jigana rada teu nyambung, naroskeun ieu ka MJ,....nanging nya dicobian wae,...sugan tiasa ngajawab atanapi dibantosan ku saha bae,...nu concern k TNI di kusnet ieu,..nuhun ah sateuacana....der, ah., goyang Maangnghhh,...
salam,
iwa
Daftar Pertanyaan untuk MJ
1. Apa yang bisa dijadikan
bahan renungan menyambut HUT TNI ke-61 kali ini?
2.Secara ringkas, bagaimana Bapak melihat perkembangan TNI dalam keterampilannya menguasai teknologi informasi (TI)?
3. Bagaimana TI berperan dalam pengembangan organisasi TNI?
4. Bagaimana pula komitmen TNI terhadap pemanfaatan TI?
5. Perangkat TI apa saja yang dibutuhkan dan dipakai TNI saat ini?
6. Bagaimana pula infrastruktur TI yang sudah ada di TNI ? Misalnya fasilitas internet, intranet, media komunikasi internal, email, forum diskusi, digital library.
7. Dalam upaya meningkatkan pemanfaatan TI, dengan pihak mana saja TNI bekerjasama?
8. Bagaimana dampak dari TI terhadap strategi militer dan sistem pertahanan?
9. Bagaimana TNI mengantisipasi/menangkal terorisme dengan memanfaatkan TI?
Demikian pertanyaan ini diajukan, semoga sudah dapat terjawab oleh Bapak sebelum tanggal 22 September 2006. Atas perhatian dan kerjasamanya kami haturkan terima kasih.
Salam,
Iwa
mj <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
mj <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
tulisan si kuring di kompas jawa barat poe ieu, rebo 20 september.biasa, wasta suwargina (alm.) pun aki ditapelkeun meh gayajeung meh siga jalma seurieus :)
--------------------- ---------
Kota Tentara, Julukan Lain Bandung
Oleh Jamaludin Wiartakusumah
Selama ini Kota Bandung hanya dikenal dengan berbagai julukan standar
seperti kota kembang dan Parijs van Java, lengkap dengan pengertian
positif dan negatifnya akibat pembangunan yang kurang terkendali.
Bila dilihat dari tata kota sesungguhnya dan sejarah perencanaan serta
pembangunan Kota Bandung oleh pemerintah kolonial Belanda, ada yang dapat
ditambahkan, yaitu bahwa Bandung adalah kota serdadu.
Dalam tata kota buatan Belanda yang masih tampak sekarang, yang justru
sangat dominan di Kota Bandung adalah fasilitas atau instalasi militer.
Berbagai instalasi militer terserak dari kawasan Lembang turun ke
Gegerkalong, lalu Hegarmanah di utara, sampai Gatot Subroto yang tembus ke
Martanegara di selatan. Sementara dari barat mulai dari Batujajar, Cimahi,
sampai kawasan Ujungberung dan Cicalengka.
Ciri khas desain kawasan militer adalah bentuk jalan yang serba lurus. Hal
ini tampak di kawasan Gudang Utara, Aceh, Patrakomala, dan Gatot Subroto,
yang relatif berbeda dengan sekitar Gedung Sate yang konon mengikuti model
tata kota renaisans seperti Paris. Calon ibu kota negara
Semua itu bermula dari rencana pemindahan ibu kota Hindia Belanda dari
Batavia-atau sekarang Jakarta-ke Kota Bandung. Menurut Haryoto Kunto dalam
Wajah Bandoeng Tempo Doeloe (1985), untuk mendukung pelaksanaan rencana
Bandung sebagai ibu kota kolonial Belanda, berbagai fasilitas vital
pemerintah kolonial mulai dipindahkan, seperti kantor pusat pos dan
telekomunikasi (dahulu PTT), jawatan kereta api (dahulu SS), serta
beberapa bagian dari departemen dan lembaga. Kepindahan ini juga diikuti
oleh pihak perusahaan swasta.
Sebagai calon ibu kota negara Hindia Belanda, tentu diperlukan dukungan
militer. Untuk itu, Departemen Peperangan atau Departement van Oorlog juga
mulai melakukan pemindahan berbagai instalasi dan personel sejak tahun
1816 sampai tahun 1920.
Pabrik senjata Artillerie Constructie Winkel-sekarang Pindad- yang semula
berada di Surabaya turut dipindahkan ke Kiaracondong dari tahun 1889
sampai 1920. Kepindahan pabrik senjata yang disertai dengan kepindahan
pegawainya ke Bandung ini kemudian melahirkan kompleks hunian baru yang
diberi nama Babakan Surabaya.
Hampir seluruh instalasi militer di Bandung sekarang ini adalah
peninggalan militer kolonial Belanda. Stadion Siliwangi sekarang sangat
boleh jadi dulunya juga merupakan lapangan olahraga tentara kolonial
Belanda, mengingat di kawasan itulah pusat berbagai instalasi militer,
termasuk perumahan tentara di sebelah timurnya, masih dipakai sampai
sekarang. Kawasan militer di sekitar Stadion Siliwangi memanjang hingga ke
Markas Kodam III/Siliwangi sekarang. Gedung bergaya art deco itu dulunya
hanyalah rumah dinas Panglima Tentara Hindia Belanda atau Paleis van den
Legercomandant.
Adapun Kantor Departement van Oorlog-nya sendiri adalah gedung yang
sekarang merupakan Gedung Kodiklat AD di depan Taman Lalu Lintas Ade Irma
Suryani Nasution. Gedung Jaarbeurs yang dahulu adalah gedung pameran
tahunan, karena lokasinya yang satu kompleks dengan Gedung Kodiklat,
sekarang menjadi bagian dari instalasi militer.
Instalasi militer yang kemudian juga dibangun dan semakin melengkapi
julukan Bandung sebagai kota militer antara lain adalah Sekolah Staf
Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Gatot Subroto, kawasan yang sebelumnya
hanya menjadi markas kavaleri yang dibangun pemerintah kolonial Belanda.
Angkatan Udara tentu berdekatan dengan Bandara Husein Sastranegara dan
Sulaeman di Kopo.
Barangkali karena Bandung terletak di tengah pulau, Angkatan Laut hanya
memiliki satu kantor, di Ariajipang. Mungkin karena kelengkapan fasilitas
dan instalasi militer itu-selain faktor sumber daya manusia-ketika
merdeka, Bandung dapat dengan segera menjadi kota utama kelahiran kesatuan
militer republik yang pertama dibangun dan kemudian menjadi Kodam
Siliwangi. Kondusif
Perkembangan Kota Bandung yang pesat di berbagai penjuru membuat seluruh
instalasi militer yang dibangun pada zaman kolonial Belanda menjadi berada
di tengah kota. Dengan dominannya instalasi militer dan keberadaannya di
tengah kota, dengan sendirinya Kota Bandung relatif berada dalam kondisi
yang senantiasa terkendali dan kondusif dari segi keamanan dalam arti
luas, tanpa menghambat pertumbuhan poleksosbud Bandung.
Salah satu buktinya adalah pada masa awal reformasi. Ketika kota- kota
lain dilanda berbagai kerusuhan, Kota Bandung relatif aman. Kondisi Kota
Bandung yang demikian itu oleh sebagian pihak dianggap sebagai barometer
terakhir stabilitas nasional. Bila Bandung masih aman, secara nasional
negeri ini masih baik-baik saja. Sementara untuk keamanan kota
sehari-hari, termasuk pengamanan pawai bobotoh Persib, polisi tetap
berperan dominan.
Kondisi yang harus dibenahi antara lain pengendalian perubahan lingkungan,
seperti dari permukiman menjadi kawasan bisnis, sebaiknya tidak membuat
posisi instalasi militer terpinggirkan atau tampak tidak layak lagi berada
di lokasi itu. Jalan di kawasan militer sebaiknya juga tidak menjadi jalan
umum karena tentunya sedikit banyak akan mengganggu suasana, meskipun
mungkin sekali masyarakat merasa senang melewati kawasan kavaleri di
sekitar Turangga karena dapat melihat kuda dan puluhan tank diparkir.
Hal yang menarik dari keberadaan instalasi militer di Kota Bandung selain
terciptanya kondisi yang relatif aman, juga hubungan dengan masyarakat
yang terjalin baik sesuai dengan fakta sejarah bahwa tentara lahir dari
rakyat. Gedung aula milik tentara dapat dipakai untuk keperluan umum
seperti resepsi pernikahan.
Setiap musim kegiatan ospek di luar kampus, belasan truk militer dipenuhi
mahasiswa dari berbagai kampus, menuju kawasan kebun teh atau kawasan
berkemah (camp-ing ground) seperti Rancaupas di Ciwidey. Selain sarana
transportasi, perlengkapan militer lainnya seperti tenda peleton dan alat
memasak juga dipakai dalam kegiatan itu.
Sebuah contoh nyata hubungan mesra militer dan mahasiswa yang seharusnya
juga dicontoh oleh seluruh eksponen bangsa. Kerja sama dalam bentuk bisnis
juga tampak terjadi. Beberapa gedung yang semula rumah dinas atau wisma
milik tentara berubah jadi factory outlet, membuat Kota Bandung semakin
semarak. Semoga itu semua tidak membuat tentara menjadi kekurangan
fasilitas untuk tetap menjadi tulang punggung bangsa menjaga negara.
JAMALUDIN WIARTAKUSUMAH Dosen Desain Itenas
mj
http://geocities.com/mangjamal
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/ group/Wiartakusu mah/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/ group/Wiartakusu mah/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto: Wiartakusumah-[EMAIL PROTECTED] ps.com
mailto:Wiartakusumah-fullfeatured@ yahoogroups. com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
Wiartakusumah-unsubscribe@ yahoogroups. com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/ info/terms/
--
geocities.com/mangjamal
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2ยข/min or less. __._,_.___
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
![]()
SPONSORED LINKS
Culture change Corporate culture Cell culture Organization culture Tissue culture
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Kirim email ke

