Kang Surtiwa,

Perkawis pajak penghasilan, salami ieu pan aya tah si pajak teh dipotong ku
perusahaan, sareng sim kuring oge nampi SPT na tapi teu nganggo NPWP
perusahaan, padahal abdi oge aya NPWP teh, tah kumaha urusan na nu sapertos
kieu?

Salam,
Budyana


On 11/30/06, aldo desatura <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

   dear,

bener lah kang surtiwa.... :) satujuhhh....



----- Original Message -----
*From:* surtiwa surtiwa <[EMAIL PROTECTED]>
*To:* [email protected]
*Sent:* Thursday, November 30, 2006 1:15 PM
*Subject:* Re: [Urang Sunda] Masih Ngeunaan NPWP



Tiasa oge ditoong di www.pajak.go.id

--- geni bara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Mudah2an aya Mang Paatna
>
> • Kewajiban Memiliki NPWP/ NPPKP
>
> Apakah yang dimaksud dengan Wajib Pajak (WP)?
> WP adalah orang pribadi atau badan yang menurut
> ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan
> ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan,
> termasuk pemungut pajak atau pemotong pajak
> tertentu.
>
> Apa yang dimaksud dengan Nomor Pokok Wajib Pajak
> (NPWP)?
> NPWP adalah nomor yang diberikan kepada WP sebagai
> sarana dalam administrasi perpajakan yang
> dipergunakan
> sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib
> Pajak
> dalam melaksanakan hak dan kewajiban Wajib Pajak.
>
> Dimanakah tempat pendaftaran Wajib Pajak untuk
> mendapatkan NPWP dan atau tempat pelaporan bagi
> Pengusaha Tertentu?
> Tempat pendaftaran Wajib Pajak/pelaporan Pengusaha
> Tertentu:
> • Seluruh WP BUMN dan WP BUMD di wilayah DKI
> Jakarta: di KPP BUMN Jakarta;
> • WP PMA tidak Go Public: di KPP PMA, kecuali yang
> telah terdaftar di KPP lama dan WP PMA di Kawasan
> Berikat dengan permohonan diberikan kemudahan
> mendaftar di KPP setempat;
> • WP Badan dan Orang Asing: di KPP Badora;
> • WP Go Public: di KPP Perusahaan Masuk Bursa (Go
> Public), kecuali WP BUMN/BUMD serta WP PMA yang
> berkedudukan di kawasan berikat;
> • WP BUMD di luar DKI Jakarta: di KPP setempat;
> • Untuk WP BUMN/BUMD, PMA, Badora, Go Public di
> luar
> DKI Jakarta, khusus PPh? Pemotongan/Pemungutan dan
> PPN/PPnBM?: di KPP tempat cabang atau kegiatan
> usaha.
>
> Apa saja fungsi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan
> Nomor Pokok Pengusaha Kena Pajak (NPPKP)?
> Fungsi dari Nomor Pokok Wajib Pajak:
> • Untuk mengetahui identitas Wajib Pajak;
> • Untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak
> dan dalam pengawasan administrasi perpajakan;
> • Untuk keperluan yang berhubungan dengan dokumen
> perpajakan;
> • Untuk memenuhi kewajiban perpajakan, misalnya
> dalam pengisian SSP;
> • Untuk mendapatkan pelayanan dari
> instansi-instansi
> tertentu yang mewajibkan pencantuman NPWP dalam
> dokumen yang diajukan. Misal: Dokumen Impor (PPUD,
> PIUD). Setiap WP hanya diberikan satu NPWP.
>
> Dalam hal apakah NPWP diterbitkan secara jabatan?
> Direktorat Jenderal Pajak dapat menerbitkan NPWP
> secara jabatan, apabila Wajib Pajak tidak
> mendaftarkan
> diri pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang
> wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat
> kedudukan Wajib Pajak.
>
> Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi untuk
> memperoleh NPWP?
> Syarat-syarat untuk memperoleh NPWP:
> 1. Untuk WP Orang Pribadi Non-Usahawan:
> o Fotocopy KTP/Kartu Keluarga/SIM/Paspor.
> 2. Untuk WP Orang Pribadi Usahawan:
> o Fotocopy KTP/Kartu Keluarga/SIM/Paspor;
> o Fotocopy Surat Izin Usaha atau Surat Keterangan
> Tempat Usaha dari instansi yang berwenang.
> 3. Untuk WP Badan:
> o Fotocopy akte pendirian;
> o Fotocopy KTP salah seorang pengurus;
> o Fotocopy Surat Izin Usaha atau Surat Keterangan
> Tempat Usaha dari instansi yang berwenang.
> 4. Untuk Bendaharawan sebagai Pemungut/Pemotong:
> o Fotocopy surat penunjukan sebagai bendaharawan;
> o Fotocopy tanda bukti diri KTP/Kartu
> Keluarga/SIM/Paspor.
> 5. Apabila WP pemohon berstatus cabang, maka harus
> melampirkan fotocopy kartu NPWP atau Bukti
> Pendaftaran
> WP Kantor Pusatnya. Apabila permohonan
> ditandatangani
> oleh orang lain, perlu dilengkapi surat kuasa.
>
> Dalam hal apa kelengkapan formulir pendaftaran Wajib
> Pajak dianggap sah?
> Fotocopy sebagai kelengkapan formulir pendaftaran WP
> tersebut di atas harus disahkan oleh Petugas
> Pendaftaran WP kecuali dalam hal pendaftaran
> dilakukan
> melalui pos, maka fotocopy harus disahkan oleh
> pejabat/instansi yang berwenang.
>
> Bagaimanakah cara mendaftarkan diri dan melaporkan
> usaha bagi Wajib Pajak?
> Tatacara mendaftarkan diri dan melaporkan usaha bagi
> Wajib Pajak:
> 1. Mengisi formulir pendaftaran dan melampirkan
> kelengkapannya;
> 2. Menyampaikan secara langsung atau melalui pos ke
> Kantor Pelayanan Pajak/KP4 setempat.
>
> Perubahan data apa saja, yang dapat diberitahukan
> Wajib Pajak untuk dapat dilakukan perubahan data
> Wajib
> Pajak?
> Hal-hal yang yang berkenaan dengan perubahan data
> Wajib Pajak:
> 1. Perbaikan data karena kesalahan data hasil
> komputer;
> 2. Perubahan nama WP karena penggantian nama,
> disyaratkan adanya keterangan dari instansi yang
> berwenang;
> 3. Perubahan alamat WP karena perpindahan tempat
> tinggal;
> 4. Perubahan NPWP karena adanya kesalahan nomor
> (misalnya NPWP cabang tidak sama dengan NPWP Pusat);
> 5. Perubahan status usaha WP dilampiri pernyataan
> tertulis dari WP atau fotocopy akte perubahan;
> 6. Perubahan jenis usaha karena ada perubahan
> kegiatan
> usaha WP;
> 7. Perubahan bentuk Badan;
> 8. Perubahan jenis pajak karena sesuatu hal yang
> mengakibatkan kewajiban jenis pajaknya berubah;
> 9. Penghapusan NPWP dan/atau pencabutan NPPKP karena
> dipenuhinya persyaratan yang ditentukan.
>
> Bagaimana cara pembetulan data Wajib Pajak?
> Tatacara pembetulan data Wajib Pajak:
> 1. Mengisi formulir perubahan/mutasi data WP yang
> diambil secara langsung atau meminta melalui pos
> dari
> KPP/KP4 dan menyampaikan formulir tersebut secara
> langsung atau melalui pos ke KPP/KP4 yang
> bersangkutan, atau
> 2. Melalui formulir SPT Tahunan.
>
> Apakah persyaratan yang harus dipenuhi Wajib Pajak
> untuk menghapus dan mencabut NPWP?
> Syarat penghapusan dan pencabutan NPWP:
> 1. WP meninggal dunia dan tidak meninggalkan
> warisan,
> disyaratkan adanya fotocopy akte/laporan kematian
> dari
> instansi yang berwenang;
> 2. Wanita kawin tidak dengan perjanjian pemisahan
> harta dan penghasilan disyaratkan adanya surat
> nikah/akte perkawinan dari catatan sipil;
> 3. Warisan yang belum terbagi dalam kedudukan
> sebagai
> Subyek Pajak apabila sudah selesai dibagi
> disyaratkan
> adanya keterangan tentang selesainya warisan
> tersebut
> dibagi oleh para ahli waris;
> 4. WP Badan yang telah dibubarkan secara resmi,
> disyaratkan adanya akte pembubaran yang dikukuhkan
> dengan surat keterangan dari instansi yang
> berwenang;
> 5. Bentuk Usaha Tetap (BUT) yang karena sesuatu hal
> kehilangan statusnya sebagai BUT, disyaratkan adanya
> permohonan WP yang dilampiri dokumen yang mendukung
> bahwa BUT tersebut tidak memenuhi syarat lagi untuk
> dapat digolongkan sebagai WP;
> 6. WP Orang Pribadi lainnya yang tidak memenuhi
> syarat
> lagi sebagai WP.
>
>
>
>
> Kewajiban Setelah Memperoleh NPWP
>
> Apa saja kewajiban Wajib Pajak setelah memperoleh
> NPWP/ NPPKP?
> Kewajiban yang harus dilaksanakan setelah memperoleh
> NPWP oleh Wajib Pajak:
> 1. Kewajiban sehubungan dengan Pajak Penghasilan
> (PPh?);
> 2. Kewajiban sehubungan dengan Pajak Pertambahan
> Nilai/Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN &
> PPnBM?);
> 3. Pembukuan/Pencatatan.
>
> Apa saja kewajiban Wajib Pajak sehubungan dengan
> Pajak
> Penghasilan?
> Kewajiban Wajib Pajak sehubungan dengan Pajak
> Penghasilan:
> 1. SPT Masa;
> 2. SPT Tahunan (Badan/Orang Pribadi/Pasal 21);
> 3. Pelunasan utang pajak yang tercantum dalam "Surat
> Ketetapan Pajak” dan surat keputusan lainnya.
>
=== message truncated ===

__________________________________________________________
Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
http://new.mail.yahoo.com



Kirim email ke