|
Punten teu disundakeun............................
Manawi aya manfaatna ----- Original Message -----
From: Oha
Sent: Wednesday, October 11, 2006 9:50 AM
Subject: [HAIMEDIA] Fw: [dzikrullah] Kesaksian Mati Suri Semoga
bermanfaat..
Salam
Ini tulisan saya di harian pagi Riau Pos, Ahad 1 Oktober 2006.
semoga bermanfaat
Kesaksian Warga Bengkalis yang Mati Suri dalam Temu Alumni ESQ
''Menyaksikan Orang Disiksa dan Ingin Kembali ke
Dunia''
Laporan Idris Ahmad - Pekanbaru
Pengalaman mati suri seperti yang dialami Aslina, telah pula dirasakan
banyak orang. Seorang peneliti dan meraih gelar doktor filsafat dari Universitas
Virginia Dr Raymond A Moody pernah meneliti fenomena ini. Hasilnya orang mati
suri rata-rata memiliki pengalaman yang hampir sama. Masuk lorong waktu dan
ingin dikembalikan ke dunia.
Berikut catatan Riau Pos yang turut serta mendengarkan kesaksian
Aslina dalam temu Alumni ESQ (emotional, spiritual, quotient) Ahad (24/9) di
Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru.
Catatan ini dilengkapi pula dengan penjelasan instruktur ESQ Legisan
Sugimin yang mengutip Al-Quran yang menjelaskan orang yang mati itu ingin
dikembalikan ke dunia, serta penelusuran melalui internet tentang Dr Raymond.
Bagi pembaca yang ingin mengetahui perihal Dr Raymond dapat
membuka situs www.lifeafterlife.com dan hasil
penelitian Raymond
tentang mati suri dapat dibaca di buku Life After Life.
Aslina adalah warga Bengkalis yang mati suri 24 Agustus 2006 lalu. Gadis
berusia sekitar 25 tahun itu memberikan kesaksian saat nyawanya dicabut dan apa
yang disaksikan ruhnya saat mati suri.
Sebelum Aslina memberi kesaksian, pamannya Rustam Effendi memberikan
penjelasan pembuka. Aslina berasal dari keluarga sederhana, ia telah yatim.
Sejak kecil cobaan telah datang kepada dirinya.
Pada umur tujuh tahun tubuhnya terbakar api sehingga harus menjalani dua
kali operasi. Menjelang usia SMA ia termakan racun. Tersebab itu ia menderita
selama tiga tahun. Pada umur 20 tahun ia terkena gondok (hipertiroid). Gondok
tersebut menyebabkan beberapa kerusakan pada jantung dan matanya. Karena
penyakit gondok itu maka Jumat, 24 Agustus 2006 Aslina menjalani check-up
atas gondoknya di Rumah Sakit Mahkota Medical Center (MMC) Melaka Malaysia.
Hasil pemeriksaan menyatakan penyakitnya di ambang batas sehingga belum bisa
dioperasi.
''Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan,'' jelas Rustam.
Oleh karena itu Aslina hanya diberi obat. Namun kondisinya tetap lemah. Malamnya
Aslina gelisah luar biasa, dan terpaksa pamannya membawa Aslina kembali ke
Mahkota sekitar pukul 12 malam itu. Ia dimasukkan ke unit gawat darurat (UGD),
saat itu detak jantungnya dan napasnya sesak. Lalu ia dibawa ke luar UGD masuk
ke ruang perawatan. ''Aslina seperti orang ombak (menjelang sakratulmaut,
red). Lalu saya ajarkan kalimat thoyyibah dan syahadat. Setelah itu
dalam pandangan saya Aslina menghembuskan nafas terakhir,'' ungkapnya. Usai
Rustam memberi pengantar, lalu Aslina memberikan kesaksiaanya.
''Mati adalah pasti. Kita ini calon-calon mayat, calon penghuni
kubur,'' begitu ia mengawali kesaksiaanya setelah meminta seluruh hadirin
yang memenuhi Grand Ball Room Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru tersebut
membacakan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Tak lupa ia juga menasehati jamaah
untuk memantapkan iman,
amal dan ketakwaan sebelum mati datang. ''Saya telah merasakan mati,'' ujar anak yatim itu. Hadirin terpaku mendengar kesaksian itu. Sungguh, lanjutya, terlalu sakit mati itu. Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut itu seperti sakitnya kulit
hewan ditarik dari daging, dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi.
''Terasa malaikat mencabut (nyawa, red) dari kaki kanan
saya,'' tambahnya. Di saat itu ia sempat diajarkan oleh pamannya
kalimat thoyibah. ''Saat di ujung napas, saya berzikir,'' ujarnya.
''Sungguh sakitnya, Pak, Bu,'' ulangnya di hadapan lebih dari 300
alumni ESQ Pekanbaru.
Diungkapkan, ketika ruhnya telah tercabut dari jasad, ia menyaksikan di
sekelilingnya ada dokter, pamannya dan ia juga melihat jasadnya yang
terbujur.
Setelah itu datang dua malaikat serba putih mengucapkan Assalaimualaikum
kepada ruh Aslina. ''Malaikat itu besar, kalau memanggil, jantung rasanya
mau copot, gemetar,'' ujar Aslina mencerita pengalaman matinya. Lalu
malaikat itu bertanya: ''siapa Tuhanmu, apa agamamu, dimana kiblatmu dan
siapa nama orangtuamu.'' Ruh Aslina menjawab semua pertanyaan itu dengan
lancar.
Lalu ia dibawa ke alam barzah. ''Tak ada teman kecuali amal,''
tambah Aslina yang Ahad malam itu berpakaian serba hijau.
Seperti pengakuan pamannya, Aslina bukan seorang pendakwah, tapi malam itu
ia tampil memberikan kesaksian bagaikan seorang muballighah. Di alam barzah ia
melihat seseorang ditemani oleh sosok yang mukanya berkudis, badan berbulu dan
mengeluarkan bau busuk. Mungkin sosok itulah adalah amal buruk dari orang
tersebut.
Aslina melanjutkan. ''Bapak, Ibu, ingatlah mati,'' sekali lagi ia
mengajak hadirin untuk bertaubat dan beramal sebelum ajal menjemput.
Di alam barzah, ia melanjutkan kesaksiannya, ruh Aslina dipimpin oleh dua
orang malaikat. Saat itu ia ingin sekali berjumpa dengan ayahnya. Lalu ia
memanggil malaikat itu dengan ''Ayah''. ''Wahai ayah bisakah saya
bertemu dengan ayah saya,''
tanyanya. Lalu muncullah satu sosok. Ruh Aslina tak mengenal sosok yang
berusia antara 17-20 tahun itu. Sebab ayahnya meninggal saat berusia 65 tahun.
Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah ayahnya. Ruh Aslina mengucapkan
salam ke ayahnya dan berkata: ''Wahai ayah, janji saya telah sampai.''
Mendengar itu
ayah saya saya menangis.Lalu ayahnya berkata kepada Aslina. ''Pulanglah
ke rumah, kasihan adik-adikmu.'' ruh Aslina pun menjawab. ''Saya
tak bisa pulang, karena janji telah sampai''.
Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan kembali kepada hadirin
bahwa alam barzah dan akhirat itu benar-benar ada.
''Alam barzah, akhirat, surga dan neraka itu betul ada. Akhirat adalah
kekal,'' ujarnya bak seorang pendakwah.
Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya tersebut menunduk.
Lalu dua malaikat memimpinnya kembali, ia bertemu dengan perempuan yang beramal
shaleh yang mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruh Aslina dibawa kursi yang empuk
dan didudukkan di kursi tersebut, di sebelahnya terdapat seorang perempuan yang
menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya kepada perempuan itu.
''Siapa kamu?'' lalu perempuan itu menjawab.''Akulah (amal)
kamu.''
Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya berjalan menelurusi
lorong waktu melihat penderitaan manusia yang disiksa. Di sana ia melihat
seorang laki-laki yang memikul besi seberat 500 ton, tangannya dirantai ke bahu,
pakaiannya koyak-
koyak dan baunya menjijikkan. Ruh Aslina bertanya kepada amalnya.
''Siapa manusia ini?'' Amal Aslina menjawab orang tersebut ketika
hidupnya suka membunuh orang.
Lalu dilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnya lepas. Ruh Aslina
bertanya lagi ke amalnya tentang orang tersebut. Amalnya mengatakan bahwa
manusia tersebut tidak pernah shalat bahkan tak bisa mengucapkan dunia kalimat
syahadat ketika di
dunia.
Selanjutnya tampak pula oleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi ke
tubuhnya. Ternyata orang itu adalah manusia yang suka berzina. Tampak juga orang
saling bunuh, manusia itu ketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang
lain.
Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk dengan 80 tusukan,
setiap tusukan terdapat 80 mata pisau yang tembus ke dadanya, lalu berlumuran
darah, orang tersebut menjerit dan tidak ada yang menolongnya. Ruh Aslina
bertanya pada amalnya. Dan dijawab orang tersebut adalah orang juga suka
membunuh.
Tampak pula orang berkepala babi dan berbadan babi. Orang tersebut adalah
orang yang suka berguru pada babi. Ada pula orang yang dihempaskan ke tanah lalu
dibunuh. Orang tersebut adalah anak yang durhaka dan tidak mau memelihara orang
tuanya ketika di dunia.
Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut. Sampailah ruh Aslina di
malam yang gelap, kelam dan sangat pekat sehingga dua malaikat dan amalnya yang
ada disisinya tak tampak. Tiba-tiba muncul suara orang mengucap : Subnallah,
Alhamdulillah dan Allahu Akbar. Tiba-tiba ada yang mengalungkan
sesuatu di lehernya. Kalungan itu ternyata tasbih yang memiliki biji 99
butir.
Perjalanan berlanjut. Ia nampak tepak tembaga yang sisi-sisinya
mengeluarkan cahaya, di belakang tepak itu terdapat gambar kakbah. Di dalam
tepak terdapat batangan emas. Ruh Aslina bertanya pada amalnya tentang tepak
itu. Amalnya menjawab tepak tersebut adalah husnul khatimah. (Husnul
khatimah secara literlek
berarti akhir yang baik. Yakni keadaan dimana manusia pada akhir hayatnya
dalam keadaan (berbuat) baik,red).
Selanjutnya ruh Aslina mendengarkan azan seperti azan di Mekkah. Ia pun
mengatakan kepada amalnya. ''Saya mau shalat.'' Lalu dua malaikat yang
memimpinnya melepaskan tangan ruh Aslina.
''Saya pun bertayamum, saya shalat seperti orang-orang di dunia
shalat,'' ungkap Aslina.
Selanjutnya ia kembali dipimpin untuk melihat Masjid Nabawi. Lalu
diperlihatkan pula kepada ruh Aslina, makam Nabi Muhammad SAW. Dimakam tersebut
batangan-batangan emas di dalam tepak ''husnul khatimah'' itu mengeluarkan
cahaya terang.
Berikutnya ia melihat cahaya seperti matahari tapi agak kecil. Cahaya itu
pun bicara kepada ruh Aslina. ''Tolong kau sampaikan kepada umat, untuk
bersujud di hadapan Allah.''
Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia dari berbagai abad
berkumpul di satu lapangan yang sangat luas. Ruh Aslina hanya berjarak sekitar
lima meter dari kumpulan manusia itu. Kumpulan manusia itu berkata. ''Cepatlah
kiamat, aku tak tahan lagi di sini Ya Allah.'' Manusia-manusia itu juga
memohon. ''Tolong kembalikan aku ke dunia, aku mau beramal.''
Begitulah di antara cerita Aslina terhadap apa yang dilihat ruhnya saat ia
mati suri. Dalam kesaksiaannya ia senantiasa mengajak hadirin yang datang pada
pertemuan alumni ESQ itu untuk bertaubat dan beramal shaleh serta tidak
melanggar aturan Allah.
Setelah kesaksian Aslina, instruktur Pelatihan ESQ Legisan Sugimin yang
telah mendapat lisensi dari Ary Ginanjar (pengarang buku sekaligus penemu metode
Pelatihan ESQ) menjelaskan bahwa fenomena mati suri dan apa yang disaksikan oleh
orang yang mati suri pernah diteliti ilmuan Barat.
Legisan mengemukakan pula, mungkin di antara alumni ESQ yang hadir pada
Ahad (24/9) malam itu ada yang tidak percaya atau ragu terhadap kesaksian
Aslina. Tapi yang jelas, lanjutnya, rata-rata orang yang mati suri merasakan dan
melihat hal yang hampir sama.
''Apa yang disampaikan Aslina, mungkin bukti yang ditunjukkan Allah
kepada kita semua,'' ujarnya.Legisan menjelaskan penelitian oleh Dr Raymond
A Moody Jr tentang mati suri. Raymond mengemukakan orang mati suri itu dibawa
masuk ke lorong waktu, di sana ia melihat rekaman seluruh apa yang telah ia
lakukan selama hidupnya. Dan diakhir pengakuan orang mati suri itu berkata:
''Dan aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan
semuanya.''
Menanggapi kesaksian Aslina yang melihat orang-orang berteriak ingin
dikembalikan ke dunia dan ingin beramal serta penelitian Raymond yang
menyebutkan ''aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan
semuanya,'' Legisan mengutip ayat Al-Quran Surat Al-Mu'muninun (23) ayat
99-100:
(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), Hingga apabila
datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata:''Ya, Tuhanku
kembalikanlah aku (ke dunia).''(99). Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap
yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan
yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka
dibangkitkan.(100).
Sebagai penguat dalil agar manusia bertaubat, dikutipkan juga Quran Surat
Az-Zumar ayat 39: ''Dan kembalilah kamu kepada Tuhan-Mu, dan berserah
dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat
ditolong (lagi).''
Usai pertemuan alumni itu, Aslina meminta nasehat dari Legisan. Intruktur
ESQ itu menyarankan agar Aslina senatiasa berdakwah dan menyampaikan
kesaksiaannya saat mati suri kepada masyarakat agar mereka bertaubat dan
senantiasa mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Setelah acara,
banyak di antara alumni
yang bersimpati dan ingin membantu pengobatan sakit gondoknya. Para
hadirinpun menyempat diri untuk berfoto bersama Aslina.
Semoga pembaca dapat mengambil pelajaran dari kesaksiaan
Aslina.***
_____________________________________________________________
Lihat foto kegiatan patrap di http://patrapnet.fotopic.net
How low will we go? Check out Yahoo! Messengers low PC-to-Phone call rates. __._,_.___ Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
SPONSORED LINKS
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe __,_._,___ |

