simkuring gaduh kiriman ti rerencangan perkawis poligami muagia tiasa janten nambihan elmu kanggo urang sadaya, nu kumaha atuh ari sunah rosul perkawis poligami teh
punten teu disundakeun > >> _ <http://id.wordpress.com/tag/nabi-muhammad-saw/> > >> Ketika orang-orang mendengar bawah Nabi Muhammad SAW mempunyai banyak > >> istri semasa hidupnya, banyaklah timbul suara-suara yang sumbang kearah > >> Nabi Muhammad SAW. > >> > >> Padahal, kalau mereka mau menelaah lebih dalam untuk mengetahui apa > >> rahasia dibalik perkawinan Nabi Muhammad SAW, niscaya mereka akan > >> mengerti dan memaklumi adanya bahkan akan memuji kepintaran strategi dari > >> Nabi besar Muhammad SAW, yaitu : "political and social motives". > >> > >> Perkawinan pertamanya dengan Khadijah dilakukan ketika dia berumur 25 > >> tahun dan Khadijah berumur 40 tahun. Selama hampir 25 tahuh, Nabi SAW > >> hanya beristrikan Khadijah, sampai Khadijah meninggal dunia diumur 65 > >> tahun (semoga Allah memberkahinya). > >> > >> Hanya setelah Nabi SAW berumur lebih dair 50 tahun, barulah nabi SAW > >> mulai menikah lagi. Dengan demikian jelaslah bahwa jika memang Nabi SAW > >> hanya mencari kesenangan semata, tentulah tidak perlu beliau menunggu > >> sampai berusia lebih dari 50 tahun, baru menikah lagi. Tapi Nabi Muhammad > >> SAW tetap mencintai Khadijah selamaa 25 tahun, sampai Khadijah meninggal > >> dunia di usia 65 tahun. > >> > >> Perkawinannya selanjutnya mempunyai banyak motive. Beberapa perkawinan > >> adalah dengan tujuan membantu wanita yang suaminya baru saja terbunuh > >> didalam membela Islam. Yang lain adalah demi menambah dan mempererat > >> hubungan dengan salah satu pendukung fanantik Islam, Abu Bakr (semoga > >> Allah memberkahinya). > >> > >> Ada juga dalam upaya membangun hubungan yang baik dengan suku-suku lain > >> yang semula berniat memerangi Islam. Sehingga ketika Nabi SAW > >> mengawininya, maka perang pun terhindarkan dan darah pun tak jadi tumpah. > >> > >> Setidaknya, ada Professor Non-Muslim yang berkesempatan mempelajari > >> secara langsung mengenai sejarah dan kehidupan Nabi Muhammad SAW > >> berkesimpulan yang berbeda dengan kesimpulan kaum non-muslim lainnya. > >> > >> John L. Esposito, Professor Religion and Director of Center for > >> International Studies at the College of the holly cross, mengatakan bahwa > >> hampir keseluruhan perkawinan Nabi Muhammad SAW adalah mempunyai misi > >> sosial dan politik (political and social motives) (Islam The straight > >> Path, Oxford University Press, 1988). > >> > >> Salah seorang non-muslim lainnya, Caesar E. Farah menulis sebagai > >> berikut: "In the prime of his youth and adult years Muhammad remained > >> thoroughly devoted to Khadijah and would have none other for consort". > >> > >> Caesar Farah pun berkesimpulan bahwa perkawinan Nabi Muhammad SAW lebih > >> karena alasan politis dan alasan menyelamatkan para janda yang suaminya > >> meninggal dalam perang membela Islam. > >> > >> Sehingga memang jika melihat lagi ke sejarah, maka dapatlah diketahui apa > >> alasan sebenarnya perkawinan nabi Muhammad SAW. > >> > >> Berikut ini kita tampilkan nama-nama Istri Nabi Muhammad SAW beserta > >> sekilas penjelasannya: > >> > >> 1. Khadijah: Nabi mengawini Khadijah ketika Nabi masih berumur > >> 25 tahun, sedangkan Khadijah sudah berumur 40 tahun. > >> Khadijah sebelumnya sudah menikah 2 kali sebelum menikah > >> dengan Nabi SAW. Suami pertama Khadijah adalah Aby Haleh Al > >> Tamimy dan suami keduanya adalah Oteaq Almakzomy, keduanya > >> sudah meninggal sehingga menyebabkan Khadijah menjadi janda. > >> Lima belas tahun setelah menikah dengan Khadijah, Nabi > >> Muhammad SAW pun diangkat menjadi Nabi, yaitu pada umur 40 > >> tahun. Khadijah meninggal pada tahun 621 A.D, dimana tahun > >> itu bertepatan dengan Mi'raj nya Nabi Muhammad SAW ke Surga. > >> Nabi SAW sangatlah mencintai Khadija. Sehingga hanya setelah > >> sepeninggalnya Khadijah lah Nabi SAW baru mau menikahi > >> wanita lain. > >> 2. SAWDA BINT ZAM'A: Suami pertamanya adalah Al Sakran Ibn Omro > >> Ibn Abed Shamz, yang meninggal beberapa hari setelah kembali > >> dari Ethiophia. Umur Sawda Bint Zam'a sudah 65 tahun, tua, > >> miskin dan tidak ada yang mengurusinya. Inilah sebabnya > >> kenapa Nabi SAW menikahinya. > >> 3. AISHA SIDDIQA: Seorang perempuan bernama Kholeah Bint Hakeem > >> menyarankan agar Nabi SAW mengawini Aisha, putri dari Aby > >> Bakrs, dengan tujuan agar mendekatkan hubungan dengan > >> keluarga Aby Bakr. Waktu itu Aishah sudah bertunangan dengan > >> Jober Ibn Al Moteam Ibn Oday, yang pada saat itu adalah > >> seorang Non-Muslim. Orang-orang di Makkah tidaklah keberatan > >> dengan perkawinan Aishah, karena walaupun masih muda, tapi > >> sudah cukup dewasa untuk mengerti tentang tanggung jawab > >> didalam sebuah perkawinan. Nabi Muhammad SAW bertunangan > >> dulu selama 2 tahun dengan Aishah sebelum kemduian > >> mengawininya. Dan bapaknya Aishah, Abu Bakr pun kemudian > >> menjadi khalifah pertama setelah Nabi SAW meninggal. > >> 4. HAFSAH BINT U'MAR: Hafsah adalah putri dari Umar, khalifah > >> ke dua. Pada mulanya, Umar meminta Usman mengawini anaknya, > >> Hafsah. Tapi Usman menolak karena istrinya baru saja > >> meninggal dan dia belum mau kawin lagi. Umar pun pergi > >> menemui Abu Bakar yang juga menolak untuk mengawini Hafsah. > >> Akhirnya Umar pun mengadu kepada nabi bahwa Usman dan Abu > >> Bakar tidak mau menikahi anaknya. Nabi SAW pun berkata pada > >> Umar bahwa anaknya akan menikah demikian juga Usman akan > >> kawin lagi. Akhirnya, Usman mengawini putri Nabi SAW yiatu > >> Umi Kaltsum, dan Hafsah sendiri kawin dengan Nabi SAW. Hal > >> ini membuat Usman dan Umar gembira. > >> 5. ZAINAB BINT KHUZAYMA: Suaminya meninggal pada perang UHUD, > >> meninggalkan dia yang miskin dengan beberapa orang anak. Dia > >> sudah tua ketika nabi SAW mengawininya. Dia meninggal 3 > >> bulan setelah perkawinan yaitu pada tahun 625 A.D. > >> 6. SALAMA BINT UMAYYA: Suaminya, Abud Allah Abud Al Assad Ibn > >> Al Mogherab, meninggal dunia, sehingga meninggalkan dia dan > >> anak-anaknya dalam keadaan miskin. Dia saat itu berumur 65 > >> tahun. Abu Bakar dan beberapa sahabat lainnya meminta dia > >> mengawini nya, tapi karena sangat cintanya dia pada > >> suaminya, dia menolak. Baru setelah Nabi Muhammad SAW > >> mengawininya dan merawat anak-anaknya, dia bersedia. > >> 7. ZAYNAB BINT JAHSH: Dia adalah putri Bibinya Nabi Muhammad > >> SAW, Umamah binti Abdul Muthalib. Pada awalnya Nabi Muhammad > >> SAW sudah mengatur agar Zaynab mengawini Zayed Ibn Hereathah > >> Al Kalby. Tapi perkawinan ini kandas ndak lama, dan Nabi > >> menerima wahyu bahwa jika mereka bercerai nabi mesti > >> mengawini Zaynab (surat 33:37). > >> 8. JUAYRIYA BINT AL-HARITH: Suami pertamanya adalah Masafeah > >> Ibn Safuan. Nabi Muhammad SAW menghendaki agar kelompok dari > >> Juayreah (Bani Al Mostalaq) masuk Islam. Juayreah menjadi > >> tahanan ketika Islam menang pada perang Al-Mustalaq (Battle > >> of Al-Mustalaq). Bapak Juayreyah datang pada Nabi SAW dan > >> memberikan uang sebagai penebus anaknya, Juayreyah. Nabi SAW > >> pun meminta sang Bapak agar membiarkan Juayreayah untuk > >> memilih. Ketika diberi hak untuk memilih, Juayreyah > >> menyatakan ingin masuk islam dan menyatakan bahwa Nabi > >> Muhammad SAW adalah utusan Allah yang terakhir. Akhirnya > >> Nabi pun mengawininya, dan Bani Almustalaq pun masuk islam. > >> 9. SAFIYYA BINT HUYAYY: Dia adalah dari kelompok Jahudi Bani > >> Nadir. Dia sudah menikah dua kali sebelumnya, dan kemudian > >> menikahi Nabi SAW. Cerita nya cukup menarik, mungkin Insha > >> Allah disampaikan terpisah. > >> 10. UMMU HABIBA BINT SUFYAN: Suami pertamanya adalah Aubed Allah > >> Jahish. Dia adalah anak dari Bibi Rasulullah SAW. Aubed > >> Allah meninggak di Ethiopia. Raja Ethiopia pun mengatur > >> perkawinan dengan Nabi SAW. Dia sebenarnya menikah dengan > >> nabi SAW pada 1 AH, tapi baru pada 7 A.H pindah dan tinggal > >> bersama Nabi SAW di Madina, ketika nabi 60 tahun dan dia 35 > >> tahun. > >> 11. MAYMUNA BINT AL-HARITH: Dia masih berumur 36 tahun ketika > >> menikah dengan Nabi Muhammad SAW yang sudah 60 tahun. Suami > >> pertamanya adalah Abu Rahma Ibn Abed Alzey. Ketika Nabi SAW > >> membuka Makkah di tahun 630 A.D, dia datang menemui Nabi > >> SAW, masuk Islam dan meminta agar Rasullullah mengawininya. > >> Akibatnya, banyaklah orang Makkah merasa terdorong untuk > >> merima Islam dan nabi SAW. > >> 12. MARIA AL-QABTIYYA: Dia awalnya adalah orang yang membantu > >> menangani permasalahan dirumah Rasullullah yang dikirim oleh > >> Raja Mesir. Dia sempat melahirkan seorang anak yang diberi > >> nama Ibrahim. Ibrahim akhirnya meninggal pada umur 18 bulan. > >> Tiga tahun setelah menikah, Nabi SAW meninggal dunia, dan > >> akhirnya meninggal 5 tahun kemudian, tahun 16 A.H. Waktu > >> itu, Umar bin Khatab yang menjadi Iman sholat Jenazahnya, > >> dan kemudian dimakamkan di Al-Baqi. > >> > >> Kalau sudah tahu begini dan kalau memang dikatakan mau mengikuti Sunnah > >> Nabi Muhammad SAW, kira-kira masih minat dan berani nggak ya kaum Adam > >> untuk ber-istri lebih dari 1? > >> > >> > >> *Elsyah Krisnawati* > >> * IT Operation Support System* > >> PT TELKOMSEL > >> Wisma Mulia Mezzanine - 11th Floor > >> Jl. Jend. Gatot Subroto No. 42 > >> Jakarta [12710] > >> > >> > > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Download this as a file Download this as a file

