Ass. wr.wb,
Tadina mah abdi moal ngomentaran deui polygami AA.
Tapi kumargi abdi kenging artikel di milist sabeulah nu sae kanggo
direnungkeun, mangga di-ilo, mangga dipikirkeun ku hate
nu tenang, tong emosional.
wassalam,
Apri
HENTIKAN MENGHUJAT AA GYM
Banyak tanggapan miring ttg poligami yg dilakukan oleh AA Gym,
hingga akupun kebagian sms dari barisan para wanita yg kecewa atas
putusan AA. Hmm...rasanya tidak adil bila menghakimi AA spt ini.
Apakah yg dilakukan oleh beliau itu salah??yg salah adalah kelakuan
anggota DPR yg beradegan mesum dengan wanita yg bukan istrinya!! Lalu
apakah yg dilakukan oleh AA ini berdosa??jelas untuk saat ini yg
dilakukannya bukan sebuah perbuatan dosa, tapi perbuatan halal yg
diatur dalam Al-Qur'an dan dibolehkan oleh Allah. Apakah perbuatannya
melanggar komitmen dan kesucian pernikahan? Tergantung mau dari sudut
mana kita mengukurnya? Dari sudut agama dan aturan hukum secara etika
dan moral tentu tidak dong??aturan agama mengijinkan, aturan hukum
buatan manusiapun dijalankan dan secara etika dan moralpun beliau
telah mendapat ijin dari istri tercintanya. Dari sudut perasaan
wanita yg sedih?walah. ....orang sedih karena memberikan sesuatu yg
dicintainya kepada orang lain, lalu apakah
salah bila istrinya sedih??tapi untuk sakit hati, siapa yg bisa
menjamin dan mengetahui rasa sakit yg diderita oleh istri
pertamanya?? Kita diajarkan menghukum orang karena perbuatan
dzohirnya, tapi masalah hati itu semua adalah urusan yg bersangkutan
dan Allah saja, jadi....kita nda usah sok tahu mengukur2 kedalaman
hati seseorang.
Jangan menghakiminya spt itu. Kalau ada barisan sakit hati yg
kecewa karena keputusannya yg sudah menjadikan AA sebagai panutan,
aku yakin AA tidak pernah meminta kita untuk berpanutan pada dirinya.
Dan perlu diingat, beliau adalah pengikut Rasulullah yg seharusnya
menjadi panutan sesungguhnya, andaikan Rasul melarang dan tidak
pernah melakukan poligami, mungkin AA pun tidak akan pernah
melakukannya.
Seandainya ada orang dan kelompok orang yg mengatasnamakan sunnah
Rasul dan melakukan poligami tanpa aturan main yg sudah disyaratkan
dalam Al-qur'an dan sembarangan, tidak adil rasanya bila melimpahkan
kesalahan orang dan kelompok orang yg mengatasnamakan sunnah Rasul
pada pundak AA. Dari syarat secara syariat yg diminta dalam islam, AA
sudah memenuhi semuanya, yaitu dari sisi materi, AA seorang pengusaha
kaya dengan beberapa perusahaan yg dimilikinya, jadi menghidupi 2
orang istri dengan 10 orang anak itu tidak masalah bagi dirinya. Dari
segi fisik, bukan orang sembarangan yg mampu melakukan begitu banyak
aktivitas dan mengelola beberapa perusahaan. Dari segi ilmu
pengetahuan agama, rasanya nda perlu dijelaskan dan andai kita mau
jujur dalam hati, lalu mengapa banyak yg berpanutan padanya??bukankah
saat ini langka sekali orang yg dijadikan panutan?toch kenapa pilih
AA yg menjadi panutan??(tanya diri sendiri masing2) lalu adil dalam
hal materi dan kunjungan,
rasanya AA bukan orang yg bodoh untuk melakukan keadilan dalam hal
hitung2an spt itu. Namun dari sudut perasaan Allah tahu sekali bahwa
manusia memang tidak akan pernah mampu untuk berbuat adil. Dan ada
pesan serta nasihat dari Allah agar hati2 disana.
(An Nisaa : 29) Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil
di antara isteri-isteri( mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat
demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang
kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan
jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan),
maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Oke..jadi dimana salahnya AA.??
Hmm...sekarang aku mau membahas ttg istri barunya (teh rini) yg
seorang janda beranak 3. Pernahkah kita merasakan beratnya hidup
seorang janda yg mempunyai anak??mereka harus membesarkan, mendidik
dan mengurus anak2nya seorang diri, hanya karena suaminya yg
meninggal dunia atau suaminya yg tidak bertanggung jawab terhadap
anak2nya? Masih beruntung wanita2 yg menjadi janda dan masih bisa
bekerja mencari nafkah yg halal untuk anak2nya. Tapi pernahkah
terpikirkan oleh kita nasib janda2 yg mempunyai anak dan ia tidak
bekerja?? Salah apa mereka? Bukan mereka tidak mau bekerja, tapi kita
tahu sulitnya mencari pekerjaan saat ini. Salah apa mereka?bila
suaminya yg menjadi tumpuan harapannya selama ini ternyata meninggal
dunia. Salah apa mereka?bila banyak laki2 yg tidak bertanggung jawab
dan meninggalkannya begitu saja bersama anak2nya. Jadi siapa yg
seharusnya disalahkan pada kasus seorang janda spt ini? Yaitu para
laki2 yg menjadi suaminya, para laki2 yg menjadi ayahnya, para
laki2 yg menjadi saudara kandung dan ipar2nya yg tidak perduli akan
nasibnya dan anak2nya.
Lalu saat ini ada seorang AA yg bermaksud membantu menyelamatkan
seorang janda dan anak2nya, tapi kalian salahkan???begituka h cara
kalian berfikir??egois, kejam, menyebar fitnah tanpa alasan yg jelas
dan dibuat2. Pernahkah terpikir oleh kalian beratnya hidup seorang
janda yg berusaha baik dan benar, namun mereka harus menanggung
fitnah dan cemoohan akibat ulah sebagian wanita2 yg nakal. Pernahkah
terpikir oleh kalian beratnya hidup seorang janda, untuk mengatakan
bahwa dia bukan wanita2 nakal itu dari pandangan curiga dan kesinisan
statusnya? Pernahkah terpikir oleh kalian, beratnya seorang janda
menjaga harga dirinya, dari ulah laki2 yg selalu berusaha menggodanya
karena kesendiriannya. Pernahkah terpikir oleh kalian, kata2 apa yg
harus diucapkan kepada anak2nya yg merindukan figur seorang ayah
untuk dipamerkannya kepada teman2nya. Pernahkah terpikir oleh kalian
beratnya seorang janda dari segi materi untuk menghidupi dirinya dan
anak2nya, dari segi moril untuk menjaga
dirinya dari pandangan sinis sekitarnya, salah apa mereka??karena
ulah sebagian wanita nakal lalu menghukumi dirinya yg tidak melakukan
hal2 negatif dipandangan mata sekitarnya seperti yg dilakukan oleh
wanita2 nakal itu. Pernahkah terpikir oleh kalian beratnya seorang
janda yg harus keluar dari rumah kontrakannya bersama anak2nya karena
tidak mampu membayar kontrakan dikarenakan tidak bekerja. Pernahkah
kalian melihat adegan tangis seorang janda dengan anak2nya karena
rasa takut adanya orang2 jahat yg selalu mengawasi mereka. Dimana
hati nurani kalian?? Andaikan itu terjadi pada ibu2 kalian, saudara
perempuan kalian, atau anak perempuan kalian sendiri, apakah kalian
masih tetap menyalahkan para wanita yg bersedia di madu?atau
menyalahkan para lelaki sholeh yg ingin poligami??
(An Najm: 32) (Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan
perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil.
Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunanNya. Dan Dia lebih mengetahui
(tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika
kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan
dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang
bertakwa.
Hmm...aku singgung harga diri para laki2 sholeh dan pemuka2 islam
yg mengerti syariat islam dan mampu dalam hal materi, sebenarnya aku
ragukan kemampuan kalian dalam mendidik keluarga dan mengajarkan
syariat islam yg benar kepada istri dan anak2 kalian. Kalau memang
benar2 mengerti akan hukum2 islam, kenapa tidak berani mengambil
tindakan yg spt AA lakukan? Kenapa?pengecut dan takutkah membicarakan
dan meminta ijin kepada istri tua kalian, karena selama ini yg
diajarkan ttg syariat islam adalah orang di luar keluarga kalian dan
bukan pada anak dan istri kalian. Kenapa?? Takut nda mampu berbuat
adil? Atau takut di cemooh oleh orang2 awam yg nda ngerti syariat
islam yg benar. Hmm...atau mau menyelamatkan diri sendiri dan tidak
perduli dengan kenyataan untuk mengajarkan syariat islam kepada
keluarga yg lain. ataukah yg diajarkan kepada umat selama ini hanya
berupa modul2 dan bahan ajaran saja dan bukan untuk diaplikasikan?
Hmm...atau mau berdalih bila ingin membantu itu tidak perlu
menikahi dan poligami?benar sich..kalau ingin membantu secara materi
itu tidak perlu menikahi dan poligami, tapi..gimana dengan kehormatan
diri seorang janda yg juga perlu dilindungi?terpikir kah oleh kalian,
kalau kebaikan kalian berupa materi itu malah mengundang nilai
negatif lagi pada diri janda itu, seandainya orang lain tahu. Ataukah
kalian yakin dengan hati dan perasaan kalian yg tidak mempunyai rasa
ketertarikan dan keinginan untuk menikahi dirinya??
Hmm...ada yg berkata, kenapa para janda tidak memilih para bujangan
atau orang2 yg sendirian? Iya sich, tapi apakah seorang ibu (janda)
baik2 yg mempunyai anak, mau begitu saja menyerahkan dirinya dan
hidup anak2nya dengan laki2 sembarangan yg penting status hilang??
Walahhh..kalau hanya menghilangkan status jandanya yg selalu dinilai
negatif rasanya perceraian yg lalu itu satu kebodohan dan perceraian
itu seharusnya tidak pernah dia lakukan atau apa daya bila masa
kontrak hidup suaminya harus habis di dunia.
Hmm...bila melihat secara fisik istri barunya AA, aku yakin yg
minat dengannya itu bukan para laki2 beristri saja, duda kaya atau
bujang keren yg usianya jauh dibawahnya juga pasti banyak yg minat.
Tapi apakah dia rela menyerahkan hidupnya dan keselamatan anak
wanitanya (kalau benar anaknya ada yg wanita) pada laki2 yg asal
kaya, asal keren, asal duda dan asal bujang??nda mungkinlah wanita
cerdas dan sholeha berpikiran sedangkal itu. Lalu kenapa ia harus
memilih AA yg sudah berisitri dan mempunyai 7 orang anak? Andai
bujang keren yg kayapun mampu dia dapatkan.
Begini...janda yg tidak bekerja lebih berat bebannya dari janda yg
bekerja, janda yg mempunyai anak lebih berat bebanya dari janda yg
tidak mempunyai anak, dan janda yg mempunyai anak perempuan lebih
berat bebanya dari janda yg mempunyai anak laki2. memutuskan untuk
membagi2 bebannya kepada laki2 lain bagi janda yg mempunyai anak
perempuan, lebih dalam lagi pemikirannya untuk memutuskan memberikan
ayah baru untuk anaknya. Janda yg mempunyai anak wanita, dia akan
berpikiran gimana keselamatan anak wanitanya terhadap ayah baru yg
akan dinikahinya. Maaf..nanti bisa2 nikahi ibunya dapat pula anaknya.
Jadi syarat untuk memberikan seorang ayah baru untuk anak gadisnya
adalah otomatis yg benar2 paham akan ajaran islam yg benar dan
mengaplikasikan lewat tindakannya, lalu..apakah salah jika teh Rini
memilih AA Gym sebagai ayah untuk anak2nya??dan tidak memilih bujang
keren or duda kaya??
Dan sekarang masalah istri pertamanya AA (teh Ninih). Aku yakin
beliau nda perlu simpat kita2 untuk mengasihani dirinya dan mengukur2
rasa sakit dihatinya?? Memang sulit menerangkan dengan akal, tindakan
wanita sholeha spt beliau, darimana kita tahu beliau tersakiti??dari
mana kita tahu beliau pura2 tegar?? Wajar dan manusiawi sekali bila
beliau bersedih, karena harus memberikan sesuatu yg disayangi dan
dicintainya kepada yg lain. Jadi jangan suka menebak2 isi hati orang
lain, karena masalah hati itu urusan dia dan Allah. aku jadi teringat
peristiwa kematian Ibrahim putra Rasulullah dan saat itu Rasul
bersedih dan berkata "Hati ini sedih, mata meneteskan air mata,
namun kita tidak mengatakan sepatah katapun, kecuali ucapan yg di
Ridhoi Allah"
bila Rasulullah saja menangis karena ditinggal pergi oleh orang yg
dicintainya, lalu..apakah salah bila teh ninih juga bisa menangis
karena harus membagi kekasihnya??
Kalau teh ninih bersedih karena rasa cemburu disebabkan kekasihnya
ingin menikah lagi itu wajar, tapi andai kita benar2 orang beriman
dan bertaqwa pada Allah, harusnya kita tahu kalau Allah lebih cemburu
dari kita. Apakah Allah rela membiarkan hamba yg dicintainya,
mencintai sesuatu lebih dari cinta kepadaNya? Ingat peristiwa nabi
Ibrahim yg diminta untuk membuktikan cintanya kepada Allah dengan
memintanya untuk menyembelih anak yg dicintainya dan ditunggunya
puluhan tahun, serta meminta Nabi Ibrahim untuk meninggalkan anak &
istrinya di suatu tempat yg nda berpenghuni. Hmm..coba bayangkan
pembuktian cinta spt ini tidak bisa diterima oleh akal. Tapi Allah
butuh pembuktian cinta dari seorang hamba yg disayangiNya dan ini
satu bukti bahwa Allah sangat pecemburu. Ataukah sifaf pecemburu
Allah ini hanya teh Ninih saja yg tahu??hingga beliau tidak mau
mencintai AA melebihi cintanya kepada Allah sedangkan kita semua buta
akan sifat pecemburu Allah tersebut?? Hmm...aku jadi
ingat pada saat Rasulullah bertanya pada seorang sahabat :
"apa yg akan engkau lakukan, apabila melihat istrimu dengan laki2
lain? lalu kata sahabat "sungguh, aku akan membunuhnya. Lalu Rasul
tersenyum dan berkata "sesungguhnya kamu begitu karena rasa
cemburumu, ketahuilah, aku lebih cemburu dari kamu dan Allah lebih
cemburu dari aku."
Mungkin benar teh Ninih mencintai AA, tapi mungkin juga cintanya
teh Ninih kepada Allah dan RasulNYa lebih besar dari cintanya kepada
AA.
(At Taubah: 24) Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-
saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu
usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat
tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan
Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah
mendatangkan keputusan-Nya. " Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang fasik.
Jadi....hentikan menghakimi AA, karena beliau tidak pernah meminta
kita untuk berpanutan pada dirinya, apalagi jika dijadikan panutan
dan melarangnya untuk melakukan satu sunnah yg diyakininya dan
dilakukan oleh panutannya beliau (Rasulullah) .
Untuk para "pemuka2 islam" dilarang keras ikut2an menghujat AA
dengan dalih nda nyambung dan dibuat2, karena kalian bukan sedang
membela umat yg kecewa, tapi kalian sedang menutupi ketidakmampuan
kalian untuk bertindak spt AA. Ketidakmampuan dalam hal materi maupun
mendidik keluarga kalian ttg islam yg sebenarnya dan selama ini
kalian hanya memberikan pelajaran kepada orang2 diluar keluarga
kalian saja dan bukan pada keluarga kalian terlebih dahulu.
".......maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang
paling mengetahui tentang orang yang bertakwa." (An Najm : 32)
Untuk para lelaki konglomerat, malulah pada diri kalian sendiri yg
menghujat AA, karena bagi kalian uang mampu membeli segalanya tanpa
harus pertaruhkan nama baik dan pamor yg ada dipundak kalian selama
ini, hingga kalian lebih melegalkan pelacuran dan perzinahan di muka
bumi ini.
Untuk para lelaki awan dan miskin segalanya, hentikan
mengatasnamakan sunnah Rasul untuk melegalkan keinginan hawa nafsu
dan menjadikan Rasul dan AA sebagai kambing hitam dan jalan kalian
berbuat jahil yg merusak Islam karena kebodohan dan kejahilan kalian,
tahukah kalian Allah tidak sebodoh pikiran dan kelakuan kalian dan
Allah mengetahui semua tindakan bodoh kalian yg akan diperhitungkan
olehNya kelak.
Untuk para ibu2 barisan sakit hati, hentikan menghujat AA, jangan
mencari-cari topik AA sebagai panutan dan mengatasnamakan simpati
kepada teh Ninih, sesungguhnya bukan itu yg kalian khawatirkan, tapi
ketakutan kalian bila suami2 kalian mengikuti jejak AA tanpa aturan
yg benar. Jika kalian benar2 simpati kepada istri pertama AA,
hentikan menghujat suaminya, karena seorang istri tidak akan pernah
rela suaminya dihujat walaupun dia melakukan kesalahan sekalipun,
apalagi bila dihujat pada sesuatu yg bukan kesalahan, terbayangkah
pada kalian, sakitnya hati wanita sholeha itu mendengar hujatan2 thdp
suaminya yg ingin membela ketetapan Allah. Jadi hentikan omong kosong
yg mengatasnamakan simpati.
Untuk para wanita2 jahil hentikan menghujat teh Rini (istri baru
AA) karena sesungguhnya kalian lebih suka melacurkan diri dan
mendapatkan uang dari beberapa laki2 hidung belang yg kaya raya. Dan
karena pelacuran dan kemurahan harga diri kalianlah, para wanita
baik2 harus menanggung resiko ditimpahkan semua kesalahan dan
kejahilan kalian dipundak wanita sholeha.
Untuk para pejabat pemerintah, jangan gunakan kekuasaan kalian
untuk menghentikan hukum Allah yg berjalan perlahan namun pasti di
muka bumiNya dengan hukum yg akan kalian buat. Sesungguhnya kekuasaan
kalian tidak akan mampu menghalangi sebuah keyakinan karena keimanan
kepada janji Allah dan RasulNya. Kalau kalian ingin membuat hukum,
buatlah hukum yg melarang perzinahan, pelacuran dan perselingkuhan yg
dilakukan oleh pejabat2 kalian yg sudah kami bayar mahal untuk duduk
disana, tapi pejabat2 kalian membuat malu kami sebagai rakyatnya yg
harus melihat adegan2 bugil seorang pejabat negara yg dibayar mahal
oleh pajak kami sebagai warga negara. Salah apa kami pada kalian?? yg
mempunyai pemimpin spt kalian hingga membuat kami malu sebagai warga
yg dipimpin oleh kalian?! Kalian kurang ajar dan tidak punya rasa
malu!!
(Al An'aam : 129) Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-
orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebahagian yang lain
disebabkan apa yang mereka usahakan.
Dan untuk para ulama dan pemuka2 islam, apakah kalian akan diam
begitu saja melihat seorang AA yg sedang berusaha menerapkan satu
keyakinannya yg juga berhubungan dgn masalah pribadinya dengan Allah
dicampuri oleh orang2 bodoh dan penguasa? dan mendiamkan tingkah laku
para penguasa yg tanpa ilmu yg benar untuk menghentikan hukum Allah
berjalan perlahan disini.
(Al Baqarah: 42) Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan
yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu[43], sedang
kamu mengetahui.
Secara syariat AA memenuhi semuanya, kita diajarkan menghukum
seseorang karena perbuatan dzohirnya dan bukan perbuatan hatinya dan
niatnya, lalu dimanakah salahnya AA??apakah kalian sudah bertindak
spt Allah yg mengetahui isi hati manusia dan menerka2 tentang hawa
nafsu seseorang?? Aku tidak mengenal AA secara langsung, tapi aku
tidak bisa tinggal diam pada saat semua orang mulai menghujat dan
menghakimi dirinya hanya karena urusan pribadinya yg direstui oleh
keluarganya dan ini tidak adil. Seandainya AA mengumbar hawa nafsunya
semata, rasanya tidak akan pernah bertindak bodoh dengan
mempertaruhkan pamor dan nama baiknya yg selama ini sudah
didapatkannya. Keluarga mereka sedang berusaha berubuat baik dan
lebih dalam ibadah dengan mengorbankan materi dan perasaannya, jadi
jangan kalian tambah lagi dengan menyiksa batinnya yg menghujat
dengan sangkaan2 jahat kalian.
Akhirnya dari ku....
(Ibrahim : 38) Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa
yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada
sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun
yang ada di langit.
Wassalam,
Hana
<!--
#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial,helvetica,clean,sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial,helvetica,clean,sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;
}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;
}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;
font-family:Verdana;
font-size:77%;
margin:0;
}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;
}
#ygrp-actbar{
clear:both;
margin:25px 0;
white-space:nowrap;
color:#666;
text-align:right;
}
#ygrp-actbar .left{
float:left;
white-space:nowrap;
}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;
font-size:77%;
padding:15px 0;
}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;
font-size:77%;
border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;
}
#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;
margin-bottom:20px;
padding:2px 0 8px 8px;
}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;
font-family:Verdana;
font-weight:bold;
color:#333;
text-transform:uppercase;
}
#ygrp-vital ul{
padding:0;
margin:2px 0;
}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;
clear:both;
border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;
color:#ff7900;
float:right;
width:2em;
text-align:right;
padding-right:.5em;
}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;
}
#ygrp-vital a {
text-decoration:none;
}
#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;
}
#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;
font-size:77%;
}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;
background-color:#e0ecee;
margin-bottom:20px;
}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;
margin:0;
}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;
padding:6px 0;
font-size:77%;
}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;
font-size:130%;
}
#ygrp-sponsor #nc {
background-color:#eee;
margin-bottom:20px;
padding:0 8px;
}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;
}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;
font-weight:bold;
color:#628c2a;
font-size:100%;
line-height:122%;
}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;
}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;
}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;
}
o {font-size:0;}
.MsoNormal {
margin:0 0 0 0;
}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;
}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq {margin:4;}
-->
___________________________________________________________
Telefonate ohne weitere Kosten vom PC zum PC: http://messenger.yahoo.de