Ieu wartos lain ti nagara urang, tapi wartos ti Tunisia, Nagara
Arab nu aya di Afrika. Ceuk beja, cenah popularitas boneka
"Barbie" ayeuna boga saingan nyaeta ku "Fulla", boneka nu make
jilbab. Tah kulantaran di Tunisia mah teu meunang make jilbab
kaasup oge boneka, pulisi sweeping ka toko-toko neangan ieu
boneka. Hehehehe.... aya-aya wae.

Wartosna nyanggakeun meunang ti millis sabeulah.

Polisi Tunis Perang Lawan Boneka Berjilbab?
Selasa, 19 Sep 06 08:15 WIB
Kirim teman

Sebuah operasi langka dari pihak keamanan terjadi di Tunisia.
Beriringan dengan dimulainya tahun ajaran baru, sejumlah pasukan
pengamanan melabrak berbagai toko tempat penjualan alat-alat
sekolah dan toko mainan. Toko yang mereka obrak abrik, khususnya
yang memasang gambar boneka. Lho, salah apa boneka?

Ya, boneka. Boneka Fulla tepatnya. Boneka itu saat ini sedang
trend di kalangan murid-murid sekolah, khususnya sekolah dasar.
Banyak murid yang membeli dan membicarakan boneka yang mereka
sukai tersebut. Lalu, apa hubungannya boneka dengan pihak
keamanan Tunisia merangsek toko-toko yang menjual boneka Fulla?
Jawabannya, mungkin terkesan lucu tapi konyol; karena boneka itu
memakai jilbab. Jilbab pada boneka Fulla dianggap melanggar
undang-undang Tunis yang memang melarang penggunaan pakaian
Muslimah. Maka,
boneka Fulla yang memakai jilbab itu, dianggap turut menyerukan
penggunaan pakaian sektarian. Di situlah letak ke-“haram”-an
boneka tersebut, menurut aparat keamanan Tunis.

Hingga kini, pemerintah Tunis masih memberlakukan larangan bagi
seluruh pelajar berjilbab untuk mengikuti pelajaran di sekolah
maupun di bangku perguruan tinggi. Bukan hanya itu, baru-baru ini
ada kasus dua orang mahasiswa berjanggut juga terancam dilarang
ikut pelajaran di Tunis.

Menurut para penjaga toko, “Aparat keamanan menyerang toko mereka
untuk memeriksa dan menyita barang-barang dagangan boneka Fula
dengan dalih menyebarkan anjuran pakaian sektarian. Karena jilbab
pun dilarang di Tunis.” . Tapi umumnya, para pedagang berang
dengan sikap aparat seperti itu karena memberi kerugian besar
pada mereka, meskipun mereka tak bisa berbuat apa-apa.

Kolomnis Tunis, Abdullah Az-Zawary, mengatakan, “Saya kini
khawatir pada sejumlah murid yang membawa tas sekolah bergambar
boneka berjilbab Fula, jika kemudian mereka menjadi objek
penyitaan aparat keamanan.” Az-Zawary juga menyatakan dirinya
khawatir bila kondisi itu akhirnya menggiring seorang anak
pada tuduhan terorisme yang dianggap melawan undang-undang 108
terkait larangan memakai jilbab. (na-str/iol)



Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke