Kadang-kadang kuring sok teu ngarti, naha nu khotah jumaahan, bet nyarekan jeung ngagogoreng batur? jiga wartos dihandap ieu, aya nu khotbah di Masjid DPRD DKI nyarekan Gus Dur. Atuh puguh nu ngareungeuna, pangpangna mah ti unsur PKB, ngambek. Jumaahan nu maksudna keur nengtremkeun hate, bade muja Alloh Swt, malah nu kaluar amarah ....
Wartosna nyanggakeun : Khotib "Pencaci" Gus Dur Minta Maaf http://www.gatra.com/artikel.php?pil=23&id=97393 Khotib "Pencaci" Gus Dur Minta Maaf Jakarta, 28 Agustus 2006 16:16 Yusnari Nosra, Staf Biro Keuangan Pemda DKI Jakarta, yang "mencaci" KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) saat menjadi khotib sholat Jumat di Masjid DPRD DKI Jakarta, meminta maaf pada Gus Dur di kantor PBNU, Senin. Yusnari menemui Gus Dur ditemani anggota DPRD DKI Nur Alam Bachtir, yang memprotes isi khotbah yang disampaikan Yusnari. "Saya telah meminta maaf kepada Gus Dur, jika apa yang saya sampaikan dianggap salah," kata Yusnari, usai menemui Ketua Umum Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa tersebut. Yusnari mengaku tidang memiliki motif atau tujuan tertentu untuk menghina Gus Dur yang mantan presiden RI itu. Ia mengatakan, apa yang disampaikannya yang oleh sebagian orang dianggap penghinaan, tidak lebih dari apa yang dia baca dari buku berjudul "Al Quran Dihina Gus Dur" karangan Hartono Ahmad Jais. "Saya tidak ada niat untuk mencaci atau menghina Gus Dur, saya hanya menyampaikan (apa yang tertulis dalam buku tulisan Hartono) apa adanya," katanya. Sementara itu, Nur Alam mengatakan, ia mengajak Yusnari untuk bertemu Gus Dur guna memberi klarifikasi serta menghindari kemungkinan kemarahan para pendukung tokoh NU tersebut. Menurut Nur Alam, Yusnari seorang yang polos, sehingga isi buku tersebut ditelannya mentah-mentah dan disampaikannya kepada jamaah sholat Jumat pekan lalu. "Beliau ini orangnya polos, sehingga apa yang dilakukannya murni karena kepolosannya itu, tidak ada intrik politik atau pihak tertentu yang memanfaatkan atau menyuruhnya berbuat demikian," kata Nur Alam. Terhadap permintaan maaf itu, menurut Nur Alam, Gus Dur menerima dengan baik sekaligus mengklarifikasi apa yang ditulis Hartono Ahmad Jais. Gus Gur juga maklum jika pemberitaan tentang penghinaan terhadap dirinya justru lebih seru daripada kejadiannya sendiri. "Biasalah pasti ada yang ditambah-tambahi," kata Nur Alam, menirukan Gus Dur. Gus Dur sendiri belum bisa dimintai konfirmasi karena tamunya terus mengalir. [TMA, Ant] Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

