biasalah kang ... duka saha nu salah persepsi, duka urang koran ngarah payu
atawa urang distamna.

ceuk kang awang, bpmigas, nu puguh mah kieu .. dua PT eta tah karek
ngayakeun pemboran taun hareup dumasar kana data ti operator heubeul
(Saba-JOB Pertamina Greka Blok Jatiluhur), nu tina hasil seismikna meunang
konsep cadangan 300 juta barel. Ceuk cenah eksplorasi di Formasi Citarum
ngabogaan resiko gede, hartina resiko gagalna leuwih gede. Nya urang
du'akeun we cadangan eta kabuktian tur dua PT eta teu jadi bahan "pemerasan"
.. punten jadi suudzon.

budhi
kurono kopo 241


On 11/23/06, aldo desatura <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

   Punteun teu disundakeun


Ladang Minyak Ditemukan di Jonggol

**

*CIBINONG, WARTA KOTA-* Warga Bogor gempar dengan ditemukannya ladang
minyak bumi yang terletak di Kampung Malimping, Dasa Balaikambang, Kecamatan
Jonggol, Kabupaten Bogor. Kepala Bagian Tata Usaha dan Perizinan di Dinas
Pertambangan (Distam) Kabupaten Bogor Mamat Karyana ketika dikonfirmasi
dengan tegas membenarkan kabar baik tersebut.

Menyusul temuan  cadangan minyak bumi di  lahan seluas kurang lebih 15
hektar di Kampung Malimping itu, maka saat ini sedang dilakukan upaya
pembebasan lahan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan pihak terkait
untuk keperluan eksplorasi tambang minyak bumi nantinya. "Kami taksir di
daerah tersebut memiliki cadangan minyak bumi mencapai 300 juta barel. Itu
artinya eksplorasi minyak bumi di tempat itu bisa mencapai 70 tahun," kata
Mamat di kantornya, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Rabu (22/11).

Dia menceritakan bahwa informasi itu diperoleh setelah pihaknya melakukan
penelitian secara intensif melalui metode seismic atau penelitian dengan
memanfaatkan getaran gelombang *radio detector*, dengan melihat jenis
batuan dan peta geologi yang dilakukan PT Ranhil Corporation, perusahaan
konsorsium dari Malaysia dan PT Bumi Parahiyangan dari Indonesia. "Temuan
cadangan  minyak bumi di kawasan Jonggol itu merupakan yang pertama dan
mungkin hanya satu-satunya di Kabupaten Bogor," ujarnya.

Dinas pertambangan bersama Pemerintah Kabupaten Bogor  melakukan rapat
koordinasi untuk membahas beberapa agenda  seperti pembebasan lahan dan
pemberian izin lokasi tambang. "Kami sudah sampaikan ini semua dalam rapat.
Bahkan pemkab sendiri dalam rapat beberapa hari lalu langsung memerintahkan
kami dalam hal ini Bidang Listrik dan Pengembangan Energi Distam Kabupaten
Bogor untuk segera menangani masalah tersebut," tuturnya.

Namun Mamat mengakui, dalam urusan eksplorasi tambang minyak ini nantinya
pihaknya tidak akan dilibatkan terlalu jauh. Pasalnya, tambang minyak bumi
merupakan golongan pertambangan A, yakni jenis pertambangan yang ditangani
langsung oleh pemerintah pusat dalam hal ini Departemen Energi dan Sumber
Daya Mineral.

Mamat mengungkapkan berdasarkan informasi yang diperolehnya bahwa
Departemen ESDM pada tahun 2007  akan melakukan eksplorasi di kawasan
tersebut.

Hal senada dikatakan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag.Tapem) Pemkab.
Bogor Burhanudin "Pada prinsipnya Pemkab.Bogor saat ini sudah memberikan
izin untuk pembebasan lahan tambang seluas 15 hektar di kawasan Jonggol
tersebut," katanya.

Pemkab Bogor intinya hanya berharap, yang ditemukan oleh PT Bumi
Parahyangan dan PT Ranhil Corporation itu bisa menjadi kenyataan. Sehingga
dengan tambang minyak bumi di kawasan Jonggol itu nantinya bisa meningkatkan
PAD Kab.Bogor yang saat ini hanya Rp254 miliar per tahun.

Sementara itu, Angota Komisi C DPRD Kab Bogor Darwin Sargih yang kebetulan
berasal dari daerah pilihan (Dapil) Kecamatan Jonggol mengatakan, dengan
telah ditemukannya sumber cadangan minyak bumi sebesar 300 juta barel di
kawasan Jonggol itu, jelas sebuah kabar baik bukan hanya bagi warga Bogor
melainkan juga bangsa Indonesia.

"Kalau ladang minyak itu telah dilakukan eksplorasi, tentunya akan menjadi
pundi-pundi  uang yang sangat besar bagi peningkatan kesejahteraan rakyat
Kabupaten Bogor dan sekitarnya. Apalagi jelas sesuai laporan yang saya
terima, kandungan minyak bumi di tempat itu mencapai lebih dari 300 juta
barel, itu sunguh luar biasa yang artinya keuntungan yang akan dicapai
pemerintah bisa mencapi 24 triliun,": ujarnya.

Meki saat ini Pemkab.Bogor telah memberikan izin kepada dua perusahaan
eksplorasi tambang yang akan melakukan eksplorasi di daerah tersebut, tetapi
dia tetap akan menekankan agar pihak-pihak yang terlibat dalam hal ini tetap
memperhatikan kajian- kajian mendalam khusunya terkait dengan sosialisasi
kepada warga di sekitar, kajian amdalnya sudah sesuai apa belum. "Dan yang
jelas kami tidak ingin kejadian seperti luapan lumpur panas seperti di
Sidoarjo terjadi juga di Bogor," ujarnya.

Sementara itu Camat Conggol Aris Mulyanto mengakui, saat ini pihaknya
masih melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada 45 warga di lokasi. "Kami
bersama pihak PT masih terus melakukan upaya pembebasan lahan di daerah
tersebut. Dari total lahan seluas 15 hektar itu, 70 persen sudah berhasil
kami bebaskan, termasuk lahan milik mantan Mentdikbud Bapak Wardiman
Joyonegoro. Laporan terakhir yang saya terima hari ini, di lokasi rencananya
juga akan segera dimulai pembuatan  jalan menuju lokasi tambang," kata Aris.
(akn)






--
budhi at urang-sunda dot or dot id

Kirim email ke