BismiLlaahi, 

Asa bingung ieu teh, nyakompet daunkeun hukum ngecapkeun "Wilujeng
milang kala (ulang tahun)" sareng "Wilujeng Idul Fitri". Hmmm sigana
mah eta teh dua masalah nu benten hukumna. Imel ieu husu nanggapan
masalah ULANG TAHUN, keun WILUJENG IDUL FITRI mah engke deui. Mugi2
urang henteu kapanjangan dina masalah ieu...

Netepkeun hukum hiji masalah dina agama urang sanes perkara lalawora.
Lain pagawean jelma nu teu masagi dina elmuna. Narik hukum dina Islam
perlu seueur alat: Bahasa Arab, Ilmu Qur'an (tafsir, ushul tafsir
jrrd), Ilmu Hadits (ushul hadits, darajat hadits). Cara sareng
metodologi narik hukumna oge seueur pisan: nasikh mansukh, `am dan
khash, jama`, jrrd. 

Saterasna, tiap fuqaha tangtos tiasa nafsirkeun ayat sareng hadits
benten2. Netepkeun hukum mana nu diangge (tarjih) oge aya carana. Tong
hilap akal sareng emutan oge diangge dina wangun ijma sareng qiyas. Ku
luhungna masalah ieu , teu heran mun ulama oge gaduh spesialisasi:
Ahli hadits, ahli tafsir atanapi ahli hukum (iqoha/mujtahid).

Janten mun ditaros naon hukumna, abdi mah moal tiasa ngawaler da sanes
fuqoha. Sareng deuih beurat tanggel waler dunia aheratna (misalna
netepkeun hiji jalmi sirik atanapi henteu kulantaran ngalakukeun hiji
padamelan). Elmuna oge teu sa-tai kuku-tai kuku acan acan. Mangga
nyanggakeun ka kersaning Teh Ely bilih gaduh hujjahna mah. 

Mung aya sakedik patarosan abdi, mun urang nyarios kieu: "Wilujeng
milang kala, mugi2 Allah SWT maparin panjang yuswa, sae ibadahna,
berkah rejekina" numutkeun Teh Ely janten rusak aqidahna (alias kafir
maksadna)? 

Minangka babanding, mangga ieu aya waleran ti ahlina (ulama) ngeunaan
ulang tahun. Mangga titenan kumaha ulama ngawaler hiji masalah. Hentue
saklek tapi pinuh katai2an. Nu ditingali teh sanes babasanna wungkul
oge "CARA" sareng "NIAT"-na.

Masalah wilujeng Idul Fitri? ke heula kudu maca deui ... :-)  

Baktos,
Yudi

Hukum Ulang Tahun
http://syariahonline.com/new_index.php/telusuri/view/ke/title/kategori/all/find/fitri

Pertanyaan:

Bapak Ustad Yang Terhormat, Saya pernah mendengar bahwa merayakan
ulang tahun hukumnya adalah haram, karena itu adalah kebiasaan orang
nasrani, sedangkan didalam ajaran islam, tidak ada pesta ulang
tahun.Pertanyaan saya: Bagaimanakah ulang tahun dipandang dalam hukum
islam, adakah Ayat Alqur-an atau hadist yang menguatkan larangan ulang
tahun itu?Lalu bagaimanakah hukumnya kalau ada orang yang berulang
tahun kemudian merayakannya di panti asuhan atau panti jompo dengan
tujuan ingin berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang kurang mampu
itu, apakah itu juga masih haram hukumnya.Terima kasih atas jawaban
yang lengkap, Wassalam.

Suli Rahayu

Jawaban:

Hukum merayakan ulang tahun memang tidak didapat nash yang secara
langsung melarangnya dan juga menganjurkannya. Hal itu dikembalikan
kepada tradisi masyarakat setempat. Dengan catatan, tidak ada mata
acara dan perilaku yang bertentangan dengan aturan Islam.

Kita tidak menemukan riwayat yang menceritakan bahwa setiap tanggal
kelahiran Rasulullah SAW, beliau merayakannya atau sekedar
mengingat-ingatnya. Begitu juga para shahabat, tabiin dan para ulama
salafusshalih. Kita tidak pernah dengar misalnya Imam Abu Hanifah
merayakan ulang tahun lalu potong kue dan tiup lilin.

Namun bila ulang tahun itu lebih banyak mudharatnya dari pada
manfaatnya, apalagi menghabiskan biaya yang cukup besar, maka leibh
bijaksana bila tidak dirayakan secara berlebihan.

Selain itu yang penting juga untuk diketahui bahwa dalam hukum Islam
dikenal istilah �Sadd Az-Zariah�. Artinya mencegah sesuatu yang
dikhawatirkan nantinya akan berakibat buruk. Karena itu ketika muncul
trend qiyamullail, dikeluarkan fatwa yang meminta agar aktifitas itu
tidak perlu dihidup-hidupkan.

Memang acara itu dalam rangka mencounter hura-hura malam tahun baru
sekian tahun yang lalu, lalu kemudian aktifitas qiyamullail di malam
tahun baru semakin menggejala di kalangan aktifis dakwah, namun
ditakutkan suatu hari nanti orang akan beranggapan bahwa aktifitas
seperti harus rutin dilaksanakan.

Meski awal pemikirannya cukup baik yaitu mengalihkan gairah para
pemuda dari hura-hura malam tahun baru dengan terompet, campur baur
muda mudi, atau pesta pora dan lainnya, dialihkan menjadi shalat malam
berjamaah, tafakkur dan merenung tentang arti Islam bahkan ada doa
bersama dan menangis menyesali dosa-dosa.

Tapi trend ini semakin tahun semakin luas dan para ulama
mengkhawatirkan akan menimbulkan salah persepsi bagi orang awam, bahwa
aktifitas ini harus rutin dikerjakan dan seolah menjadi bagian dari
syariat agama ini.

Karena itu selama masih bisa ditangkal, sebelum membesar dan sulit
dihilangkan, dikeluarkanlah fatwa untuk menghimbau para aktifis dakwah
agar tidak perlu menyelenggarakan qiyamullail tiap malam tahun baru.
Kalau mau tahajjud dan qiyamullail, silahkan dikerjakan masing-masing
di rumah.

Karena itu bila dalam sebuah rumah tangga islami ingin diterapkan pola
kehidupan yang Islami, menyelenggarakan ulang tahun anak bukan
alternatif yang paling baik. Ini bukan berarti tradisi saling memberi
hadiah tidak boleh, atau merenungi dan mensyukuri karunia yang Allah
berikan tidak diizinkan. Hanya untuk melakukan aktifitas itu kan tidak
harus dalam format ulang tahun.

Wallahu a`lam bishshowab.

Mengucap Dan Merayakan Ulang Tahun
http://syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/3848

Pertanyaan:
bagaimana hukumnya:
1. mengucapkan selamat ulang tahun.
2. merayakan ulang tahun.
3. mengganti perayaan ultah dengan tumpeng-an tetapi acaranya tidak
jauh dengan perayaan ulang tahun, hanay kuenya yang diganti dengan
tumpeng dan ditambahi baca surat alquran dan doa bersama.

Fitriyyaa

Jawaban:

Assalamu �alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillahi Rabbil �Alamin, Washshalatu Wassalamu �Ala sayyidil
Mursalin

Wa �alaa �Aalihi Wa Ashabihi ajma�ien. Wa Ba�du


Perayaan ulang tahun tidak pernah diperintahkan oleh Rasulullah SAW
dalam kehidupan seorang muslim. Karena itu bila dilakukan, tidak
bernilai ibadah.

Dan sebaliknya, kita juga tidak mendapati teks dalil yang secara
eksplisit melarang melakukan acara seperti ini.

Perayaan seperti ini lebih merupakan produk budaya masyarakat yang
entah berasal dari mana. Barangkali dari barat atau dari lainnya.

Jadi bila kita ingin meletakkan hukumnya, kita harus membahas dari
tujuan dan manfaat yang akan didapat. Apakah ada diantara tujuan yang
ingin dicapai itu sesuatu yang penting dalam hidup ini ? Atau sekedar
penghamburan uang ? Atau sekedar ikut-ikutan tradisi ?

Yang kedua, apa manfaat acara seperti itu ? Adakah sesuatu yang
menambah iman, ilmu dan amal ? Atau menambah manfaat baik pribadi,
sosial atau lainnya ?

Yang ketiga, adakah dalam pelaksanaan acara seperti itu maksiat dan
dosa yang dilanggar ?

Yang keempat, bila ternyata semua jawaban diatas positif, dan acara
seperti itu menjdi tradisi, apakah tidak akan menimbulkan salah paham
pada generasi berikut seolah-olah acara seperti ini �harus� 
dilakukan
? Hal ini seperti yang terjadi pada upacara peringat hari besar Islam
baik itu kelahiran, isra` mi`raj dan sebagainya.

Jangan sampai dikemudian hari, lahir generasi yang menganggap perayaan
ulang tahun adalah �sesuatu� yang tidak boleh tidak 
�mesti�
terlaksana. Bila memang demikian, bukankah kita telah kehilangan makna ?

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. 


  
--- In [email protected], ely evalita <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Oh kitu kang, nuhun atuh infona....
> 
> Tapi emut kang .......Ulang tahun teh hiji parasit aqidah ......oge
Kantos kitu Rasullulah mengucapkan " Selamat idul fitri" ka para
sahabat ? upami aya riwayatna, punten atuh di posting kanggo informasi.
> 
> salam
> ely




Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke