami karena pasang memang sedang surut, kata sejumlah penduduk dan wisatawan Selasa (18/7). "Polisi dan pejabat setempat tidak memberikan peringatan apapun tentang tsunami," kata Suprato, seorang nelayan. "Tiba-tiba gelombang raksasa muncul dan saya berteriak sambil berlari." Gempa bumi terjadi pukul 15:19, dan Pusat Peringatan Tsunami Pasifik mengeluarkan peringatan 17 menit kemudian tentang kemungkinan tsunami. Gelombang besar pertama menerjang pantai selatan Jawa sekitar pukul 16:15, hampir satu jam setelah gempa. *Belum Berjalan* Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan tsunami yang terjadi di Pantai Selatan Jawa tidak dapat dideteksi sebelumnya karena alat yang biasa disebut TEWS (tsunami early warning sistem) belum terpasang. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) hanya dapat mendeteksi informasi tentang gempa. "Belum bisa diinformasikan 100 persen kepada masyarakat karena peralatannya masih dibangun," ujar Kalla Selasa (18/7) malam usai sidang bersama Presiden dan jajaran Kabinet Indonesia Bersatu di kantor Presiden. Adapun TEWS saat ini baru bisa mendeteksi gempa dan tsunami di laut Sumatra. Kalla mengungkapkan butuh waktu tiga tahun untuk memiliki sistem deteksi itu di seluruh Indonesia. Mengenai bencana kemarin, Kalla menjelaskan prosedur penyelamatan sebenarnya sudah berjalan, karena pada menit keempat jam 15.19 telah diketahui, akan terjadi gempa dan sudah diinformasikan ke 400 poin komunikasi secara otomatis. Pemerintah daerah pun langsung mengamankan penduduknya. Tetapi, peristiwa tsunami agak terlambat dideteksi karena belum adanya alat TEWS itu. "Sehingga kita belum mencapai informasi yang belum dapat membangunkan masyarakat," kata Kalla. *Digondol Maling* Sementara itu alat pendeteksi tsunami yang dipasang di Pantai Kuta, Bali, raibdigondol maling. Tak tanggung-tanggung, maling itu menggondol tiga unit alat pendeteksi tsunami. Pencurian alat dilaporkan oleh konsultan Dinas Pekerjaan Umum Bali dari Nippom Koi and Associated, Rahmadi Prasetio dan Arie Sandiputra ke Direktorat Polisi Air Polda Bali, Benoa, Denpasar, Selasa (18/7). Diungkapkan Rahmadi, tiga unit alat deteksi tsunami ini berupa tiang pelampung dan pelampung berwarna oranye berdiameter 30 cm. Alat itu dipasang sekitar 2,6 kilometer dari garis Pantai Kuta. (*m04/tnr/dtc*) --- In [email protected], "mj" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > ITB ayeuna mah da institut teknologi belekok. > > jung geura ngalangkung ka jalan ganesha, seueur nu barodas di jalanna. > naon cing? ee manuk belekok nu nyayang dina tangkal sisi jalan ganesha. > haha. > > mj > > http://geocities.com/mangjamal > > > > Sigana mah peneliti ti itb ieu kangge ngarerepeh warga pangandaran, da > > kantos saatosna Tsunami aceh teh, pangandaran di goncang isyu Tsunami, > > janten warga pangandaran protes ka nu masihan wartos bakal aya tsunami di > > pangandaran utamina upami teu lepat mah ka BMG sareng koran PR, saurna > > kuayana Isyu bakal aya Tsunami di pangdaran, ekonomi masyarakat anu > > ngandelkeun Pariwisata janten rugel.. > > Tas ayeuna Tsunami tos kajantenan di Pangandaran, kumaha tah urang > > ITB..anu tos ngajamin moal aya Tsunami... > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design. http://us.click.yahoo.com/XISQkA/lOaOAA/yQLSAA/0EHolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

