Tapi kang OTA, upami teu pernah masihan statement pangandaran aman tina tsunami, naha para ahli ieu teu ngabantah langsung dina PR enjingna, mung cenah  ngabantah dina milis, padahal koran PR ieu teh hiji koran pang badagna sa jabar /banten mah.
sigana mah hasil panalungtikan "para ahli" ieu jang ngarerepeh masyarakat pangandaran, da pernah dina PR oge di sebutkeun justru Tsunami bisa terjadi oge di pangandaran. anu antukna masyarakat pangandaran jeung aparat pamarentahan Ciamis "ngambek" malihan mah rek ngagugat sumber berita anu nyebutkeun yen pangandaran teu aman tina tsunami..
 
tatan
 
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of [EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, September 29, 2006 1:30 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Urang Sunda] Tsunami tak Akan Terjadi di Jabar Selatan


Punten Kang Dur,

Saleresna mah jurnalis (wartawan) nu nyerat eta tulisan nu mis-understanding. Di salah sahiji milis tatanggi, Abdi kungsi maca klarifikasi ti eta tim ahli nu nyebatkeun yen aranjeunna teu pernah masihan statement Pangandaran aman tina tsunami. Malihan mah tesis ngeunaan panalungtikanna oge harita dialungkeun ka milis. Mung Abdi hilap disimpen dimana tah...

Janten, informasi di handap teu sadayana leres.


Baktos,
OTA
 


"maman durahman" <[EMAIL PROTECTED]com>
Sent by: [EMAIL PROTECTED]ups.com

09/29/2006 01:14 PM

Please respond to
[EMAIL PROTECTED]ups.com

To
"urangsunda" <[EMAIL PROTECTED]ups.com>
cc
Subject
[Urang Sunda] Tsunami tak Akan Terjadi di Jabar Selatan











Dh,
Baraya, ieu kuring boga arsip ngeunaan pendapt para ahli. Pendapatnateh cenah +/- di pangandaran mah moal aya tsunami. Arsip ti koran pr online tgl 4 maret 2005. Mangga nyanggakeun

(info ieu meunang nimu ti blog 'geol' tea)


Tsunami tak Akan Terjadi di Jabar Selatan
Tim Ahli Pastikan Pangandaran Aman

CIAMIS, (PR).-4-maret-2005
Pantai Selatan Jawa Barat, termasuk Pantai Pangandaran, Kabupaten Ciamis, dipastikan aman dari bencana tsunami. Demikian hasil penelitian tim ahli tsunami yang terdiri dari Dr. Nanang dari ITB, Dr. Terry Sriwana dari Sekolah Tinggi Teknologi Mineral, Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Bandung Dr. Hendry Subakti, Dr. Soewarno ahli geologi kelautan, dan Dewi Kurnia dari Bappeda Jabar, yang diumumkan, Kamis (3/3) di sela-sela hajat laut nelayan Pangandaran, Ciamis.

Menurut juru bicara tim ahli Terry Sriwana, sejak terjadinya tsunami di Aceh, pihaknya berusaha melakukan kajian kemungkinan tsunami terjadi di Pantai Jabar Selatan. Lalu, setelah sebulan tsunami terjadi di Aceh dibentuk tim ahli yang sekaligus untuk melakukan recovery untuk objek wisata daerah pantai. Tim melakukan pertemuan setiap pekan untuk membahas masalah kemungkinan tsunami di Pantai Jabar Selatan. Dari kajian kajian ilmiah dan lainnya, akhirnya menyimpulkan bahwa tidak ada masalah dengan pantai di daerah ini.

Dari hasil kajian atau penelitian yang kita lakukan, akhirnya kami simpulkan bahwa pantai ini, termasuk Pangandaran aman dari tsunami. Karena dengan kondisi laut dalam serta pantai terjal, sehingga energi gelombang yang diakibatkan dari tabrakan lempengan Benua Australia dan Asia, tidak akan sampai ke daerah kawasan pantai ini, jelasnya.

Pihaknya juga melakukan simulasi dari kemungkinan skenario terburuk ada bencana gempa tektonik di laut. Hasilnya bahwa kalaupun ada gelombang besar, kemungkinannya hingga ke pantai dengan ketinggian gelombangnya satu meter. Itu kondisi paling buruk, sehingga pantai Jabar Selatan itu relatif aman, dan tenang. Wisatawan tidak perlu takut lagi untuk datang ke Pangandaran, tegasnya.

Penelitian ini bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, karena pakar yang tergabung juga benar-benar ahli dan punya dasar keilmuan yang kuat dalam bidangnya. Namun ia menyarankan, untuk kawasan pantai ini mesti dijaga lingkungannya, seperti ditanam bakau atau tanaman yang cocok. Lalu, baiknya di kawasan bibir pantai tidak ada yang berjualan.

Bupati Ciamis H. Engkon Komara menyambut baik hasil penelitian dari tim ahli yang mengkaji masalah kemungkinan tsunami di daerahnya. Sejak terkena isu tsunami, katanya Pangandaran benar-benar terpukul. Ini jadi momentum yang baik untuk pemulihan, karena hasil dari penelitian pakar Pangandaran dinilai aman.

Sementara itu, Ketua DPRD Jabar H.M. Ruslan mengemukakan, hasil temuan tim ahli yang menyebutkan bahwa daerah Pangandaran aman, mesti dilanjutkan dengan program recovery yang sungguh-sungguh dari semua pihak. Ia optimis Pangandaran maupun Palabuhanratu, bisa pulih lagi kalau semua pihak terkait bekerja keras dan satu sama lain yang mendukungnya. (A-97)***




--
Wasalam,
Durahman

__._,_.___

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id





SPONSORED LINKS
Culture change Corporate culture Cell culture
Organization culture Tissue culture

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke