> FYI, > > > SIDOARJO - Pipa gas milik Pertamina yang berada di bawah luberan lumpur PT > Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo, meledak pukul 20.05 tadi malam. Kobaran > api yang sangat besar menyala di titik ledakan dekat Km 38 jalan tol > Porong-Gempol. Ledakan itu disusul jebolnya sejumlah titik tanggul penahan > lumpur. > > Akibat ledakan dan lumpur panas itu, empat orang tewas dan belasan luka bakar > cukup parah. Selain itu, nasib beberapa orang belum diketahui. Warga di > beberapa desa sekitar luberan panik dan banyak yang berhamburan ke luar > rumah. Jalan tol Porong-Gempol langsung ditutup total dan beberapa kendaraan > terjebak di Jalan Raya Porong. > > Korban tewas adalah Danramil Balungbendo Kapten Affandi; Kapten Indra Pudji > dan Serda Hafid, anggota Yon Zipur; dan Tri Iswandi, pegawai jasa marga. > Mereka sehari-hari bertugas di lokasi semburan lumpur Lapindo. Yang nasibnya > belum diketahui dan sedang dicari adalah Bripka Slamet, Bripda Fani (anggota > PJR Tol), Kopka Rofiq (anggota Koramil Tanggulangin) , Jhon Daktar (anggota > Tim Nasional), Stevanus Prasetyo (Jasa Marga), Kapten Hendro, dan Serka > Bagus. > > Menurut penuturan sejumlah saksi mata, api yang timbul akibat ledakan itu > membubung tinggi sampai sinarnya dapat terlihat di kawasan Driyorejo, Gresik, > dan sebagian kawasan Lamongan. > > Gianto, warga Perumtas K-14 No 20A, kepada wartawan mengaku kaget saat > tiba-tiba langit menyala sangat terang. Dari rumahnya yang terletak kurang > lebih 500 meter dari relief well 2 milik Pertamina, dia mengaku tak mendengar > suara ledakan. Hanya api yang membubung tinggi yang terlihat. â> EUR> ¦. > > Besarnya ledakan itu juga dilihat sejumlah penduduk dari jarak cukup jauh. > Cokro yang tinggal di Bangil, misalnya, mengaku melihat langit memerah > seperti ada ledakan bom. > > Di lokasi lain, seperti Driyorejo, Gresik, juga terlihat horizon memerah, > padahal jarak Porong dan Driyorejo berkilo-kilometer jauhnya. Bahkan, di > Surabaya pun langit terlihat memerah. > > Kapolda Jatim Irjen Pol Herman Sumawiredja mengatakan, proses evakuasi sulit > dilakukan secara intensif. Mungkin baru dilanjutkan hari ini. "Kondisi di > lokasi gelap gulita. Pencarian korban tidak akan efektif," ujarnya. > > Sampai sekitar pukul 23.30 tadi malam, penyebab ledakan masih diselidiki. > Tapi, Kapolda mengatakan, mungkin ledakan itu disebabkan gas yang keluar dari > patahan pipa yang melintang di depan lokasi eks sumur BJP 1. > > "Kami belum tahu persis apa yang menyebabkan pipa gas itu patah. Satu-satunya > kemungkinan yang cukup logis, pipa itu patah akibat tekanan sangat tinggi," > tuturnya. > > Pipa gas itu, lanjut Herman, ditanam di kedalaman 12 meter dari permukaan > tanah dan membentang mulai Pulau Kangean sampai Gresik. Pipa itu berfungsi > menyalurkan pasokan gas untuk 25 pabrik di Gresik. Sejauh ini kawasan di > sekitar sumur BJP 1 masih dinyatakan bahaya. > > Sementara itu, menurut Juru Bicara Tim Nasional Rudy Novrianto, ledakan di Km > 38 itu diperkirakan akibat pipa gas patah. Patahan logam itu mungkin > menimbulkan percikan api dan menyulut gas bertekanan tinggi yang mengalir di > dalamnya, sehingga terjadilah ledakan dahsyat. > > Peristiwa itu, lanjut Rudy, tak bisa dipisahkan dari kejadian pagi kemarin. > Dia mengatakan, sebelum muncul ledakan besar, terjadi sliding atau longsor di > tanggul sekitar km 38. Masih belum diketahui apakah pipa gas yang patah itu > milik Pertamina atau bukan. > > Menanggapi ledakan pipa di lokasi lumpur Lapindo, Aburizal Bakrie meminta > semua pihak tetap tenang. Ical mengatakan, dirinya yakin Timnas Lumpur > Lapindo akan langsung melakukan penanganan dan mendeteksi penyebab ledakan. > > "Ini semua kita anggap musibah. Semua datang dari Tuhan. Biarlah tim yang ada > melakukan penanganan dengan baik. Kita harus tetap tenang. Jangan panic. Kita > semua berdoâ> EUR> (tm)> a agar musibah ini bisa diatasi dengan baik," tambah > Ical. > > Ical mengakui, semua kerugian yang ditimbulkan akibat musibah akan tetap > dihitung dan diakumulasi oleh Lapindo. "Saya kira Lapindo tetap akan > bertanggungjawab. Karenanya, biar> lah tim bekerja terus, jangan diganggu > dengan komentar-komentar yang malah menyulitkan timnas Lumpur Lapindo > bekerja," tukasnya. > > Selain mengancam pasokan gas untuk 25 pabrik di Gresik, insiden ledakan pipa > gas Pertamina di Km 38 ruas tol Porong-Gempol, juga mengancam pasokan gas > untuk tiga industri besar. > > Kepala Area Transmisi Gas Pertamina Wilayah Jatim, Sutadi, mengatakan, tiga > industri besar yang terancam pasokan gasnya itu adalah: PLN Distribusi Jawa > Bali, Petrokimia Gresik, dan Perusahaan gas Nasional (PGN). > > PLN distribusi Jawa Bali, kata Sutadi, terancam kehilangan pasokan gas > sebesar 13 juta kaki kubik per hari. Sedangkan, Petrokimia Gresik terancam > kekurangan pasokan gas sebesar 50 juta kaki kubik per hari, dan PGN sebesar > 70 juta kaki kubik per hari. > > Dia belum bisa memperkirakan kapan pasokan tersebut bisa pulih lagi. Namun > menurutnya hampir mustahil jaringan transmisi pipa gas di wilayah itu dipakai > kembali. "Mau tidak mau harus direlokasi dan untuk itu butuh waktu cukup > lama," tandasnya. (sat/noe/roz/ dyn) > > Sumber: Jawa Pos, Kamis 23 Nov 2006 >

