Ari kedahna mah atuh lamun urang leres2 milarian sumur artesis (ngalir sorangan teu kedah dipompa atanapi disedot atanapi di jetting), syukur alhamdulillah. Ieu tandana urang parantos nembus lapisan cai artesis anu gaduh tekenan hidrostatis anu langkung ageung ti 1 atmosfir.. kajadian anu kieu teh nyaeta lamun lapisan batuan anu ngandung cai teh eta ngalebar ka gunung atanapi bukit..terus dina puncak bukit mucunghul salaku uangkapan (outcorps) lapisa tea (ahli2 geol mah biasana ahli kana singkapan2 ieu teh...mung punten sanes singkapan erok...atanapi..samping wanoja). Upamai kajantenan nana kieu ..janten tekenan bawah taneuh sumur artesis teh = tekenan hawa + tekenan kolom cai saluhur gunung/bukit dimana lapisan cai eta muncul relati kana kaluhuran muka dimana sumur artesis dibor...(pajeulit nya)...
--- [EMAIL PROTECTED] wrote: > Lain, biasana mah nu enggeus-enggeus oge taya > masalah nyieun sumur bor > (artesis) nepika puluhan atawa ratusan meter. Waktu > kuring di Bontang, > kuring oge pernah lalajo nu keur nge-bor pikeun > sumur artesis, mun teu > salah mah harita jerona ampir leuwih ti 120 > meter-an. Tapi teu nanaon > geuningan. Eta mah jigana lantaran lapisan taneuh na > labil. Meureun > taneuhna urut 'rawa-rawa', eta we cenah pH caina > kurang ti 7. Eta oge > meureun ketang. > > > > Baktos, > OTA > > > > Masya Allah... naon deui iyeu teh...????? > > > > Semburan Lumpur Setinggi Pohon Kelapa di Kalsel > > > Laporan Wartawan Kompas M Syaifullah > > > MARABAHAN, KOMPAS - Sumur bor yang baru dibikin > sedalam 135 meter di depan > rumah Ketut Tegal, warga Desa Kolam Kanan, Kecamatan > Barambai, Kabupaten > Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Rabu (22/11), > pukul 16.00, tiba-tiba > menyemburkan lumpur setinggi pohon kelapa. Peristiwa > itu membuat warga > setempat terpaksa mengungsi karena khawatir rumah > mereka ikut ambles. > Pemantauan Kompas pada Kamis (23/11) siang, > ketinggian semburan lumpur > tersebut sudah menurun. Semburan itu tinggal > setinggi satu meter. > Namun, yang mengkhwatirkan, lubang semburan lumpur > yang tadinya seukuran > pipa berdiameter 1,5 inci melebar menjadi dua hingga > tiga meter persegi. > Akibat semburan tersebut belum berhenti, sebagian > warga ikut cemas > khawatir lubang semburan lumpur itu terus meluas. > Bahkan, rumah Ketut > Tegal oleh puluhan warga transmigrasi asal Bali > dibongkar karena khawatir > ambles. Sebagian halaman rumah Ketut dan satu rumah > lagi milik warga > lainnya digenangi lumpur setinggi mata kaki. > Desa yang dihuni 20 keluarga eks transmigrasi asal > Bali, sekitar tujuh > kilometer dari Marabahan, ibukota Kabupaten Barito > Kuala atau sekitar 47 > kilometer dari Banjarmasin itu kini mendadak ramai > didatangi warga dari > berbagai daerah. Mereka ke sana ingin melihat > kejadian alam tersebut. > Bupati Barito Kuala Eddy Sukarma juga meninjau > lokasi semburan lumpur > tersebut. Sementara lokasi semburan sekitar 20 meter > persegi diamankan > dengan tali pembatas oleh petugas polisi setempat. > Camat Barambai Taufik Hidayat, mengatakan pada saat > kejadian banyak warga > mengungsi ke tempat yang lebih aman karena > ketinggian semburan lumpur > sempat pencapai puluhan meter. Namun, saat ini yang > masih diungsikan lima > keluarga. Ini karena lokasi rumah mereka sangat > dekat dengan semburan > lumpur tersebut. > Sementara satuan koordinas pelaksana penanggulangan > bencana mendirikan > tenda pengungsian dan dapur umum untuk > mengantisipasi semburan lumpur > tersebut kemungkinan berlangsung lama. > Keterangan dari Nyoman Suke (34), anak Ketut Tegal > dan Kade Kundri (30) > isteri Nyoman Suke diketahui semburan lumpur terjadi > sekitar setengah jam > setelah empat pekerja bor sumur di depan rumah > mereka selesai memasukkan > pipa sedalam sekitar 135 meter. Pemasangan sumur bor > dilakukan karena > empat bulan terakhir mereka kesulitan air bersih. > Sementara air parit di > daerah tidak layak diminum karena asam. > âSaat peristiwa itu terjadi kami ketakutan > mendengan gemuruh dan ledakan. > Kami langsung mengungsi karena ketinggian semburan > lumpur sudah di atas > rumah,â kata Kade Kundri. > Empat pekerja sumur bor yakni Mustakim, Suprapto, > Amir dan Eko beruntung > secepatnya menyingkir karena tidak hanya semburan > lumpur, tetapi 36 pipa > plastik paralon ukuran ¾ inci yang digunakan > mengeluarkan lumbur dalam > pipa juga ikut keluar. Selain itu pada malam hari, > lubang semburan makin > besar sehingga satu mesin penyedot air juga ikut > tenggelam dalam lumpur > tersebut. > Keempat pekerja tersebut kini diminta keterangan > oleh Kepolisian Resor > Bartio Kuala di Marabahan. âKami sudah tujuh tahun > sebagai penggali sumur > bor, namun baru kali beremu semburan lumpur,â kata > Suparto. > Tajuddin Noor, Kepala Sub Dinas Perwilayahan pada > Dinas Pertambangan > Kalsel, kepada wartawan, saat ini penyebabnya belum > diketahui persis > karena masih diteliti. Dari lokasi semburan, > kedalaman lubang sumur yang > digali 135 meter. Semburan lumpur juga tidak > menghasilkan volume yang > besar. Dari sejak terjadi pertama kali sampai Kamis > siang, volume lumpur > hampir sama. Bahkan, yang banyak keluar hanya air. > Menurut Tajuddin, diperkirakan semburan lumpur ini > tidak membahayakan. > Berbeda dengan semburan lumpur panas di Kabupaten > Sidoarjo, Jawa Timur, > yang sumbernya dari kedalam 3.000 meter dan volume > lumpur terus bertambah. > Namun, untuk mengatasi kekhawatiran, sebaiknya warga > dekat lokasi lumpur > mengungsi sementara waktu. > Desa Kolam Kanan saat ini dihuni sekitar 20 > keluarga. Mereka adalah warga > asal Bali yang pada tahun 1971 ikut program > transmigrasi ke daerah ini.__ > > ____________________________________________________________________________________ Do you Yahoo!? Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. http://new.mail.yahoo.com

